Selain Nuklir, Ini Teknologi China yang Ditakuti AS
Jum'at, 20 September 2024 - 18:28 WIB
loading...
A
A
A
Meski begitu, Tiongkok pada tahun lalu mengerahkan lebih banyak robot industri dibandingkan gabungan seluruh negara lain, sehingga akan berdampak besar pada perekonomian manufaktur mereka.
Untuk semikonduktor, Tiongkok tertinggal dua hingga lima tahun dari para pemimpin global. Huawei Technologies, yang telah dikenakan sanksi keras oleh AS sejak tahun 2020, masih mampu meluncurkan ponsel pintar dengan chip canggih buatan dalam negeri tahun lalu, yang mengejutkan Washington.
Untuk mempertahankan posisi teknologi mereka, Departemen Perdagangan AS pada bulan September mengumumkan kontrol ekspor baru pada komputasi kuantum dan alat pembuatan chip yang canggih.
Hal ini merupakan langkah lebih lanjut setelah sanksi pada tahun 2022 yang membatasi akses Tiongkok terhadap chip komputasi canggih dan mengekang kemampuan mereka untuk memproduksi semikonduktor.
Meski ada pembatasan, perusahaan China seperti Huawei masih mampu bersaing. Perusahaan AS seperti Nvidia telah menciptakan versi chip yang lebih rendah untuk pasar Tiongkok, yang menunjukkan betapa pentingnya pasar tersebut.
China menyumbang sekitar 17 persen pendapatan Nvidia pada tahun yang berakhir Januari, meskipun jumlah ini telah menurun dibandingkan dua tahun sebelumnya.
Menurut mantan pejabat kebijakan teknologi di Departemen Luar Negeri AS, Rick Switzer, mengingatkan bahwa AS perlu mengintensifkan upaya dalam melindungi keunggulan teknologinya.
Untuk semikonduktor, Tiongkok tertinggal dua hingga lima tahun dari para pemimpin global. Huawei Technologies, yang telah dikenakan sanksi keras oleh AS sejak tahun 2020, masih mampu meluncurkan ponsel pintar dengan chip canggih buatan dalam negeri tahun lalu, yang mengejutkan Washington.
Untuk mempertahankan posisi teknologi mereka, Departemen Perdagangan AS pada bulan September mengumumkan kontrol ekspor baru pada komputasi kuantum dan alat pembuatan chip yang canggih.
Hal ini merupakan langkah lebih lanjut setelah sanksi pada tahun 2022 yang membatasi akses Tiongkok terhadap chip komputasi canggih dan mengekang kemampuan mereka untuk memproduksi semikonduktor.
Meski ada pembatasan, perusahaan China seperti Huawei masih mampu bersaing. Perusahaan AS seperti Nvidia telah menciptakan versi chip yang lebih rendah untuk pasar Tiongkok, yang menunjukkan betapa pentingnya pasar tersebut.
China menyumbang sekitar 17 persen pendapatan Nvidia pada tahun yang berakhir Januari, meskipun jumlah ini telah menurun dibandingkan dua tahun sebelumnya.
Menurut mantan pejabat kebijakan teknologi di Departemen Luar Negeri AS, Rick Switzer, mengingatkan bahwa AS perlu mengintensifkan upaya dalam melindungi keunggulan teknologinya.
(wbs)
Lihat Juga :