Teknologi AI yang Tidak Mengandalkan Perintah Manusia Dikenalkan
Jum'at, 20 September 2024 - 21:39 WIB
loading...
Teknologi AI kini tak mengandalkan perintah manusia. FOTO/ THE VERGE
A
A
A
BANDUNG - Teknologi AI (kecerdasan buatan) yang tidak sepenuhnya bergantung pada perintah manusia adalah konsep yang semakin berkembang, dan kini inovasi terbaru ini diperkenalkan Salesforce (NYSE: CRM), platform CRM berbasis AI meluncurkan Agenforce.
BACA JUGA - Dokumen Algoritma Bocor, Cara Google Tentukan Peringkat Website Terkuak
Agen AI Agentforce dapat menganalisis data, mengambil keputusan secara otonom, dan mengeksekusi sejumlah pekerjaan seperti menjawab pertanyaan pelanggan, melakukan kualifikasi penjualan yang potensial, dan mengoptimalkan kampanye marketing.
Dengan menggunakan Agentforce, tiap organisasi dapat membangun, melakukan kustomisasi, dan meluncurkan agen sendiri untuk setiap aktivitas, apapun sektor industrinya. Agen-agen berbasis AI adalah masa depan dari teknologi AI, dan Salesforce menghadirkannya hari ini.
“Agentforce menjadi representasi hadirnya Gelombang Ketiga dari AI, melampaui teknologi copilots menuju suatu era baru yang ditandai dengan agen-agen cerdas dengan keakuratan tinggi dan minim respons yang menyesatkan (low-hallucination),” ujar Marc Benioff, Chair and CEO, Salesforce.
BACA JUGA - Dokumen Algoritma Bocor, Cara Google Tentukan Peringkat Website Terkuak
Agen AI Agentforce dapat menganalisis data, mengambil keputusan secara otonom, dan mengeksekusi sejumlah pekerjaan seperti menjawab pertanyaan pelanggan, melakukan kualifikasi penjualan yang potensial, dan mengoptimalkan kampanye marketing.
Dengan menggunakan Agentforce, tiap organisasi dapat membangun, melakukan kustomisasi, dan meluncurkan agen sendiri untuk setiap aktivitas, apapun sektor industrinya. Agen-agen berbasis AI adalah masa depan dari teknologi AI, dan Salesforce menghadirkannya hari ini.
“Agentforce menjadi representasi hadirnya Gelombang Ketiga dari AI, melampaui teknologi copilots menuju suatu era baru yang ditandai dengan agen-agen cerdas dengan keakuratan tinggi dan minim respons yang menyesatkan (low-hallucination),” ujar Marc Benioff, Chair and CEO, Salesforce.
Lihat Juga :