Senjata Beteknologi AI Bisa Ambil Keputusan untuk Membunuh Manusia
Kamis, 29 Agustus 2024 - 06:57 WIB
loading...
A
A
A
Pada tahun 2020, pasukan yang didukung pemerintah Libya mengerahkan drone Kargu-2 buatan Turki untuk memerangi milisi musuh.
Menurut laporan PBB, drone 'berburu dan menyerang' musuh dari jauh' dan memilih sasarannya sendiri.
Jumlah korban tidak diketahui namun menurut beberapa ahli, drone tersebut tidak dapat membedakan sasaran militer dan sasaran sipil.
Pada bulan Mei tahun ini, militer Amerika Serikat menguji drone otonom Triton di Libreville, Gabon dalam latihan anti-pembajakan. Ia menggunakan pemindai dan sensor beresolusi tinggi untuk mengumpulkan intelijen sendiri dan meluncurkan tindakan pencegahan.
Drone tersebut memiliki varian udara dan laut dan dapat bertahan di bawah air selama seminggu. Para ahli khawatir teknologi LAWS bisa jatuh ke tangan jaringan teroris.
Beberapa drone canggih telah hilang dalam operasi kontra-terorisme.
AS dilaporkan kehilangan tiga drone MQ-9 Reaper ke milisi Houthi di Yaman pada Mei lalu dan sebelumnya, drone MQ-1 Predator di Libya dan Nigeria.
Menurut laporan PBB, drone 'berburu dan menyerang' musuh dari jauh' dan memilih sasarannya sendiri.
Jumlah korban tidak diketahui namun menurut beberapa ahli, drone tersebut tidak dapat membedakan sasaran militer dan sasaran sipil.
Pada bulan Mei tahun ini, militer Amerika Serikat menguji drone otonom Triton di Libreville, Gabon dalam latihan anti-pembajakan. Ia menggunakan pemindai dan sensor beresolusi tinggi untuk mengumpulkan intelijen sendiri dan meluncurkan tindakan pencegahan.
Drone tersebut memiliki varian udara dan laut dan dapat bertahan di bawah air selama seminggu. Para ahli khawatir teknologi LAWS bisa jatuh ke tangan jaringan teroris.
Beberapa drone canggih telah hilang dalam operasi kontra-terorisme.
AS dilaporkan kehilangan tiga drone MQ-9 Reaper ke milisi Houthi di Yaman pada Mei lalu dan sebelumnya, drone MQ-1 Predator di Libya dan Nigeria.
(wbs)
Lihat Juga :