Google Tuduh Microsoft Gunakan Cloud untuk Kunci Pelanggan
Jum'at, 27 September 2024 - 07:47 WIB
loading...
A
A
A
Pada bulan Juli lalu, Microsoft telah menyelesaikan kesepakatan antimonopoli senilai 20 juta euro dengan CISPE terkait praktik lisensi cloud mereka, yang mencegah penyelidikan lebih lanjut oleh Uni Eropa. Namun, kesepakatan ini tidak mencakup AWS, Google Cloud Platform, atau AliCloud, yang membuat kedua perusahaan tersebut merasa keberatan.
Seorang juru bicara Microsoft menyatakan bahwa mereka telah menyelesaikan kekhawatiran serupa dari penyedia cloud Eropa lainnya secara damai dan menegaskan bahwa Google tidak akan berhasil meyakinkan Komisi Eropa. "Setelah gagal meyakinkan perusahaan-perusahaan Eropa, kami berharap Google juga akan gagal meyakinkan Komisi Eropa," tegas pernyataan resmi Microsoft.
Dalam keluhannya, Google juga menuduh Microsoft telah menciptakan "vendor lock-in" dengan membatasi pilihan pelanggan dalam menggunakan produk mereka, termasuk aplikasi kolaborasi Microsoft Teams, meskipun banyak pelanggan lebih memilih produk alternatif. Ini adalah strategi yang menurut Google mirip dengan yang diterapkan Microsoft pada Azure.
Zavery mendesak regulator Eropa untuk segera mengambil tindakan. "Waktunya bertindak adalah sekarang. Jika tidak, pasar cloud akan semakin terbatas dan membatasi pilihan bagi pelanggan," ujarnya.
Seorang juru bicara Microsoft menyatakan bahwa mereka telah menyelesaikan kekhawatiran serupa dari penyedia cloud Eropa lainnya secara damai dan menegaskan bahwa Google tidak akan berhasil meyakinkan Komisi Eropa. "Setelah gagal meyakinkan perusahaan-perusahaan Eropa, kami berharap Google juga akan gagal meyakinkan Komisi Eropa," tegas pernyataan resmi Microsoft.
Dalam keluhannya, Google juga menuduh Microsoft telah menciptakan "vendor lock-in" dengan membatasi pilihan pelanggan dalam menggunakan produk mereka, termasuk aplikasi kolaborasi Microsoft Teams, meskipun banyak pelanggan lebih memilih produk alternatif. Ini adalah strategi yang menurut Google mirip dengan yang diterapkan Microsoft pada Azure.
Zavery mendesak regulator Eropa untuk segera mengambil tindakan. "Waktunya bertindak adalah sekarang. Jika tidak, pasar cloud akan semakin terbatas dan membatasi pilihan bagi pelanggan," ujarnya.
(wbs)
Lihat Juga :