NASA Umumkan Matahari Mencapai Puncak Siklus Terpanasnya

Jum'at, 18 Oktober 2024 - 19:54 WIB
loading...
NASA Umumkan Matahari...
Matahari Mencapai Puncak Siklus Terpanasnya. FOTO/ IFL Science
A A A
NEW YORK - Matahari terdeteksi sedang mencapai puncak siklus terpanasnya mulai Kamis (17/10/2024) hingga beberapa bulan ke depan.

BACA JUGA - Serba-serbi Matahari Buatan China, Nomor 4 Ada Matahari Buatan Lainnya

NASA, National Oceanic and Atmospheric Agency (NOAA), serta Solar Cycle Prediction Panel atau Panel Prediksi Siklus Matahari mengumumkan Matahari telah mencapai periode maksimum mataharinya.

Hal ini disampaikan melalui telekonferensi dengan wartawan pada Selasa, 15 Oktober 2024.

Siklus matahari adalah siklus alami Matahari saat transisi antara aktivitas rendah dan tinggi. Kira-kira setiap 11 tahun, pada puncak siklus matahari, kutub magnet matahari terbalik di bumi seperti Kutub Utara dan Selatan bertukar tempat setiap dekade dan matahari bertransisi dari lamban menjadi aktif.

Selama bagian paling aktif dari siklus, yang dikenal sebagai maksimum matahari, dapat melepaskan ledakan cahaya, energi, dan radiasi matahari yang sangat besar – yang semuanya menciptakan kondisi yang dikenal sebagai cuaca luar angkasa.

Cuaca luar angkasa dapat memengaruhi satelit dan astronot di luar angkasa, serta sistem komunikasi – seperti radio dan GPS – dan jaringan listrik di Bumi.

Saat Matahari paling aktif, peristiwa cuaca luar angkasa menjadi lebih sering.

Aktivitas matahari, seperti badai pada Mei 2024, telah menyebabkan peningkatan visibilitas aurora dan dampaknya pada satelit dan infrastruktur dalam beberapa bulan terakhir.

Dalam video yang ditampilkan memperlihatkan gambar Observatorium Dinamika Surya NASA (NASA’s Solar Dynamics Observatory) menyoroti penampakan Matahari pada minimum matahari.

Gambar-gambar ini berada dalam panjang gelombang 171 sinar ultraviolet ekstrem, yang mengungkapkan daerah aktif di matahari yang lebih umum selama titik maksimum matahari.

Terdapat pula tampilan lain, seperti gambar cahaya yang tampak dari Observatorium Dinamika Surya NASA menyoroti kemunculan Matahari pada minimum matahari versus maksimum matahari (kanan, Agustus 2024).

Selama matahari minimum, Matahari seringkali bersih. Adapun bintik matahari dikaitkan dengan aktivitas matahari, dan digunakan untuk melacak kemajuan siklus matahari.

Para ilmuwan menggunakan bintik matahari untuk melacak kemajuan siklus matahari. Bintik-bintik gelap dikaitkan dengan aktivitas matahari, seringkali sebagai asal ledakan raksasa – seperti suar matahari atau lontaran massa koronal – yang dapat memuntahkan cahaya, energi, dan materi matahari ke luar angkasa.

Pada 3 Oktober 2024, misalnya, Matahari memancarkan suar matahari yang kuat. Pada tanggal ini, suar matahari ini adalah yang terbesar dari 25 Siklus Matahari.

Observatorium Dinamika Surya NASA menangkap citra suar matahari ini – seperti yang terlihat dalam kilatan terang di tengah pada 3 Oktober 2024.

Melansir The Associated Press (AP) badai matahari yang bertahan dari akhir pekan dapat menghasilkan aurora warna-warni samar di seluruh belahan bumi utara, dengan sedikit gangguan pada listrik dan komunikasi, kata peramal antariksa pada hari Senin.

Matahari telah menembakkan setidaknya lima suar matahari yang kuat sejak Sabtu yang mengandung awan plasma berenergi tinggi yang dapat mengganggu jaringan listrik dan mengacak sinyal GPS, menurut NOAA.

Badai matahari yang luar biasa kuat pada bulan Mei menghasilkan tampilan aurora yang mencengangkan di seluruh belahan bumi utara. Jadi, bersiaplah. Kita mungkin akan mengalami cuaca panas luar angkasa yang penuh badai.
(wbs)
Dapatkan berita terkini dan kejutan menarik dari SINDOnews.com, Klik Disini untuk mendaftarkan diri anda sekarang juga!
Lanjut Baca Berita Terkait Lainnya
Berita Terkait
Rusia dan China Siap...
Rusia dan China Siap Halau Badai Matahari
Keajaiban Tibet: Ribuan...
Keajaiban Tibet: Ribuan Panel Surya Ubah Tanah Mati Jadi Subur, Kok Bisa?
NASA Deteksi Semburan...
NASA Deteksi Semburan Flare Matahari Kembali Normal
Panas Ekstrem di Spanyol...
Panas Ekstrem di Spanyol Jadi yang Terburuk di Eropa
Turki Catat Suhu Terpanas...
Turki Catat Suhu Terpanas Sepanjang Sejarah Mencapai 50,5 Derajat Celcius
Gelombang Panas Global...
Gelombang Panas Global Tercatat Melebihi Batas Normal
Cuaca Panas Ekstrem...
Cuaca Panas Ekstrem di Makkah dan Madinah, 67 Jemaah Haji Masih Jalani Perawatan
Suhu Ekstrem di Surabaya...
Suhu Ekstrem di Surabaya Diprediksi Berlanjut, Ruang Publik Didorong Miliki Mitigasi Panas
Suhu Panas Banget, BMKG:...
Suhu Panas Banget, BMKG: Akibat Gerak Semu Matahari dan Pengaruh Monsun Australia
Rekomendasi
Wali Kota Agustina Tegaskan...
Wali Kota Agustina Tegaskan Kerukunan Jadi Kekuatan Utama Membangun Kota Semarang
Kang Cucun Ajak Pesantren...
Kang Cucun Ajak Pesantren Cetak Santri Unggul Berjiwa Wirausaha dan Literasi Digital
Gempa Magnitudo 6,7...
Gempa Magnitudo 6,7 Guncang Sulteng, 1 Warga Sigi Meninggal Dunia
Berita Terkini
NASA Temukan Planet...
NASA Temukan Planet Raksasa dengan Suhu seperti di Bumi dan Dipenuhi Gas Metana
Mengapa iPhone 11 Masih...
Mengapa iPhone 11 Masih Didukung iOS 27? Ini Jawabannya
Berpengalaman di Perang...
Berpengalaman di Perang Ukraina, Sky-Watch Luncurkan Drone Jarak Jauh RQ-70 Dainn
Pembaruan Windows 11...
Pembaruan Windows 11 Menyebabkan Serangkaian Bug Serius
Padukan Semangat Sepak...
Padukan Semangat Sepak Bola dan Teknologi, Lexar Rilis Seri Penyimpanan Resmi AFA Berdesain Ikonik Nomor 10
Komputer Kuantum Optik...
Komputer Kuantum Optik Bakal Jadi Kebutuhan Energi AI
Infografis
Dilanda Kebakaran Hebat,...
Dilanda Kebakaran Hebat, Israel Umumkan Keadaan Darurat
Copyright ©2026 SINDOnews.com All Rights Reserved