NASA Bayar SpaceX Rp13,7 Triliun untuk Hancurkan Benda Seukuran Lapangan Bola
Jum'at, 02 Agustus 2024 - 10:11 WIB
loading...
Stasiun Luar Angkasa Internasional (ISS) yang diluncurkan pada tahun 1998 usianya dianggap sudah uzur. Foto/NASA
A
A
A
JAKARTA - NASA berencana menghancurkan Stasiun Luar Angkasa Internasional (ISS) untuk kemudian digantikan dengan unit baru pada 2030. Untuk tugas ini, NASA telah memberikan kontrak senilai USD843 juta atau Rp13,7 triliun ke SpaceX .
Tugas perusahaan milik Elon Musk itu adalah mendorong stasiun ISS ke luar dari orbit dengan aman dan kembali ke Bumi. Menurut rencana NASA, kendaraan deorbit khusus milik SpaceX akan menarik ISS yang berukuran sebesar lapangan sepak bola kembali ke Bumi setelah berakhirnya masa operasionalnya pada 2030. ISS akan menghantam atmosfer Bumi dengan kecepatan lebih dari 27.500 km/jam sebelum mendarat di titik tabrakan di lautan.
"Deorbiting stasiun luar angkasa mendukung rencana NASA untuk tujuan komersial masa depan dan memungkinkan penggunaan ruang dekat Bumi terus berlanjut," kata Ken Bowersox, administrator asosiasi NASA untuk Space Operations Mission Directorate, dilansir dari Live Science, Jumat (2/8/2024).
Bagian pertama stasiun ISS diluncurkan pada tahun 1998 dan telah dihuni oleh astronot dari Amerika, Jepang, Rusia, Kanada, dan Eropa sejak tahun 2000, yang telah menyelesaikan lebih dari 3.300 eksperimen ilmiah dalam orbit dekat di atas Bumi.
Baca Juga: Stasiun Luar Angkasa Internasional Rusak Terkena Puing Luar Angkasa
Tetapi stasiun luar angkasa internasional ini sudah uzur. Kesalahan teknis dan kebocoran terus menimbulkan masalah bagi kru, dan kontrak antara lima badan antariksa nasional peserta - yang menandai era kerja sama global di bidang luar angkasa setelah berakhirnya Perang Dingin - akan berakhir pada tahun 2030.
Stasiun luar angkasa internasional juga menghadapi risiko masalah sampah luar angkasa yang semakin meningkat. Pada Kamis 27 Juni 2024, sembilan astronot di atas ISS terpaksa berlindung di kapsul kru Boeing Starliner yang berlabuh setelah ratusan potongan puing dari satelit Rusia yang hancur mengancam keselamatan stasiun luar angkasa. Para kru diizinkan kembali ke ISS setelah sekitar satu jam, dan operasi dilanjutkan seperti biasa.
Tugas perusahaan milik Elon Musk itu adalah mendorong stasiun ISS ke luar dari orbit dengan aman dan kembali ke Bumi. Menurut rencana NASA, kendaraan deorbit khusus milik SpaceX akan menarik ISS yang berukuran sebesar lapangan sepak bola kembali ke Bumi setelah berakhirnya masa operasionalnya pada 2030. ISS akan menghantam atmosfer Bumi dengan kecepatan lebih dari 27.500 km/jam sebelum mendarat di titik tabrakan di lautan.
"Deorbiting stasiun luar angkasa mendukung rencana NASA untuk tujuan komersial masa depan dan memungkinkan penggunaan ruang dekat Bumi terus berlanjut," kata Ken Bowersox, administrator asosiasi NASA untuk Space Operations Mission Directorate, dilansir dari Live Science, Jumat (2/8/2024).
Bagian pertama stasiun ISS diluncurkan pada tahun 1998 dan telah dihuni oleh astronot dari Amerika, Jepang, Rusia, Kanada, dan Eropa sejak tahun 2000, yang telah menyelesaikan lebih dari 3.300 eksperimen ilmiah dalam orbit dekat di atas Bumi.
Baca Juga: Stasiun Luar Angkasa Internasional Rusak Terkena Puing Luar Angkasa
Tetapi stasiun luar angkasa internasional ini sudah uzur. Kesalahan teknis dan kebocoran terus menimbulkan masalah bagi kru, dan kontrak antara lima badan antariksa nasional peserta - yang menandai era kerja sama global di bidang luar angkasa setelah berakhirnya Perang Dingin - akan berakhir pada tahun 2030.
Stasiun luar angkasa internasional juga menghadapi risiko masalah sampah luar angkasa yang semakin meningkat. Pada Kamis 27 Juni 2024, sembilan astronot di atas ISS terpaksa berlindung di kapsul kru Boeing Starliner yang berlabuh setelah ratusan potongan puing dari satelit Rusia yang hancur mengancam keselamatan stasiun luar angkasa. Para kru diizinkan kembali ke ISS setelah sekitar satu jam, dan operasi dilanjutkan seperti biasa.
Lihat Juga :