Pusat Data Nasional Indonesia Diserang Ransomware, Pelaku Minta Tebusan Rp131 Miliar
Senin, 24 Juni 2024 - 14:47 WIB
loading...
A
A
A
Menurut Semuel, data-data yang tersebar di dark web setelah serangan ini sebagian besar adalah data lama dari beberapa instansi. Namun, penyelidikan lebih lanjut masih dilakukan untuk memastikan tidak ada data sensitif yang bocor.
Sementara itu, Polri sedang melakukan investigasi untuk mengidentifikasi dan menangkap pelaku serangan ransomware ini. BSSN juga terus memantau dark web untuk melacak aktivitas pelaku dan mencegah penyebaran data lebih lanjut.
Baca Juga: Gangguan Pusat Data Nasional: 50+ Layanan Publik Terdampak, Kominfo Minta Maaf
Kejadian ini juga menyoroti pentingnya memiliki sistem keamanan yang kuat, melakukan backup data secara teratur, dan mengedukasi pengguna tentang praktik keamanan siberyangbaik.
Upaya Pemulihan dan Investigasi
Kementerian Kominfo, bersama dengan Badan Siber dan Sandi Negara (BSSN), Polri, PT Telkom, dan kementerian/lembaga terkait, sedang bekerja keras untuk memulihkan sistem dan layanan yang terdampak. Prioritas utama adalah mengembalikan layanan imigrasi yang sangat penting bagi masyarakatSementara itu, Polri sedang melakukan investigasi untuk mengidentifikasi dan menangkap pelaku serangan ransomware ini. BSSN juga terus memantau dark web untuk melacak aktivitas pelaku dan mencegah penyebaran data lebih lanjut.
Baca Juga: Gangguan Pusat Data Nasional: 50+ Layanan Publik Terdampak, Kominfo Minta Maaf
Pelajaran Penting dari Serangan Ransomware
Serangan ransomware terhadap Pusat Data Nasional ini menjadi pengingat penting akan kerentanan sistem informasi pemerintah terhadap ancaman siber.Kejadian ini juga menyoroti pentingnya memiliki sistem keamanan yang kuat, melakukan backup data secara teratur, dan mengedukasi pengguna tentang praktik keamanan siberyangbaik.
(dan)
Lihat Juga :