6 Astronot NASA Hampir Tewas Akibat Satelit Rusia Terbelah Menjadi 200 Bagian
Jum'at, 28 Juni 2024 - 22:08 WIB
loading...
A
A
A
Puing-puing ini dapat bergerak dengan kecepatan hingga 28.000 kilometer per jam, dan bahkan potongan kecil pun dapat menyebabkan kerusakan parah pada pesawat ruang angkasa atau satelit yang menabraknya.
NASA dan badan antariksa lainnya bekerja untuk melacak dan memantau sampah luar angkasa, dan mengembangkan teknologi untuk membersihkannya dari orbit. Namun, ini adalah tugas yang sulit dan mahal, dan masih banyak puing yang berisiko bagi astronot dan misi luar angkasa.
Pecahnya satelit ini menambah kekhawatiran tentang sampah luar angkasa, yang dapat membahayakan astronot dan misi luar angkasa.
Pada tahun 2021, sebuah roket Tiongkok yang tidak terkendali jatuh ke Bumi, dan puing-puingnya mendarat di Samudra Pasifik.
NASA dan badan antariksa lainnya bekerja untuk melacak dan memantau sampah luar angkasa, dan mengembangkan teknologi untuk membersihkannya dari orbit. Namun, ini adalah tugas yang sulit dan mahal, dan masih banyak puing yang berisiko bagi astronot dan misi luar angkasa.
Pecahnya satelit ini menambah kekhawatiran tentang sampah luar angkasa, yang dapat membahayakan astronot dan misi luar angkasa.
Pada tahun 2021, sebuah roket Tiongkok yang tidak terkendali jatuh ke Bumi, dan puing-puingnya mendarat di Samudra Pasifik.
(wbs)
Lihat Juga :