Solusi Dampak Perubahan Iklim, Samudra Pasifik Bakal Diisi Besi

Jum'at, 20 September 2024 - 10:05 WIB
loading...
Solusi Dampak Perubahan...
Sesuai rencana para peneliti, besi akan dilepaskan di area seluas 3.800 mil persegi di Pasifik timur laut pada 2026. Foto/Wionews
A A A
JAKARTA - Para ilmuwan berinovasi untuk solusi mengatasi perubahan iklim , yaitu mengisi Samudra Pasifik dengan besi. Teknik ini dikenal sebagai pemupukan besi laut (OIF).

Dalam proses ini, bubuk besi diisi di permukaan laut untuk merangsang pertumbuhan tanaman laut fitoplankton. Tanaman laut ini lalu menyerap karbon dioksida dan mengurungnya di lautan.

Menurut model komputer, jika dua juta ton besi dilepaskan ke laut setiap tahun, proses ini akan menghilangkan sekitar 50 miliar ton karbondioksida pada 2100.

Sesuai rencana para peneliti, besi akan dilepaskan di area seluas 3.800 mil persegi di Pasifik timur laut pada 2026. Saat ini, para ilmuwan di organisasi nirlaba Exploring Ocean Iron Solutions (ExOIS) telah meneliti ide menyebarkan besi sulfat di area-area yang kekurangan nutrisi.

Baca Juga: Inovasi Mengatasi Perubahan Iklim Melalui Teknologi

Wionews melansir, Jumat (20/9/2024) kelangkaan nutrisi ini terpantau tinggi di Samudra Pasifik timur laut yang membentang dari pantai barat Amerika Utara dan Selatan hingga pantai timur Asia dan ke atas hingga Arktik.

Menurut para ilmuwan, distribusi besi di area-area ini akan meningkatkan pertumbuhan fitoplankton dan mengurangi karbon dioksida dari atmosfer untuk tahun-tahun mendatang.

Para peneliti menyarankan agar mendistribusikan besi sulfat di lautan akan membantu membatasi pemanasan global hingga 1.482 derajat Celcius.

Pengisian besi dapat menciptakan 'zona mati' di laut. Para ahli memperingatkan bahwa besi dapat menyebabkan penipisan nutrisi yang diperlukan untuk kehidupan laut dan membunuh beberapa jaring makanan di lautan.

Baca Juga: Bangsa Viking Pun Tersingkir Akibat Perubahan Iklim

Para ilmuwan kini sedang mencari cara untuk mengubah besi menjadi bentuk bubuk sehingga dapat larut dalam air dengan mudah dan kemudian tersebar di area-area target lautan.

Meskipun proses ini telah mencapai beberapa keberhasilan dalam eksperimen sebelumnya, para peneliti telah mengungkapkan kekhawatiran mereka tentang bagaimana penyebaran besi dapat berdampak negatif pada beberapa bagian ekosistem lautan.

"Kemungkinan besar pemupukan besi akan memengaruhi sesuatu yang tidak benar-benar kita pahami," kata ahli kelautan dalam Lisa Levin kepada Scientific American.

Para ilmuwan khawatir penyebaran besi dapat menciptakan zona mati yang memungkinkan pertumbuhan alga yang menghirup semua oksigen di dalam air dan membunuh makhluk hidup lainnya.
(msf)
Dapatkan berita terkini dan kejutan menarik dari SINDOnews.com, Klik Disini untuk mendaftarkan diri anda sekarang juga!
Lanjut Baca Berita Terkait Lainnya
Berita Terkait
WMO: Kawasan Arab Menghangat...
WMO: Kawasan Arab Menghangat Dua Kali Lebih Cepat dari Rata-Rata Global
Hewan Semakin Menderita...
Hewan Semakin Menderita seperti Manusia Akibat Degradasi Lingkungan
Temuan OECD: Sampah...
Temuan OECD: Sampah Plastik Asia Meningkat 70% pada Tahun 2050
Gelombang Panas Ekstrem...
Gelombang Panas Ekstrem Picu Darurat Iklim Global
Pendidikan Iklim Sejak...
Pendidikan Iklim Sejak Dini: Italia Wajibkan, Indonesia Baru Punya Oase di Semarang
Panas Ekstrem di Indonesia...
Panas Ekstrem di Indonesia Bakal Berlangsung Lebih Lama
Ketika Bumi Berhenti...
Ketika Bumi Berhenti Bersabar
Pakar ITB Soroti Tantangan...
Pakar ITB Soroti Tantangan Sistem Kelistrikan dalam Menghadapi Perubahan Iklim
Pramono Jadi Wakil Ketua...
Pramono Jadi Wakil Ketua C40 Cities, Fahira Idris: Dunia Akui Peran Strategis Jakarta
Rekomendasi
MNC Sekuritas Bekali...
MNC Sekuritas Bekali Mahasiswa UPJ Edukasi Pasar Modal dalam Acara Jaya Investment Week 2026
Alasan Said Iqbal Bersedia...
Alasan Said Iqbal Bersedia Dilantik Prabowo Jadi Penasihat Khusus Presiden
Mengapa Menaikkan HET...
Mengapa Menaikkan HET Minyakita Bukan Solusi
Berita Terkini
Hadirkan Panggung Hiburan...
Hadirkan Panggung Hiburan dan Aksi Sosial, Truk SnackVideo 2026 Keliling Berbagai Daerah
BRIN Teliti Rafflesia...
BRIN Teliti Rafflesia Anambas yang Viral, Bunga Langka Jenis Baru?
RTX 5070Ti, OLED, dan...
RTX 5070Ti, OLED, dan Bola Sepak: Laptop Piala Dunia Buatan Lenovo Ini Harganya Rp62 Juta
Helikopter S-300 Tak...
Helikopter S-300 Tak Berawak Jadi Senjata Anti-kapal Selam
X Luncurkan Fitur Reaksi...
X Luncurkan Fitur Reaksi Video untuk Pengguna iOS
WhatsApp Menguji Fungsi...
WhatsApp Menguji Fungsi Fitur Lihat Sekali untuk Pesan
Infografis
Mulai Januari 2025 Gaji...
Mulai Januari 2025 Gaji Guru Non-ASN Bakal Naik Rp2 Juta
Copyright ©2026 SINDOnews.com All Rights Reserved