Zona Megathrust di Indonesia Berpotensi Picu Tsunami, Ini Titik-titiknya

Selasa, 20 Agustus 2024 - 21:40 WIB
loading...
Zona Megathrust di Indonesia...
Zona Megathrust di Indonesia. FOTO/ IFL SCIENCE
A A A
JAKARTA - Zona megathrust di Indonesia merupakan area seismik yang sangat aktif dan berpotensi menyebabkan gempa bumi besar. Indonesia terletak di pertemuan tiga lempeng tektonik utama yakni Lempeng Indo-Australia, Lempeng Eurasia, dan Lempeng Pasifik.

BACA JUGA - 5 Ciri Gempa Megathrust, Gempa Bumi dengan Kekuatan Paling Dahsyat

Artinya Indonesia salah satu lokasi dengan risiko gempa bumi dan tsunami yang tinggi. Zona megathrust ini adalah area di mana dua lempeng tektonik saling bertabrakan, dan salah satu lempeng (biasanya lempeng samudera) menyelam di bawah lempeng benua atau lempeng lainnya.

Penyelidik Bumi Ahli Madya Badan Geologi, Yudhicara menyatakan, jika zona megathrust adalah zona subduksi yang berada pada zona seismogenik yang memiliki lebar 50-150 Km.

Hal itu disampaikan Yudhicara saat menjadi narasumber dalam webinar bertajuk 'Waspada Gempa Megathrust' yang digelar Departemen Teknik Geofisika ITS bekerja sama dengan PVMBG, U-INSPIRE dan IAGI, Selasa (20/8/2024).

"Zona megathrust adalah zona subduksi yang berada pada zona seismogenik yang memiliki lebar 50-150 Km, yang dimulai kedalaman batas atas dari zona seismogenik yaitu sekitar 5-10 Km dan biasanya memiliki suhu sekitar 100-150 derajat celcius," ucap Yudhicara.

"Dan batas bawah pada kedalaman 25-55 Km di bawah permukaan dasar laut, biasanya memiliki suhu sekitar 350-450 derajat celceius atau dikontrol oleh baji serpentinisasi," tambahnya.

Yudhicara menyebut, beberapa studi menguhubungkan gempa besar sepanjang megathrust dengan kecepatan konvergem, umur lempeng, suplai sedimen, morfologi dasar laut dan pemekaran busur belakang.

"Variabel yang mempengaruhi stabil atau tidak stabil proses penunjaman lempeng antara lain efektifitas normal stress, suhu dari pemanasan gesekan, sifat material seperti komposisi batuan dan sedimen, permiabilitas dan kekasaran permukaan lempang yang menunjam," katanya.

Menurutnya, kompleksitas sifat geser megathrust lebih menonjol di kedalaman kurang dari 15 Km di bawah dasar laut.

"Rasio slip seismik dan aseismik tinggi, variasi adanya sedimen yang mengeras, cairan yang dikeluarkan, struktur batimetri yang kasar pada lempeng subduksi, struktur kompleks dari prisma akrese dan kerentanan terhadap laju regangan tinggi," jelasnya.

"Struktur batimetri, sedimen, tekanan air pori dan laju regangan semuanya berperan dalam perilaku seismik," lanjutnya.

Yudhicara mengatakan, gempa megathrust pernah terjadi beberapa kali di Indonesia. Sedikitnya, ada delapan daerah yang pernah merasakan gempa megathrust ini.

"Di antaranya Aceh 2024 dengan kedalaman 13,5. Kemudian di Nias dengan kedalaman 30,5 Km. Lalu Mentawai dengan kedalaman 20,1 Km. Ada Bengkulu dengan kedalaman 30,5 Km," imbuhnya.

"Kemudian ada Pangandaran dengan kedalaman 11,5 Km. Lalu Banyuwangi dengan kedalaman 11,5 Km. Kemudan ada Sumba dengan kedalaman 25 Km dan Biak dengan kedalaman 11,5 Km," tandasnya.
(wbs)
Dapatkan berita terkini dan kejutan menarik dari SINDOnews.com, Klik Disini untuk mendaftarkan diri anda sekarang juga!
Lanjut Baca Berita Terkait Lainnya
Berita Terkait
Fenomena Titik Dingin...
Fenomena Titik Dingin Atlantik Utara Terdeteksi, Tanda-tanda Bumi Sekarat Kian Nyata
Gerhana Matahari Total...
Gerhana Matahari Total Terlama Abad Ini Akan Segera Terjadi
Tanda-tanda Lempeng...
Tanda-tanda Lempeng Tektonik Baru Lahir di Afrika Ditemukan
Suhu Air Laut Meningkat,...
Suhu Air Laut Meningkat, Ahli Prediksi El Nino Super Bakal Terjadi
Manusia Memperlambat...
Manusia Memperlambat Putaran Rotasi Bumi, Ini Buktinya
ESA Menyelidiki Bola...
ESA Menyelidiki Bola Api Misterius yang Menerangi Langit Eropa
Gempa Magnitudo 6,7...
Gempa Magnitudo 6,7 Guncang Sulteng, 1 Warga Sigi Meninggal Dunia
71 Kali Gempa Susulan...
71 Kali Gempa Susulan Terjadi Pascagempa Besar M6,7 di Palu Sulteng
BMKG Pantau Potensi...
BMKG Pantau Potensi Likuefaksi usai Gempa Besar M6,7 di Palu Sulteng
Rekomendasi
Aliansi BEM Bersatu...
Aliansi BEM Bersatu Endus Dugaan Keterlibatan Politikus PDIP dalam Aksi Tolak MBG
KAMMI Sesalkan Pembubaran...
KAMMI Sesalkan Pembubaran Forum Diskusi di UGM
Bonatua Silalahi Ungkap...
Bonatua Silalahi Ungkap Kejanggalan di Fotokopi Ijazah Jokowi: Tak Ada Tanggal Legalisir, Melanggar Peraturan
Berita Terkini
NASA Temukan Planet...
NASA Temukan Planet Raksasa dengan Suhu seperti di Bumi dan Dipenuhi Gas Metana
Mengapa iPhone 11 Masih...
Mengapa iPhone 11 Masih Didukung iOS 27? Ini Jawabannya
Berpengalaman di Perang...
Berpengalaman di Perang Ukraina, Sky-Watch Luncurkan Drone Jarak Jauh RQ-70 Dainn
Pembaruan Windows 11...
Pembaruan Windows 11 Menyebabkan Serangkaian Bug Serius
Padukan Semangat Sepak...
Padukan Semangat Sepak Bola dan Teknologi, Lexar Rilis Seri Penyimpanan Resmi AFA Berdesain Ikonik Nomor 10
Komputer Kuantum Optik...
Komputer Kuantum Optik Bakal Jadi Kebutuhan Energi AI
Infografis
10 Universitas Terbaik...
10 Universitas Terbaik di Indonesia Versi THE Asia University Rankings 2026
Copyright ©2026 SINDOnews.com All Rights Reserved