Bagaimana Perangkat Elektronik Jadul Jadi Senjata Mematikan: Pelajaran dari Kasus Hizbullah

Senin, 23 September 2024 - 14:06 WIB
loading...
A A A
"Saya dapat memberi tahu Anda bahwa memasukkan sedikit bahan peledak ke dalam radio bukanlah hal yang sulit."

Tanggapan Perusahaan yang Terlibat

Perusahaan-perusahaan yang produknya terlibat dalam serangan ini, seperti Gold Apollo dari Taiwan dan Icom dari Jepang, telah memberikan tanggapan beragam. Gold Apollo menyalahkan pemegang lisensi mereka di Eropa, sementara Icom menyatakan bahwa walkie-talkie yang digunakan kemungkinan besar adalah produk palsu.

Menteri Ekonomi Taiwan Kuo Jyh-huei juga mengatakan bahwa komponen yang digunakan dalam pager yang meledak di Lebanon tidak dibuat di Taiwan.

Penyelidikan awal oleh pihak berwenang Lebanon terhadap perangkat tersebut menemukan bahwa bahan peledak tersebut ditanam sebelum tiba di negara tersebut, menurut sebuah surat kepada Dewan Keamanan PBB oleh misi Lebanon untuk PBB.

Kerentanan Rantai Pasokan Asia
Bagaimana Perangkat Elektronik Jadul Jadi Senjata Mematikan: Pelajaran dari Kasus Hizbullah

Pakar teknologi David Fincher menjelaskan bahwa rantai pasokan di Asia, terutama di pusat-pusat manufaktur besar seperti China, sangat rentan terhadap pemalsuan dan manipulasi.

Barang Palsu dan Manufaktur Ilegal

Pasar gelap teknologi lama di Asia dipenuhi dengan produk palsu dan komponen tiruan. Hal ini memudahkan pihak-pihak yang tidak bertanggung jawab untuk menyusup ke dalam rantai pasokan dan memodifikasi perangkat elektronik untuk tujuan jahat.

Lebih dari 7% perusahaan di Jepang melaporkan kerugian bisnis akibat produk palsu pada tahun 2020, menurut laporan terbaru yang tersedia dari Kantor Paten Jepang, dengan sekitar sepertiga kasus terkait dengan China.

Icom telah mendesak agar pelanggan hanya menggunakan jaringan distributor resminya untuk memastikan mereka membeli produk asli.
Halaman :
Dapatkan berita terkini dan kejutan menarik dari SINDOnews.com, Klik Disini untuk mendaftarkan diri anda sekarang juga!
Lanjut Baca Berita Terkait Lainnya
Berita Terkait
Laboratorium Bahan Peledak...
Laboratorium Bahan Peledak Terbesar di Dunia Beroperasi di Texas
Belajar dari Iran, Hizbullah...
Belajar dari Iran, Hizbullah Ciptakan Drone Murah untuk Serang Israel
Ini Kecanggihan Bom...
Ini Kecanggihan Bom GBU-57 AS yang Diragukan Trump Bisa Hancurkan Iran
Spesifikasi Bom MK-84,...
Spesifikasi Bom MK-84, Bom Seberat 1 ton yang Dikirim Trump untuk Israel
Potret Kehidupan Masyarakat...
Potret Kehidupan Masyarakat Hiroshima-Nagasaki sebelum Dijatuhi Bom Atom oleh Amerika
Ancaman Bom Palsu Bertebaran...
Ancaman Bom Palsu Bertebaran di Medsos, Jagat Maya India Siaga 1
Desa-desa Kristen Lebanon...
Desa-desa Kristen Lebanon Tolak Klaim Pencaplokan Netanyahu: Sama Sekali Salah
Hamas dan Hizbullah...
Hamas dan Hizbullah Jadi Tamu Istimewa pada Pemakaman Khamenei
Militer Israel Akhiri...
Militer Israel Akhiri Misi Brigade Givati di Lebanon Selatan setelah 8 Bulan
Rekomendasi
Komitmen Berkelanjutan,...
Komitmen Berkelanjutan, Tracon Industri Kolaborasi Tanam 500 Mangrove di Karawang
Volkswagen Group Akan...
Volkswagen Group Akan Hentikan Produksinya Setengah pada 2030
Modi Incar Harta Karun...
Modi Incar Harta Karun Terlarang Australia demi Terangi Negaranya
Berita Terkini
China Ciptakan Baterai...
China Ciptakan Baterai Nuklir yang Bisa Bertahan Ribuan Tahun
Kontroversi Meletus...
Kontroversi Meletus antara Apple dan OpenAI, Apakah Itu?
Membawa Udara Bersih...
Membawa Udara Bersih ke Dalam Rumah, Bentuk Kepedulian Terbaik Saat Polusi Melanda
Berbasis Open Source,...
Berbasis Open Source, Equnix Dorong Ekosistem PostgreSQL
Membongkar Otak Rudal...
Membongkar Otak Rudal Barracuda-500M yang Supercerdas
Anak Muda Bingung Pilih...
Anak Muda Bingung Pilih Kripto atau Saham? Begini Kata Para Praktisi
Infografis
Perjalanan Karier Mpok...
Perjalanan Karier Mpok Alpa, dari Video Viral hingga Jadi Presenter
Copyright ©2026 SINDOnews.com All Rights Reserved