Strategi Kontras Apple dan Microsoft dalam Memanfaatkan ChatGPT

Sabtu, 06 Juli 2024 - 09:29 WIB
loading...
Strategi Kontras Apple...
Apple dan Microsoft memainkan strategi berbeda dalam kesepakatan dengan OpenAI. Foto: Reuters
A A A
JAKARTA - Dua perusahaan teknologi terbesar dunia, Apple dan Microsoft, sama-sama memiliki hubungan erat dengan OpenAI, perusahaan di balik ChatGPT yang populer. Namun, kedua perusahaan memiliki pendekatan sangat berbeda dalam hubungan dengan OpenAI demi mendapatkan layanan AI generatif yang populer itu. Seperti apa?

Apple: Fokus pada Integrasi dan Pengalaman Pengguna
Strategi Kontras Apple dan Microsoft dalam Memanfaatkan ChatGPT

Apple mengumumkan kemitraan dengan OpenAI pada Worldwide Developers Conference (WWDC) Juni 2024 silam. Kesepakatan ini memungkinkan Apple mengintegrasikan ChatGPT ke dalam sistem operasi iPhone, iPad, dan Mac. Namun, detail mengenai kesepakatan ini masih jadi pertanyaan.

Bloomberg melaporkan, Apple dapat mengintegrasikan ChatGPT ke dalam sistem operasinya secara gratis, memberikan pengguna versi AI yang sepenuhnya dapat mereka kendalikan. Fitur AI baru Apple, yang disebut Apple Intelligence, tidak terlalu bergantung pada teknologi OpenAI.

Model AI Apple dapat membantu pengguna menulis teks, mengedit gambar, dan banyak lagi.

Meski Apple tidak mendapat keuntungan finansial langsung dari OpenAI, mereka berharap kemitraan ini akan memicu peningkatan penjualan iPhone di kalangan pengguna yang tertarik untuk mencoba fitur AI baru Apple.

Microsoft: Investasi Besar untuk Cuan Jangka Panjang
Strategi Kontras Apple dan Microsoft dalam Memanfaatkan ChatGPT

Microsoft memiliki hubungan lebih mendalam dengan OpenAI. Mereka pertama kali berinvestasi di OpenAI pada 2019 sebesar USD1 miliar, dan sejak itu telah menginvestasikan miliaran dolar lagi.

CEO Microsoft, Satya Nadella, menjalin hubungan dekat dengan OpenAI, perusahaan yang dianggap bertanggung jawab atas ledakan AI generatif.

Microsoft memiliki alasan berbeda untuk memperkuat hubungannya dengan OpenAI. Dengan investasi miliaran dolar, Nadella berharap investasi tersebut akan menghasilkan keuntungan besar bagi Microsoft. OpenAI sendiri bergantung pada divisi cloud besar Microsoft untuk mendapatkan akses ke kekuatan komputasi yang diperlukan untuk melatih dan menjalankan model bahasa besar (LLM) mereka, seperti model GPT-4 yang diluncurkan pada bulan Mei.

Baca Juga: Salip Microsoft dan Apple, Nvidia Jadi Perusahaan Paling Berharga di Dunia

Sebagai imbalannya, Microsoft mengambil hampir setengah dari keuntungan OpenAI dan berharap OpenAI suatu hari nanti dapat mengembangkan model-model ini hingga mencapai artificial general intelligence (AGI), yaitu kecerdasan buatan yang setara dengan manusia.

Namun, hubungan dekat dengan OpenAI juga memiliki risiko. Potensi LLM untuk berkembang menjadi AGI adalah teori yang semakin dipertanyakan oleh para ahli AI. Selain itu, investasi Microsoft di OpenAI dapat menghadapi pertanyaan dari regulator Eropa tentang dampak penggunaan eksklusif teknologi cloud Microsoft oleh OpenAI terhadap industrilainnya.
(dan)
Dapatkan berita terkini dan kejutan menarik dari SINDOnews.com, Klik Disini untuk mendaftarkan diri anda sekarang juga!
Lanjut Baca Berita Terkait Lainnya
Berita Terkait
Mengenal Siri AI di...
Mengenal Siri AI di WWDC 2026 dan Apa Saja Fitur Barunya?
OpenAI Luncurkan Fitur...
OpenAI Luncurkan Fitur Penguncian Perlindungan Data untuk ChatGPT
Mengapa Indonesia Mendadak...
Mengapa Indonesia Mendadak Jadi Kiblat Baru ChatGPT Images 2.0?
ChatGPT Jadi Aplikasi...
ChatGPT Jadi Aplikasi Tercepat Mencapai 1 Miliar Pengguna di Seluruh Dunia
Microsoft Klaim Chip...
Microsoft Klaim Chip Kuantum Baru 1.000 Kali Lebih Stabil
AS Kenalkan Mikroskop...
AS Kenalkan Mikroskop dengan Resolusi Detail hingga yang Terkecil
Siapa John Ternus, Bos...
Siapa John Ternus, Bos Baru Apple Pengganti Tim Cook?
Profil Pendidikan John...
Profil Pendidikan John Ternus, dari Lulusan Teknik Mesin kini CEO Baru Apple
Apple Terjun di Formula...
Apple Terjun di Formula 1, Begini Ekosistem Teknologinya
Rekomendasi
Israel Kucurkan Rp917...
Israel Kucurkan Rp917 Miliar untuk Bangun 69 Permukiman Ilegal di Tepi Barat
Indodax Diapresiasi...
Indodax Diapresiasi Atas Edukasi dan Pengembangan Pasar Aset Kripto
Kembangkan Kasus Gading...
Kembangkan Kasus Gading Gajah, Polda Riau Telusuri Aliran Dana Rp1,8 Miliar
Berita Terkini
Ini Susunan Direksi...
Ini Susunan Direksi dan Komisaris Terbaru Telkomsel 2026
Kuburan Paus Terbesar...
Kuburan Paus Terbesar dalam Sejarah Ditemukan di dasar Samudra Hindia
SpaceX Siap Luncurkan...
SpaceX Siap Luncurkan Pusat Data AI di Orbit Paling Cepat Tahun 2027
Mengenal Siri AI di...
Mengenal Siri AI di WWDC 2026 dan Apa Saja Fitur Barunya?
Iran Temukan Pangkalan...
Iran Temukan Pangkalan Angkatan Laut Berusia 2.000 Tahun di Selat Hormuz
Apa Itu Siri AI Apple...
Apa Itu Siri AI Apple dan Mengapa 1,3 Miliar iPhone Tak Bisa Menjalankannya?
Infografis
4 Alasan Selat Hormuz...
4 Alasan Selat Hormuz Jadi Medan Perang Mematikan Antara Iran dan AS
Copyright ©2026 SINDOnews.com All Rights Reserved