Profil Colin Huang, Pendiri E-Commerce Temu yang Kini Jadi Orang Terkaya di China

Jum'at, 16 Agustus 2024 - 16:00 WIB
loading...
A A A
Semua itu, bersama dengan China yang mencabut kebijakan nol-Covid pada Desember 2022, telah mendorong lonjakan valuasi PDD.
Pada November 2023, perusahaan ini melampaui Alibaba untuk pertama kalinya menjadi perusahaan internet terbesar kedua di China dan kedua pesaing tersebut telah bersaing ketat sejak saat itu.

Jam Kerja yang Berat

Namun, pertumbuhan yang sangat cepat ini telah menarik perhatian di dalam dan luar negeri. Bahkan setelah penyelidikan terhadap kondisi kerja menyusul kematian seorang karyawan pada 2021, PDD terus menuntut agar karyawan bekerja dari pukul 11 pagi hingga 11 malam, enam hari seminggu, ditambah lembur.

Ini adalah variasi dari budaya "996" industri, yang dihindari oleh perusahaan seperti ByteDance dan Alibaba setelah pengawasan ketat dari Beijing.

Penawaran Temu yang sangat murah juga menyebabkan frustrasi yang meningkat di antara beberapa pedagang dan penjual pihak ketiga, yang merasa raksasa e-commerce ini semakin memeras mereka untuk mendapatkan pendapatan.

Dampaknya adalah serangkaian demonstrasi. Ratusan pemasok kecil meneriakkan slogan-slogan di luar kantor cabang Temu di Guangzhou untuk memprotes terhadap apa yang mereka sebut hukuman tidak adil yang dikenakan perusahaan.

Baca Juga: Merugi Rp9,5 Triliun, Grup GoTo Unjuk Gigi di Pameran Ecommerce China

Di tempat lain, AS juga memperhatikan pertumbuhan Temu yang pesat. Perusahaan saat ini memanfaatkan celah perdagangan yang memungkinkan pengiriman bebas bea hingga USD800 ke AS, dengan mengirimkan paket kecil dari gudangnya di China ke individu Amerika. Para pelobi sedang mendorong agar ambang batas tersebut diturunkan menjadi USD10.

Namun, PDD telah terlibat dalam kampanye promosi yang agresif, termasuk menghabiskan jutaan dolar untuk iklan Temu selama 30 detik di Super Bowl. Mereka juga memiliki spanduk yang menarik di situs web Temu, termasuk, antara lain: "Shop Like a Billionaire".

“Temu saat ingin terus bertumbuh," kata Saunders. "Menarik orang ke situs, membuat mereka berbelanja. Kemudian jika mereka menjadi lebih kecanduan, mungkin mereka mulai lebih toleran jika kita menaikkan harga sedikit. Jadi saya pikir untuk Temu, ini adalah era perebutan lahan,”beberSaunders.
(dan)
Dapatkan berita terkini dan kejutan menarik dari SINDOnews.com, Klik Disini untuk mendaftarkan diri anda sekarang juga!
Lanjut Baca Berita Terkait Lainnya
Berita Terkait
Temu: E-commerce dengan...
Temu: E-commerce dengan 850 Juta Pengguna Dilarang di Indonesia!
Inilah Colin Huang,...
Inilah Colin Huang, Taipan Internet Terkaya di China
Duit Rp225,6 Triliun...
Duit Rp225,6 Triliun Raib, Miliarder Temu Colin Huang Kehilangan Gelar Orang Terkaya China
Temu Pedagang Aksesmu...
Temu Pedagang Aksesmu 2024 di Semarang, Perkuat Komitmen Dukung UMKM Indonesia
Salip Jack Ma, Colin...
Salip Jack Ma, Colin Huang Taipan Internet Terkaya di China
Rekomendasi
The Wall Street Journal...
The Wall Street Journal Ungkap Kemampuan Rudal Iran Lebih Unggul Dibandingkan Pertahanan Udara AS
2 Korban KM Nurul Salsa...
2 Korban KM Nurul Salsa Ditemukan dalam Keadaan Selamat, 18 Orang Masih Hilang
Viral Dua WNI Diduga...
Viral Dua WNI Diduga Disekap di Myanmar, Polri Lakukan Koordinasi
Berita Terkini
Bukan Cuma Otomatisasi,...
Bukan Cuma Otomatisasi, Fitur AI Mekari Talenta Dorong HR Jadi Mitra Strategis Bisnis
Lewat Forum CorpU Association...
Lewat Forum CorpU Association Insight, Telkom Percepat Transformasi Talenta
Uni Eropa Perintahkan...
Uni Eropa Perintahkan Google Membuka Fitur AI Android
Perkuat Jaringan di...
Perkuat Jaringan di Jatim, XLSMART Perluas 5G Blanket Coverage di 8 Kabupaten/Kota
Orang Kaya Misterius...
Orang Kaya Misterius Membeli Fosil Dinosaurus
5 Rekomendasi Laptop...
5 Rekomendasi Laptop Terbaik untuk Kerja Kantoran di Tahun 2026
Infografis
Profil Sarifah Suraidah...
Profil Sarifah Suraidah Istri Gubernur Kaltim yang Viral di Tengah Polemik Pengadaan Mobdin Rp8,5 Miliar
Copyright ©2026 SINDOnews.com All Rights Reserved