Makan Batu di Luar Angkasa? Astronot Masa Depan Siap Santap Milkshake Asteroid

Sabtu, 05 Oktober 2024 - 10:04 WIB
loading...
Makan Batu di Luar Angkasa?...
Bakteri yang ditumbuhkan dari senyawa karbon di asteroid dapat diubah menjadi semacam milkshake dengan nutrisi seimbang. Foto: ist
A A A
JAKARTA - Astronot masa depan dapat menikmati makanan bergizi sempurna yang terbuat dari bakteri yang dibiakkan di asteroid yang telah dihaluskan, menghasilkan semacam milkshake atau yogurt.

Meskipun para astronot di Stasiun Luar Angkasa Internasional telah bereksperimen dengan menanam daun selada, sebagian besar makanan yang dikonsumsi di luar angkasa diangkut dari Bumi.

Hal ini akan menjadi mustahil untuk misi luar angkasa yang lebih jauh dan lebih lama. Karena itu, Joshua Pearce di Western University di Ontario, Kanada, dan rekan-rekannya memutuskan untuk menyelidiki penggunaan bakteri untuk mengubah senyawa yang mengandung karbon dari asteroid menjadi makanan yang dapat dimakan.

Mereka memang belum melakukan proses ini menggunakan asteroid sungguhan. Tetapi Pearce dan timnya telah melakukan eksperimen serupa menggunakan bakteri untuk memecah plastik dari paket ransum tentara yang tersisa.

Untuk melakukan hal tersebut, mereka memanaskan plastik tanpa adanya oksigen, sebuah proses yang disebut pirolisis, dan kemudian memberikannya ke campuran bakteri pemakan karbon.

“Ketika Anda melihat produk penguraian pirolisis yang kita tahu dapat dimakan bakteri, dan kemudian apa yang ada di asteroid, sebenarnya cukup cocok," kata Pearce. "Jadi saya pikir ini benar-benar bisa berhasil."

Bakteri kolektif tersebut akhirnya berwujud “seperti milkshake karamel”, kata Pearce, dan tim tersebut juga telah bereksperimen dengan mengeringkan zat ini untuk menghasilkan sesuatu seperti yogurt atau bahkan bubuk.

Meskipun mungkin tidak terdengar terlalu menggugah selera, Pearce mengatakan bakteri tersebut sangat cocok untuk kebutuhan manusia.

“Kami melakukan analisis nutrisi, dan ternyata itu hampir menjadi makanan yang sempurna," katanya. "Ternyata konsorsium bakteri yang kami gunakan, kurang lebih, memiliki masing-masing sepertiga untuk protein, karbohidrat, dan lemak."

Jika riset tersebut benar, maka asteroid selebar 500 meter yang mirip dengan Bennu, yang dikunjungi NASA pada 2020, dapat memberi makan antara 600 dan 17.000 astronot selama setahun, kata Pearce. Jumlah pastinya tergantung pada seberapa efisien bakteri dapat mencerna senyawa karbon asteroid.

Sayangnya, proyek makanan asteroid yang beroperasi penuh akan membutuhkan "mesin super berukuran besar" di luar angkasa, katanya.

Tetapi para peneliti berharap untuk mulai menguji ide tersebut dalam skala yang lebih kecil, dimulai dengan batu bara dan kemudian beralih ke meteorit yang telah jatuh ke Bumi, yang saat ini sedang mereka kerjakan proposalnya.

Baca Juga: Astronot Percaya Uranus Memiliki Lautan seperti Bumi

“Penelitian ini sangat mahal dan kami harus menghancurkan [meteorit], sehingga orang-orang yang mengumpulkan batu tidak senang ketika kami membuat proposal ini," kata Pearce.

Keberhasilan proses ini akan bergantung pada berapa banyak senyawa karbon di dalam asteroid yang cocok untuk makananbakteri.
(dan)
Dapatkan berita terkini dan kejutan menarik dari SINDOnews.com, Klik Disini untuk mendaftarkan diri anda sekarang juga!
Lanjut Baca Berita Terkait Lainnya
Berita Terkait
Astronot Artemis II...
Astronot Artemis II Ternyata Bawa iPhone 17 Pro Max ke Bulan
Astronot Artemis II...
Astronot Artemis II Berhasil Ungkap Sisi Tergelap Bulan
Sebuah Asteroid Menabrak...
Sebuah Asteroid Menabrak Bulan pada 2032, Dampaknya Akan Mencapai Bumi
Astronot NASA Siap Tinggalkan...
Astronot NASA Siap Tinggalkan ISS karena Masalah Kesehatan
Ilmuwan Temukan Kehidupan...
Ilmuwan Temukan Kehidupan dalam Sampel Asteroid Bennu
Diterjang Badai Debu,...
Diterjang Badai Debu, Astronot Deteksi Petir di Mars
Unik! Katy Perry Gunakan...
Unik! Katy Perry Gunakan Topeng Astronot di Met Gala 2026
Profil Pratiwi Sudarmono:...
Profil Pratiwi Sudarmono: Astronot Wanita Pertama Asia dari Indonesia yang Juga Guru Besar UI
Profil Pendidikan 4...
Profil Pendidikan 4 Astronot Artemis II: Misi Bersejarah NASA Kelilingi Bulan Setelah 54 Tahun
Rekomendasi
Berawal dari Mesin Arcade,...
Berawal dari Mesin Arcade, Talenta Muda Indonesia Juara Turnamen Dance Game Asia Pasifik
Kejagung: Sony Sanjaya...
Kejagung: Sony Sanjaya Tak Bisa Jadi Justice Collaborator Jika Menjadi Pelaku Utama
PB LEMKARI Gelar Kongres...
PB LEMKARI Gelar Kongres Luar Biasa 2026, Sempurnakan Nama dan Logo Organisasi
Berita Terkini
Adu Otak Bukan Otot:...
Adu Otak Bukan Otot: Lus Figo dan Ambisi Baru Game Mobile di Indonesia
Revolusi AI di Layar...
Revolusi AI di Layar Kaca: TV Premium LG 2026 Mengerti Logat Indonesia
Dari Bangkrut Saat Krisis...
Dari Bangkrut Saat Krisis 2008, MrBeast Kini Pimpin 1.000 Karyawan dan 500 Juta Pengikut
Saham SpaceX Ludes,...
Saham SpaceX Ludes, Rebutan Harta Karun Luar Angkasa Dimulai
Resmi Melantai, IPO...
Resmi Melantai, IPO SpaceX Cetak Sejarah dan Jadikan Elon Musk Triliuner Dunia Pertama
Kecerdasan Buatan Sedang...
Kecerdasan Buatan Sedang Mengubah Lanskap Keamanan Siber
Infografis
Ratusan Mahasiswa Asing...
Ratusan Mahasiswa Asing Berbakat Terancam Kehilangan Masa Depan di AS
Copyright ©2026 SINDOnews.com All Rights Reserved