Kamera Satelit Deteksi Badai seperti Tengkorak Manusia Mengintai AS

Minggu, 13 Oktober 2024 - 10:52 WIB
loading...
Kamera Satelit Deteksi...
Badai Milton berbentuk seperti tengkorak manusia. FOTO/ DAILY
A A A
NEW YORK - Gambar satelit menunjukkan Badai Milton berbentuk seperti tengkorak manusia sebelum 'meluas' ke negara bagian Florida di Amerika Serikat (AS).

BACA JUGA - Badai Matahari Menghantam selama Akhir Pekan

Ahli meteorologi senior Weather Channel, Stu Ostro, membagikan foto menakutkan tersebut di platform X pada Rabu lalu.

Gambar Badai Milton ditampilkan di sebelah gambar Badai Matthew yang serupa pada tahun 2016.

Badai itu tampak menatap ke belakang, seolah memberikan senyuman menakutkan saat berubah arah dari Teluk Meksiko menuju Florida.

Seorang pengguna situs X dari negara bagian Alabama membagikan video radar satelit yang menunjukkan Badai Milton berubah menjadi bentuk yang buruk.

“Kami melihat tengkorak (bentuknya). Ini adalah visual yang mengerikan. Video ini membuat saya merinding,” katanya seperti dilansir dari Daily Mail.

Setidaknya 11 orang tewas dan jutaan orang berada dalam kegelapan setelah listrik padam akibat Topan Milton pada Kamis lalu.

Badai tropis berubah menjadi badai topan saat mencapai puncak kecepatan angin 74mph (119km/jam).

Badai besar kategori tiga ke atas adalah badai yang mencapai kecepatan setidaknya 111mph (178km/jam).

Total ada lima kategori, dengan kategori lima berarti kecepatan angin lebih dari 156mph (251km/jam).

NOAA memperkirakan antara 17 dan 24 badai tropis, ada delapan dan 13 badai tropis yang bisa berubah menjadi badai topan. Sekitar empat dan tujuh badai tropis bisa menjadi badai besar.

Jumlah badai besar tertinggi dalam satu musim Atlantik adalah tujuh terlihat pada tahun 2005 dan 2020. Prakiraan NOAA menunjukkan bahwa tahun 2024 bisa mendekati jumlah tersebut.

Para ahli mengatakan suhu panas permukaan laut yang mencapai rekor menjadi salah satu penyebabnya, begitu pula kemungkinan perubahan pola cuaca regional.

Melemahnya pola cuaca El Nino dan kemungkinan perubahan ke kondisi La Nina menciptakan kondisi atmosfer yang memungkinkan badai-badai ini terjadi di Atlantik.

“Badai Beryl (terjadi pada akhir Juni dan awal Juli 2024) memecahkan banyak rekor lama di cekungan Atlantik, dan kami terus melihat ciri-ciri klimatologis dari musim yang aktif,” kata Matthew Rosencrans, kepala pemantau badai di Pusat Prediksi Iklim NOAA.

Berbeda dengan Atlantik, NOAA telah memperkirakan musim badai "di bawah normal" di wilayah Pasifik tengah.
(wbs)
Dapatkan berita terkini dan kejutan menarik dari SINDOnews.com, Klik Disini untuk mendaftarkan diri anda sekarang juga!
Lanjut Baca Berita Terkait Lainnya
Berita Terkait
Fenomena Titik Dingin...
Fenomena Titik Dingin Atlantik Utara Terdeteksi, Tanda-tanda Bumi Sekarat Kian Nyata
Gerhana Matahari Total...
Gerhana Matahari Total Terlama Abad Ini Akan Segera Terjadi
Suhu Air Laut Meningkat,...
Suhu Air Laut Meningkat, Ahli Prediksi El Nino Super Bakal Terjadi
Manusia Memperlambat...
Manusia Memperlambat Putaran Rotasi Bumi, Ini Buktinya
ESA Menyelidiki Bola...
ESA Menyelidiki Bola Api Misterius yang Menerangi Langit Eropa
Gerhana Bulan Merah...
Gerhana Bulan Merah Mewarnai Langit Indonesia Malam Ini
Peringatan Dini Badai...
Peringatan Dini Badai Monsun dari Thailand hingga Malaysia, Begini Penjelasan BMKG
Pantau Badai Monsun...
Pantau Badai Monsun di Teluk Benggala, BMKG Ungkap Dampaknya ke Indonesia
Bukan Pelangi Biasa,...
Bukan Pelangi Biasa, Ini Fakta Awan Warna-Warni di Jonggol Menurut Ahli IPB
Rekomendasi
Posisi Iran Jadi Pemenang,...
Posisi Iran Jadi Pemenang, Israel Tetap Berstatus Pecundang
Presiden Prabowo: Selamat...
Presiden Prabowo: Selamat Tahun Baru Islam 1 Muharram 1448 H
Miris, Lagu Kebangsaan...
Miris, Lagu Kebangsaan Iran Dicemooh di Piala Dunia 2026
Berita Terkini
Berpengalaman di Perang...
Berpengalaman di Perang Ukraina, Sky-Watch Luncurkan Drone Jarak Jauh RQ-70 Dainn
Pembaruan Windows 11...
Pembaruan Windows 11 Menyebabkan Serangkaian Bug Serius
Komputer Kuantum Optik...
Komputer Kuantum Optik Bakal Jadi Kebutuhan Energi AI
Meta Akui Kesalahan...
Meta Akui Kesalahan dalam Restrukturisasi AI
Mau Traveling Keluarga...
Mau Traveling Keluarga Lebih Menyenangkan? Ikuti 5 Tips ala Tika Nurjanah
Beda Jauh dengan GPS,...
Beda Jauh dengan GPS, Kenapa AirTag dan Smart Tag Sering Telat Update Lokasi?
Infografis
AS Kerahkan 15.000 Prajurit...
AS Kerahkan 15.000 Prajurit dan 100 Jet Tempur Amankan Selat Hormuz
Copyright ©2026 SINDOnews.com All Rights Reserved