Bertubuh Besar, Ini Penjelasan Ilmiah Mengapa Mr P Gorila Kecil
Rabu, 16 Oktober 2024 - 21:43 WIB
loading...
A
A
A
"Jantan yang lebih kecil memiliki akses yang lebih sedikit ke betina, sehingga keberhasilan reproduksi mereka lebih bergantung pada dominasi fisik daripada persaingan seksual," ujarnya.
Hal ini berbeda jauh dari simpanse, yang hidup dalam kelompok besar, campuran jenis kelamin di mana betina dapat kawin dengan beberapa jantan. Dalam kelompok seperti itu, persaingan sperma adalah faktor yang signifikan.
Baca Juga: Kisah Snowflake, Satu-Satunya Gorila Albino di Dunia Hasil Incest
"Sperma dapat hidup hingga empat hari setelah ejakulasi, sehingga ketika betina kawin dengan dua jantan secara berurutan, sperma dari kedua jantan dapat bersaing secara langsung," kata Harvey.
Bagi seekor simpanse jantan yang berharap menyebarkan DNA-nya, yang terbaik adalah menghasilkan sperma yang kuat dan efisien. Hasilnya adalah testis besar yang mampu menghasilkan sperma dalam jumlah besar beberapa kali sehari.
Pada skala antara gorila dan simpanse, manusia menempati posisi unik. "Manusia memiliki penis yang jauh lebih panjang dan lebar daripada kebanyakan hominid," tulis Mark Maslin, profesor paleoklimatologi di UCL dalam sebuah artikel tahun 2017 di laman The Conversation.
Namun, dia menambahkan, "Testis kita cukup kecil dan menghasilkan sperma dalam jumlah yang relatif kecil." Pada dasarnya, manusia lebih mengesankan dalam ukuran penis tetapi tidak dalam hal produksi sperma.
Hal ini berbeda jauh dari simpanse, yang hidup dalam kelompok besar, campuran jenis kelamin di mana betina dapat kawin dengan beberapa jantan. Dalam kelompok seperti itu, persaingan sperma adalah faktor yang signifikan.
Baca Juga: Kisah Snowflake, Satu-Satunya Gorila Albino di Dunia Hasil Incest
"Sperma dapat hidup hingga empat hari setelah ejakulasi, sehingga ketika betina kawin dengan dua jantan secara berurutan, sperma dari kedua jantan dapat bersaing secara langsung," kata Harvey.
Bagi seekor simpanse jantan yang berharap menyebarkan DNA-nya, yang terbaik adalah menghasilkan sperma yang kuat dan efisien. Hasilnya adalah testis besar yang mampu menghasilkan sperma dalam jumlah besar beberapa kali sehari.
Lalu bagaimana dengan manusia?
Pada skala antara gorila dan simpanse, manusia menempati posisi unik. "Manusia memiliki penis yang jauh lebih panjang dan lebar daripada kebanyakan hominid," tulis Mark Maslin, profesor paleoklimatologi di UCL dalam sebuah artikel tahun 2017 di laman The Conversation.
Namun, dia menambahkan, "Testis kita cukup kecil dan menghasilkan sperma dalam jumlah yang relatif kecil." Pada dasarnya, manusia lebih mengesankan dalam ukuran penis tetapi tidak dalam hal produksi sperma.
Lihat Juga :