Kamera Citra Udara Ungkap Keberadaan Kota Hantu di Samudra Pasifik

Senin, 23 September 2024 - 17:43 WIB
loading...
Kamera Citra Udara Ungkap...
Kota Hantu di Samudra Pasifik. FOTO/ WION NEWS
A A A
MANILA - Kota hantu Nan Madol, yang tersembunyi di tengah Samudra Pasifik , dulunya memiliki jaringan teras irigasi yang memasok air tawar ke seluruh kota.

BACA JUGA - Samudra Atlantik Meluas, Ini Penyebabnya

Survei udara dengan laser presisi telah mengungkap betapa majunya kota hantu Nan Madol saat pertama kali berdiri dan kota itu sekarang tersembunyi di tengah Samudra Pasifik.

Dikenal juga sebagai 'Venesia dari Pasifik', kota batu megalitik ini terkadang dibandingkan dengan Atlantis yang mistis dan kini para peneliti tengah mengerahkan seluruh energi mereka untuk mengungkap reruntuhan Nan Madol saat mereka mengadopsi rencana untuk melestarikannya sebagai Situs Warisan Dunia UNESCO.

Survei udara yang dilakukan dengan menggunakan pemetaan laser LiDAR atau 'Light Detection and Ranging' mengungkap "bentang alam fitur budidaya yang canggih dan luas yang tersembunyi di bawah vegetasi Pulau Temwen."

Penemuan ini menulis ulang sejarah budaya Kepulauan Pasifik dan menjelaskan bagaimana masyarakat, yang diyakini bergantung pada kekayaan alam tropis dan penangkapan ikan untuk memenuhi kebutuhan hidup, benar-benar terlibat dalam perencanaan pertanian yang canggih.

Tim peneliti internasional mencatat bahwa "LiDAR dapat mengungkap seluruh bentang alam arkeologi yang tersembunyi di bawah vegetasi lebat. Hal itu telah menyebabkan perbandingannya dengan penanggalan radiokarbon sebagai kemajuan teknologi yang luar biasa dalam arkeologi."

Para ilmuwan, yang dipimpin oleh Yayasan Penelitian dan Pengelolaan Situs Budaya (CSRM) Baltimore , memetakan jaringan teras irigasi yang dulunya memasok air tawar di Nan Madol dan di dedaunan tropisnya yang lebat tempat masih banyak reruntuhan yang tersembunyi.

Para arkeolog meyakini bahwa Nan Madol merupakan kota terkemuka dari tahun 1100 hingga 1628 M dan kemundurannya dimulai dengan jatuhnya raja-raja Saudeleur setempat pada abad ke-17.

Kepala proyek Dr. Douglas Comer berkata, "Konsensus di antara para arkeolog adalah bahwa tidak ada intensifikasi pertanian di Mikronesia melalui sistem lapangan formal."

Tim Dr. Comer, saat bekerja sama dengan Perguruan Tinggi Mikronesia setempat, bersama dengan Stanford, Laboratorium Nasional Sandia, dan lain-lain, telah mempertanyakan gagasan lama tentang budaya mana yang tumbuh subur dengan 'sukun' (Artocarpus altilis) yang difermentasi.

Dalam rilis Departemen Luar Negeri AS, ia mengatakan bahwa "sistem irigasi yang sangat rumit yang meliputi pulau Temwen" mengisyaratkan keberadaan pertanian akar talas yang awal dan canggih.

“Kompleksitas tersebut sesuai dengan apa yang diamati pada gambar LiDAR Temwen,” katanya.
(wbs)
Dapatkan berita terkini dan kejutan menarik dari SINDOnews.com, Klik Disini untuk mendaftarkan diri anda sekarang juga!
Lanjut Baca Berita Terkait Lainnya
Berita Terkait
Misteri Bangunan Berhantu...
Misteri Bangunan Berhantu Terungkap dan Ini Fakta Mengejutkannya
Bekas Kutukan Berusia...
Bekas Kutukan Berusia 200 Juta Tahun Terlihat di Gurun Amerika
Sisa-sisa Abu Manusia...
Sisa-sisa Abu Manusia Bertebaran, Tempat Kremasi Tertua di Dunia Ditemukan
Penemuan Struktur Raksasa...
Penemuan Struktur Raksasa Misterius di Segitiga Bermuda Jadi Teka-teki Terbaru
90 Tahun Jadi Rahasia,...
90 Tahun Jadi Rahasia, Trump Minta Misteri Hilangnya Pilot Amelia Earhart Dibuka
Benarkah Struktur Aneh...
Benarkah Struktur Aneh di Bawah Laut Jepang Piramida? Berikut Keganjilannya
Hantu Ditendang Keluar...
Hantu Ditendang Keluar dari Ruang Sidang Parlemen Italia
Nasib Nauru: Dulu Negara...
Nasib Nauru: Dulu Negara Terkaya, Sekarang Jual Kewarganegaraan demi Bertahan Hidup
Struktur Misterius Ditemukan...
Struktur Misterius Ditemukan di dalam Perut Bumi
Rekomendasi
Tepis Isu Menguntungkan...
Tepis Isu Menguntungkan Kapolri, Pakar: UU Polri Baru Berpihak pada Kepentingan Publik
Perdana, Danantara Terbitkan...
Perdana, Danantara Terbitkan Obligasi Global Senilai USD1,5 Miliar
Kajian 13 Proyek Hilirisasi...
Kajian 13 Proyek Hilirisasi Rampung Juli, Nilainya Ditaksir Capai Rp239 Triliun
Berita Terkini
Kecerdasan Buatan Sedang...
Kecerdasan Buatan Sedang Mengubah Lanskap Keamanan Siber
Instagram Down Massal,...
Instagram Down Massal, Benarkah Sengaja Diblokir karena Demo Mahasiswa?
Anthropic AI Claude...
Anthropic AI Claude Hasilkan Lebih dari 80 Persen Kode Baru
5 Cara Memilih Tempat...
5 Cara Memilih Tempat Top Up Game yang Terpercaya, AntiScam!
Desain Elegan Minimalis...
Desain Elegan Minimalis ASUS ROG Zephyrus G16 GU606 Nyaman untuk Kerja dan Gaming
Google Luncurkan Gemini...
Google Luncurkan Gemini 3.5 Live Translate, Terjemahkan Bahasa secara Real-time
Infografis
Daftar Skuad Timnas...
Daftar Skuad Timnas Mesir di Piala Dunia 2026, Mohamed Salah Ujung Tombak
Copyright ©2026 SINDOnews.com All Rights Reserved