Arkeolog Temukan Makam Rahasia di Petra, Mirip Setting Film Indiana Jones
Kamis, 17 Oktober 2024 - 07:27 WIB
loading...
A
A
A
Diperkirakan penemuan ini sebagai koleksi terbesar manusia di satu lokasi dan disinyalir masih ada banyak yang belum ditemukan di bawahnya.
Mengingat lokasi utama mereka di bawah bangunan batu yang legendaris, Dr Creasman berpikir bahwa mereka termasuk orang-orang yang sangat penting pada zamannya. Mereka akan menjadi Nabataeans, orang Arab kuno yang mendiami Arabia utara dan Levant selatan.
Selama puncaknya sekitar kelahiran Kristus, Kekaisaran Nabatea membentang melintasi Timur Tengah hingga mencakup Yordania, Israel, Mesir, Suriah, dan Arab Saudi.
Segala sesuatu berubah drastis bagi Nabataeans dan Petra sekitar tahun 106 Masehi ketika orang Romawi secara damai mengambil alih Petra (ibu kota kerajaan) dan semua orang Nabatea. Petra pernah menjadi pusat perdagangan yang berkembang, terletak di sudut barat daya Kerajaan Hashemite Yordania saat ini.
Saat ini, bangunan yang dipahat dengan jelas dari Al Khazneh menarik hampir satu juta wisatawan per tahun. Meskipun patung-patungnya telah banyak terkikis oleh angin dan hujan, pengunjung masih dapat melihat tokoh-tokoh mitologis yang terkait dengan kehidupan setelah kematian, termasuk empat burung elang untuk membawa jiwa orang mati.
Tim menekankan bahwa tidak ada sisa-sisa kerangka yang ditemukan di dalam bangunan itu yang kemungkinan dibangun pada abad pertama Masehi sebagai musoleum dan kuburan.
Para ahli sekarang akan menganalisis sisa-sisa tersebut dengan harapan mengetahui lebih banyak tentang kehidupan mereka, termasuk profesi, kebiasaan makan, dan usia saat meninggal.
Mengingat lokasi utama mereka di bawah bangunan batu yang legendaris, Dr Creasman berpikir bahwa mereka termasuk orang-orang yang sangat penting pada zamannya. Mereka akan menjadi Nabataeans, orang Arab kuno yang mendiami Arabia utara dan Levant selatan.
Selama puncaknya sekitar kelahiran Kristus, Kekaisaran Nabatea membentang melintasi Timur Tengah hingga mencakup Yordania, Israel, Mesir, Suriah, dan Arab Saudi.
Segala sesuatu berubah drastis bagi Nabataeans dan Petra sekitar tahun 106 Masehi ketika orang Romawi secara damai mengambil alih Petra (ibu kota kerajaan) dan semua orang Nabatea. Petra pernah menjadi pusat perdagangan yang berkembang, terletak di sudut barat daya Kerajaan Hashemite Yordania saat ini.
Saat ini, bangunan yang dipahat dengan jelas dari Al Khazneh menarik hampir satu juta wisatawan per tahun. Meskipun patung-patungnya telah banyak terkikis oleh angin dan hujan, pengunjung masih dapat melihat tokoh-tokoh mitologis yang terkait dengan kehidupan setelah kematian, termasuk empat burung elang untuk membawa jiwa orang mati.
Tim menekankan bahwa tidak ada sisa-sisa kerangka yang ditemukan di dalam bangunan itu yang kemungkinan dibangun pada abad pertama Masehi sebagai musoleum dan kuburan.
Para ahli sekarang akan menganalisis sisa-sisa tersebut dengan harapan mengetahui lebih banyak tentang kehidupan mereka, termasuk profesi, kebiasaan makan, dan usia saat meninggal.
(msf)
Lihat Juga :