Gunakan Teknologi Smart Water Meter, PDAM Tirta Asasta Kelola 8.000 Pelanggan
Jum'at, 28 Juni 2024 - 17:29 WIB
loading...
Smart Water Meter memberikan data konsumsi air yang akurat dan real-time. Foto: ist
A
A
A
JAKARTA - PT Tirta Asasta Depok (Perseroda), perusahaan daerah air minum di Depok, berhasil mengimplementasikan solusi digital Smart Water Meter (SWM) dari Indibiz Energi untuk meningkatkan efisiensi operasional bisnisnya.
SWM memungkinkan pemantauan konsumsi air secara real-time, pengukuran akurat, bahkan deteksi dini kebocoran pipa pada instalasi pelanggan.
Direktur Operasional Tirta Asasta Sudirman mengatakan, penerapan teknologi Internet of Things seperti SWM membantu operasional bisnis, khususnya di tingkat pelanggan untuk proses pengukuran dan pemantauan konsumsi air secara real time.
“Menggunakan SWM jumlah kubik air yang dikonsumsi di pelanggan terbaca secara akurat, realtime dan bisa mendeteksi secara dini jika terjadi kebocoran air pipa di instalasi pelanggan,” jelas Sudirman.
Setelah Tirta Asasta menggunakan solusi digital SWM dari Indibiz Energi tersebut, jumlah pelanggan yang dijangkau juga semakin luas. “Dari sebelumnya hanya 1.000 pelanggan di beberapa kecamatan di Depok, kini bertambah menjadi 7.000 pelanggan yang dipantau secara real time menggunakan solusi digital. Jadi total ada 8.000 titik pelanggan yang kami kelola,” ungkapnya.
SWM memungkinkan pemantauan konsumsi air secara real-time, pengukuran akurat, bahkan deteksi dini kebocoran pipa pada instalasi pelanggan.
Direktur Operasional Tirta Asasta Sudirman mengatakan, penerapan teknologi Internet of Things seperti SWM membantu operasional bisnis, khususnya di tingkat pelanggan untuk proses pengukuran dan pemantauan konsumsi air secara real time.
“Menggunakan SWM jumlah kubik air yang dikonsumsi di pelanggan terbaca secara akurat, realtime dan bisa mendeteksi secara dini jika terjadi kebocoran air pipa di instalasi pelanggan,” jelas Sudirman.
Setelah Tirta Asasta menggunakan solusi digital SWM dari Indibiz Energi tersebut, jumlah pelanggan yang dijangkau juga semakin luas. “Dari sebelumnya hanya 1.000 pelanggan di beberapa kecamatan di Depok, kini bertambah menjadi 7.000 pelanggan yang dipantau secara real time menggunakan solusi digital. Jadi total ada 8.000 titik pelanggan yang kami kelola,” ungkapnya.
Lihat Juga :