Proyek Nimbus Picu Boikot: Lebih dari 1100 Mahasiswa Tolak Kerja di Google & Amazon
Rabu, 19 Juni 2024 - 16:54 WIB
loading...
A
A
A
Sebagai dua perusahaan teknologi terbesar di planet ini, Google dan Amazon juga merupakan dua perusahaan terbesar yang mempekerjakan lulusan STEM.
Wired mengatakan bahwa para penandatangan kampanye ini termasuk mahasiswa sarjana dan pascasarjana dari Stanford, UC Berkeley, University of San Francisco, dan San Francisco State University — institusi yang terletak di negara bagian yang sama dengan kantor pusat Google.
Baca Juga: Google Chrome Luncurkan Fitur yang Dapat Membaca Website
Sebelumnya, NOTA telah menyelenggarakan aksi protes terhadap keterlibatan Google dengan Israel, termasuk aksi duduk dan pengambilalihan kantor yang telah menyebabkan Google memecat puluhan pekerja.
Pada Maret 2024, salah satu karyawan Google dipecat setelah menyela salah satu eksekutifnya pada sebuah konferensi teknologi Israel di New York dan dengan lantang menyatakan bahwa dia menolak untuk "membangun teknologi yang mendukung genosida atau surveilance ataupengawasan."
Wired mengatakan bahwa para penandatangan kampanye ini termasuk mahasiswa sarjana dan pascasarjana dari Stanford, UC Berkeley, University of San Francisco, dan San Francisco State University — institusi yang terletak di negara bagian yang sama dengan kantor pusat Google.
Baca Juga: Google Chrome Luncurkan Fitur yang Dapat Membaca Website
Sebelumnya, NOTA telah menyelenggarakan aksi protes terhadap keterlibatan Google dengan Israel, termasuk aksi duduk dan pengambilalihan kantor yang telah menyebabkan Google memecat puluhan pekerja.
Pada Maret 2024, salah satu karyawan Google dipecat setelah menyela salah satu eksekutifnya pada sebuah konferensi teknologi Israel di New York dan dengan lantang menyatakan bahwa dia menolak untuk "membangun teknologi yang mendukung genosida atau surveilance ataupengawasan."
(dan)
Lihat Juga :