Ilmuwan Temukan Indra Keenam yang Tersembunyi pada Tokek
Minggu, 13 Oktober 2024 - 20:23 WIB
loading...
A
A
A
"Namun, jalur internal kuno ini, yang biasanya dikaitkan dengan keseimbangan, membantu tokek mendeteksi getaran yang merambat melalui media seperti tanah atau air.
Jalur ini ada pada amfibi dan ikan, dan kini terbukti juga ada pada kadal. Temuan kami menjelaskan bagaimana sistem pendengaran berevolusi dari apa yang Anda lihat pada ikan menjadi apa yang Anda lihat pada hewan darat termasuk manusia."
Carr dan penulis pertama, ahli biologi Dawei Han, menyelidiki secara dekat otak tokek tokay, dan menemukan bahwa sakulus memiliki hubungan langsung dengan sekelompok neuron, yang disebut vestibularis ovalis (VeO), di otak belakang.
Neuron VeO ini tidak menerima masukan dari struktur telinga bagian dalam lainnya. Informasi kemudian diteruskan ke otak tengah pendengaran, tempat hewan akan merasakan getaran secara bersamaan dengan suara.
Untuk mengonfirmasi peran sakulus dalam pendengaran, para peneliti menggunakan elektroda tungsten untuk memantau bagaimana unit VeO merespons getaran melalui platform. Mereka perlahan-lahan menaikkan getaran dari 10 hingga 1.000 Hertz, dan menemukan bahwa neuron paling sensitif terhadap frekuensi antara 50 dan 200 Hertz, dengan puncak sekitar 100 Hertz.
Jalur ini ada pada amfibi dan ikan, dan kini terbukti juga ada pada kadal. Temuan kami menjelaskan bagaimana sistem pendengaran berevolusi dari apa yang Anda lihat pada ikan menjadi apa yang Anda lihat pada hewan darat termasuk manusia."
Carr dan penulis pertama, ahli biologi Dawei Han, menyelidiki secara dekat otak tokek tokay, dan menemukan bahwa sakulus memiliki hubungan langsung dengan sekelompok neuron, yang disebut vestibularis ovalis (VeO), di otak belakang.
Neuron VeO ini tidak menerima masukan dari struktur telinga bagian dalam lainnya. Informasi kemudian diteruskan ke otak tengah pendengaran, tempat hewan akan merasakan getaran secara bersamaan dengan suara.
Untuk mengonfirmasi peran sakulus dalam pendengaran, para peneliti menggunakan elektroda tungsten untuk memantau bagaimana unit VeO merespons getaran melalui platform. Mereka perlahan-lahan menaikkan getaran dari 10 hingga 1.000 Hertz, dan menemukan bahwa neuron paling sensitif terhadap frekuensi antara 50 dan 200 Hertz, dengan puncak sekitar 100 Hertz.
(wbs)
Lihat Juga :