Indonesia Produksi Senjata Senyap Pelumpuh Drone, Sudah Teruji di IKN
Rabu, 21 Agustus 2024 - 13:32 WIB
loading...
A
A
A
Dukungan teknis dan kesiapan purnajual dalam negeri yang dimiliki, SPS-1 dan Maung MV3 Mobile Jammer diklaim mampu memperkuat pertahanan negara dari gangguan dan ancaman drone ilegal, juga sebagai upaya mewujudkan kemandirian alutsista.
VP Inovasi PT Pindad Prima Kharisma ikut menjelaskan proses pengembangan dan keunikan sistem pertahanan didalamnya yang terintegrasi.
"Produk ini merupakan jenis varian kombinasi yang belum pernah dikembangkan sebelumnya di dunia, bisa dibilang original desain from Indonesia yang proses pengembangan kendaraannya, senjatanya, dan komponen jammer terintegrasi menjadi satu sistem kesatuan pertahanan anti-drone " ujar Prima.
![Indonesia Produksi Senjata Senyap Pelumpuh Drone, Sudah Teruji di IKN]()
SPS-1 dioperasikan oleh 1 orang personel, andal untuk mobilitas tinggi karena melekat pada senjata, bertenaga baterai sehingga tidak tergantung kepada power system static. SPS-1 memiliki kemampuan menetralisir ancaman drone dengan 2 metode, pertama soft kill untuk menonaktifkan drone yang mengancam dengan menutup akses kendali pada jarak 500 meter.
Hard kill yang bersifat destruktif atau menghancurkan drone pada jarak 150 meter. Senjata ini didesain mengikuti perkembangan teknologi terkini dan merupakan hasil penyesuaian dengan kebutuhan pengguna.
VP Inovasi PT Pindad Prima Kharisma ikut menjelaskan proses pengembangan dan keunikan sistem pertahanan didalamnya yang terintegrasi.
"Produk ini merupakan jenis varian kombinasi yang belum pernah dikembangkan sebelumnya di dunia, bisa dibilang original desain from Indonesia yang proses pengembangan kendaraannya, senjatanya, dan komponen jammer terintegrasi menjadi satu sistem kesatuan pertahanan anti-drone " ujar Prima.

SPS-1 dioperasikan oleh 1 orang personel, andal untuk mobilitas tinggi karena melekat pada senjata, bertenaga baterai sehingga tidak tergantung kepada power system static. SPS-1 memiliki kemampuan menetralisir ancaman drone dengan 2 metode, pertama soft kill untuk menonaktifkan drone yang mengancam dengan menutup akses kendali pada jarak 500 meter.
Hard kill yang bersifat destruktif atau menghancurkan drone pada jarak 150 meter. Senjata ini didesain mengikuti perkembangan teknologi terkini dan merupakan hasil penyesuaian dengan kebutuhan pengguna.
Lihat Juga :