Mengapa Makanan di Luar Angkasa Terasa Hambar? Ini Penjelasan Ilmiahnya
Sabtu, 20 Juli 2024 - 20:00 WIB
loading...
Para astronot selama ini mengeluhkan makanan yang mereka konsumsi di luar angkasa terasa hambar. Foto/NASA
A
A
A
JAKARTA - Para astronot selama ini mengeluhkan makanan yang mereka konsumsi di luar angkasa terasa hambar. Beragam penelitian telah dilakukan untuk mencari jawaban atas masalah ini serta solusinya.
Baru-baru ini para ilmuwan dari RMIT University menemukan jawabannya setelah meneliti tentang aroma makanan. Penelitian yang diterbitkan dalam Jurnal Internasional Ilmu Pengetahuan dan Teknologi Pangan ini memiliki implikasi luas untuk meningkatkan diet orang yang terisolasi, termasuk penghuni panti jompo, dengan mempersonalisasi aroma untuk meningkatkan cita rasa makanan mereka. Penelitian sebelumnya telah menunjukkan bahwa aroma memainkan peran besar dalam cita rasa makanan.
Mulanya, tim riset menguji bagaimana persepsi orang terhadap ekstrak vanila dan almond serta minyak esensial lemon berubah dari lingkungan normal di Bumi ke pengaturan terbatas di Stasiun Luar Angkasa Internasional (ISS), yang disimulasikan untuk peserta dengan kacamata realitas virtual.
Hasilnya, kata peneliti Dr. Julia Low, aroma vanila dan almond lebih kuat di lingkungan simulasi ISS, sementara aroma lemon tidak berubah. Tim menemukan bahan kimia manis tertentu dalam aroma vanila dan almond, yang disebut benzaldehida, dapat menjelaskan perubahan persepsi, selain sensitivitas individu terhadap aroma tertentu.
Baca Juga: Menyiapkan Makanan Astronot, Dari Makanan Kering sampai Tanam Lobak di Luar Angkasa
"Perasaan kesepian dan isolasi yang lebih besar mungkin juga berperan, dan ada implikasi dari penelitian ini tentang bagaimana orang yang terisolasi mencium dan merasakan makanan," kata Low.
Baru-baru ini para ilmuwan dari RMIT University menemukan jawabannya setelah meneliti tentang aroma makanan. Penelitian yang diterbitkan dalam Jurnal Internasional Ilmu Pengetahuan dan Teknologi Pangan ini memiliki implikasi luas untuk meningkatkan diet orang yang terisolasi, termasuk penghuni panti jompo, dengan mempersonalisasi aroma untuk meningkatkan cita rasa makanan mereka. Penelitian sebelumnya telah menunjukkan bahwa aroma memainkan peran besar dalam cita rasa makanan.
Mulanya, tim riset menguji bagaimana persepsi orang terhadap ekstrak vanila dan almond serta minyak esensial lemon berubah dari lingkungan normal di Bumi ke pengaturan terbatas di Stasiun Luar Angkasa Internasional (ISS), yang disimulasikan untuk peserta dengan kacamata realitas virtual.
Hasilnya, kata peneliti Dr. Julia Low, aroma vanila dan almond lebih kuat di lingkungan simulasi ISS, sementara aroma lemon tidak berubah. Tim menemukan bahan kimia manis tertentu dalam aroma vanila dan almond, yang disebut benzaldehida, dapat menjelaskan perubahan persepsi, selain sensitivitas individu terhadap aroma tertentu.
Baca Juga: Menyiapkan Makanan Astronot, Dari Makanan Kering sampai Tanam Lobak di Luar Angkasa
"Perasaan kesepian dan isolasi yang lebih besar mungkin juga berperan, dan ada implikasi dari penelitian ini tentang bagaimana orang yang terisolasi mencium dan merasakan makanan," kata Low.
Lihat Juga :