Setelah PDNS 2, Data Direktorat Jenderal Perhubungan Udara Diduga Dibobol Hacker!

Jum'at, 28 Juni 2024 - 15:59 WIB
loading...
Setelah PDNS 2, Data...
Data yang diduga milik Dirjen Perhubungan Udara yang diunggah di BreachForums. Foto: Tangkapan layar
A A A
JAKARTA - Data milik Direktorat Jenderal Perhubungan Udara diduga dibobol dan disebarluaskan oleh peretas/hacker.

Hal tersebut diinformasikan oleh pemilik akun FalconFeeds (@FalconFeedsio) lewat media sosial X.

Informasi tersebut beredar setelah sebelumnya FalconFeeds menyampaikan kabar dugaan BPJS Ketenagakerjaan dibobol hacker, bahkan data yang diretas diduga dijual oleh hacker.

“Seorang anggota BreachForums mengunggah tentang pelanggaran data signifikan yang melibatkan Direktorat Jenderal Perhubungan Udara Indonesia," ungkap FalconFeeds, dilansir SINDONews, Jumat (28/6/2024).

Data yang diretas diketahui memiliki ukuran lebih dari 3 GB yang berisi data pegawai, password seluruh pengguna aplikasi dan website, foto KTP pegawai, sertifikat peserta pilot drone, dan data penerbangan terkait pesawat.

Di keterangan itu, FalconFeeds menegaskan bahwa informasi ini belum diketahui kebenarannya.

“Keaslian informasi ini masih belum dapat diverifikasi," terang laporan tersebut.

Cuitan ini langsung ramai di X, lebih dari 118 ribu netizen memberi perhatian pada kabar ini.

Sebelumnya, FalconFeeds mengeluarkan informasi adanya dugaan pembobolan data di BPJS Ketenagakerjaan.

Baca Juga: Cuma 2 Persen Data PDNS 2 yang Dicadangkan, DRC Tidak bisa Dilakukan

Namun, tidak diberitahu berapa data yang diretas. Hanya saja data tersebut meliputi nama lengkap, tanggal lahir, alamat email, nomor telepon, kelompok usia, alamat tempat tinggal, kode pos, provinsi, dan lainnya.

Kasus dugaan pembobolan data BPJS Ketenagakerjaan ini sedang diinvestigasi lebih lanjut oleh tim Kementerian Komunikasi dan Informatika(Kominfo).
(dan)
Dapatkan berita terkini dan kejutan menarik dari SINDOnews.com, Klik Disini untuk mendaftarkan diri anda sekarang juga!
Lanjut Baca Berita Terkait Lainnya
Berita Terkait
Ternyata 5,16 Miliar...
Ternyata 5,16 Miliar Serangan Siber Terjadi di Indonesia 2025
Kejahatan AI Tidak Terkendali,...
Kejahatan AI Tidak Terkendali, Eropa Awasi Ketat Deepfake
Perkuat Keamanan Siber...
Perkuat Keamanan Siber Nasional, Teknologi dari Korsel Dihadirkan
18 Juta Serangan Siber...
18 Juta Serangan Siber Mengguncang Asia Tenggara, Indonesia Diserang 3 Juta Kali
Dibobol 1.000 Kasus...
Dibobol 1.000 Kasus Sehari: Mengapa Penipuan Digital di Indonesia 4 Kali Lipat Lebih Ganas?
Keamanan Siber: Saat...
Keamanan Siber: Saat Ancaman AI Global Ditangkis Inovasi Lokal Indonesia
Akademisi UI: Indonesia...
Akademisi UI: Indonesia Perlu Regulasi Atasi Ancaman Spionase dan Siber
3 Pelaku Pembobolan...
3 Pelaku Pembobolan Bank Jambi Senilai Rp144,82 Miliar Jadi Tersangka
Operasi Siber China...
Operasi Siber China Diduga Targetkan Uyghur, Tibet, Hong Kong, dan Taiwan
Rekomendasi
Permintaan Hunian Tetap...
Permintaan Hunian Tetap Tinggi, Alam Sutera Kembangkan Kawasan Residensial Baru
Kisah Menakjubkan dalam...
Kisah Menakjubkan dalam Al-Qur'an: Orang-Orang yang Diselamatkan Allah dari Berbagai Musibah
Ketua Umum Partai Perindo...
Ketua Umum Partai Perindo Angela Tanoesoedibjo Hadiri Harlah ke-28 PKB di JCC Malam Ini
Berita Terkini
Meta Kembangkan Aplikasi...
Meta Kembangkan Aplikasi Prediksi Pasar Mirip Polymarket
Samsung Bentuk Divisi...
Samsung Bentuk Divisi Robotika Khusus Mempercepat Strategi AI
Mengancam Bumi, China...
Mengancam Bumi, China Siap Pindahkan Asteroid 2015 XF261
Cara Hapus Objek Mengganggu...
Cara Hapus Objek Mengganggu di Foto dengan Galaxy S26 Series
Teknologi Deteksi Deepfake...
Teknologi Deteksi Deepfake Nvidia Mencapai Akurasi 94%
Motorola Razr Fold Diluncurkan,...
Motorola Razr Fold Diluncurkan, Lipatan Smartphone Tidak Terlihat
Infografis
Kisah Jenderal Hoegeng...
Kisah Jenderal Hoegeng Menyamar Jadi Hippies, Turun Langsung Bongkar Narkoba
Copyright ©2026 SINDOnews.com All Rights Reserved