Astronot Deteksi Beragam Meteor yang Bakal Bombardir Bumi

Minggu, 20 Oktober 2024 - 18:44 WIB
loading...
Astronot Deteksi Beragam...
Beragam Meteor yang Bakal Bombardir Bumi. FOTO/ IFL SCINECE
A A A
LONDON - Para ilmuwan telah berhasil melacak lebih dari 70 persen meteorit yang menghantam Bumi.

BACA JUGA - Pekan Ini Puncak Hujan Meteor Leonid

Hampir 466 juta tahun yang lalu, segerombolan besar asteroid membombardir Bumi dengan dahsyat yang diyakini terjadi karena asteroid besar pecah menjadi pecahan-pecahan yang lebih kecil saat melintasi orbit antara Mars dan Jupiter.

Keluarga asteroid Massalia adalah sekelompok asteroid yang memiliki orbit serupa dan kemungkinan menjadi sumber jatuhnya asteroid besar ini.

Keluarga asteroid ini mendominasi sekitar 40 persen dari semua meteorit yang jatuh ke Bumi dan dua keluarga batuan ruang angkasa lainnya telah ditetapkan sebagai sumber dari banyak meteorit yang menuju Bumi ini.

Dalam penelitian baru, tiga keluarga asteroid dianggap bertanggung jawab atas lebih dari 70 persen meteorit. Ketiga keluarga ini adalah Karin, Koronis, dan Massalia. Ketiganya terbentuk karena tabrakan di sabuk asteroid utama.

Keluarga-keluarga ini terbentuk masing-masing 5,8 juta tahun lalu, 7,5 juta tahun lalu, dan 40 juta tahun lalu.

"Peristiwa tabrakan terbaru yang terjadi di sabuk asteroid benar-benar mendominasi aliran material ke planet kita," kata Michael Marsset, penulis utama dan peneliti di European Southern Observatory, saat berbicara dengan Gizmodo.

"Anda mungkin berpikir bahwa aliran meteorit merupakan campuran dari semua kelas komposisi yang kita amati di sabuk asteroid, tetapi itu sama sekali tidak terjadi. Aliran tersebut didominasi oleh tiga asteroid yang baru saja terfragmentasi," tambahnya.

Peneliti mengisyaratkan kaskade tabrakan di dalam keluarga asteroid masih aktif

"Tabrakan besar seperti itu tidak terjadi setiap hari setiap 30 hingga 50 juta tahun kedengarannya frekuensinya tepat, meskipun ada tiga tabrakan besar selama sekitar 8 juta tahun terakhir," kata Pierre Vernazza, seorang peneliti di Pusat Penelitian Ilmiah Nasional Prancis saat berbicara dengan Gizmodo.

"Kaskade tumbukan di dalam keluarga-keluarga ini masih aktif. Itulah sebabnya mereka mendominasi produksi meteorit ini," kata Marsset.

“Meteorit tersebut telah menyimpan banyak informasi tentang cakram protoplanet awal kita dalam komposisi masa kini,” jelas Marsset.

"Dengan menghubungkan meteorit yang dapat kita pelajari secara mendetail di laboratorium kita dengan keluarga tertentu di sabuk asteroid, kita dapat merekonstruksi gradien komposisi dan gradien termal asli cakram protoplanet kita. Ini pada akhirnya adalah tujuan dari jenis studi ini. Inilah yang ingin kita pelajari," tambahnya.
(wbs)
Dapatkan berita terkini dan kejutan menarik dari SINDOnews.com, Klik Disini untuk mendaftarkan diri anda sekarang juga!
Lanjut Baca Berita Terkait Lainnya
Berita Terkait
15.800 Ton Sampah Luar...
15.800 Ton Sampah Luar Angkasa Berkecepatan 28.000 km/jam Akan Jatuh ke Bumi
Manusia Memperlambat...
Manusia Memperlambat Putaran Rotasi Bumi, Ini Buktinya
Sebuah Asteroid Menabrak...
Sebuah Asteroid Menabrak Bulan pada 2032, Dampaknya Akan Mencapai Bumi
Laporan Baru PBB: Dunia...
Laporan Baru PBB: Dunia Berada dalam Kondisi Kebangkrutan Air Global
Warna Laut Teluk Persia...
Warna Laut Teluk Persia Berubah Jadi Merah Darah
Bumi Bocor Parah, Lubang...
Bumi Bocor Parah, Lubang Raksasa Misterius Terus Bertambah di Turki
Mengenal Prof Premana,...
Mengenal Prof Premana, Dosen Astronomi ITB yang Namanya Abadi di Langit
Berapa Umur Bumi?
Berapa Umur Bumi?
Bukti Risiko Bumi Dihantam...
Bukti Risiko Bumi Dihantam Asteroid Semakin Meningkat
Rekomendasi
Akui Program Pemerintah...
Akui Program Pemerintah Banyak Kekurangan, Wapres Gibran: Kita Perbaiki Bersama
KPU Kaji Penerapan E-Voting...
KPU Kaji Penerapan E-Voting untuk Pemilu di Luar Negeri, Ini Alasannya
Bek Arab Saudi Abdulelah...
Bek Arab Saudi Abdulelah al-Amri Koyak Gawang Uruguay di Babak Pertama
Berita Terkini
Meta Akui Kesalahan...
Meta Akui Kesalahan dalam Restrukturisasi AI
Mau Traveling Keluarga...
Mau Traveling Keluarga Lebih Menyenangkan? Ikuti 5 Tips ala Tika Nurjanah
Beda Jauh dengan GPS,...
Beda Jauh dengan GPS, Kenapa AirTag dan Smart Tag Sering Telat Update Lokasi?
Di Balik Pemblokiran...
Di Balik Pemblokiran AI Tercanggih Anthropic Fable 5: Berantem dengan Pemerintah AS
Ridho Sadewo Bongkar...
Ridho Sadewo Bongkar 7 Strategi Free Fire yang Bikin Peluang Booyah Lebih Besar
Selebriti Pakai Earphone...
Selebriti Pakai Earphone Kabel, Pasar IEM Chi-Fi Diam-Diam Meledak
Infografis
Akhirat, Planet yang...
Akhirat, Planet yang Belum Dijangkau Astronot Akan Diungkap?
Copyright ©2026 SINDOnews.com All Rights Reserved