Laboratorium Terdalam China Diam-diam Mengungkap Rahasia Alam Semesta

Kamis, 13 Juni 2024 - 18:36 WIB
loading...
Laboratorium Terdalam...
Lokasi yang diduga Laboratorium Terdalam China . FOTO/ IFL Science
A A A
BEIJING - Sekitar 2.400 meter (7.874 kaki) di bawah Pegunungan Jinping di Provinsi Sichuan, China, laboratorium terdalam di dunia diam-diam menguak misteri alam semesta.

BACA JUGA - Inggris Bersiap Hadapi Penyakit Baru di Lab Virus Sangat Rahasia

Laboratorium Bawah Tanah China Jinping (CJUL) mulai beroperasi penuh pada Desember 2023, menggeser gelar "laboratorium terdalam di dunia" dari laboratorium materi gelap lain bernama SNOLAB, yang terletak sekitar 2.000 meter (6.562 kaki) di bawah permukaan Ontario, Kanada.

Seperti dilansir dari IFl Science, Kamis (13/6/2024), lebih dari sekadar terdalam, CJUL juga merupakan laboratorium bawah tanah terbesar di dunia dengan total luas 330.000 meter kubik (11,7 juta kaki kubik).

Fasilitas ini berfungsi sebagai pusat bagi berbagai proyek penelitian dan universitas untuk melakukan berbagai eksperimen, semua dengan tujuan untuk menjawab satu pertanyaan fundamental: apa itu materi gelap?

Materi gelap, zat misterius yang tidak memancarkan, menyerap, atau memantulkan cahaya atau bentuk radiasi elektromagnetik lainnya, membuatnya "tidak terlihat" dan sangat sulit untuk dideteksi. Namun, keberadaannya diketahui dari efek gravitasinya pada materi yang terlihat.

Diperkirakan 1 hingga 10 persen alam semesta terbuat dari materi atom "normal", sedangkan sisanya terdiri dari energi gelap dan materi gelap.

Salah satu cara terbaik untuk melacak zat misterius ini adalah dengan menelusuri ke bawah tanah. Laboratorium materi gelap umumnya terletak jauh di bawah permukaan bumi untuk melindunginya dari sinar kosmik dan radiasi latar lainnya yang membombardir permukaan.

Partikel berenergi tinggi ini dapat mengganggu detektor sensitif yang digunakan untuk mencari interaksi materi gelap, menghasilkan sinyal palsu yang mengaburkan hasil.

Namun, bahkan bergerak di bawah tanah tidak sepenuhnya menghilangkan masalah ini. Radon, gas radioaktif yang secara konstan merembes keluar dari batuan di sekitarnya, dapat menjadi sumber gangguan utama dalam eksperimen bawah tanah. Oleh karena itu, permukaan CJPL dilapisi dengan lapisan tebal bahan khusus yang menghalangi 99 persen gas radon.

Jauh di dalam CJUL, terlindung oleh bebatuan berkilo-kilometer, tingkat sinar kosmik turun di bawah 0,2 muon/m2/hari, menjadikannya laboratorium bawah tanah dengan perlindungan terbaik di dunia. Pengaturan ideal ini memberikan potensi untuk mengumpulkan beberapa wawasan paling mendalam tentang materi gelap.

CJUL, dengan kemampuannya yang luar biasa, diharapkan dapat membuka era baru dalam penemuan ilmiah.

Dengan menyelidiki sifat materi gelap, para ilmuwan di laboratorium ini mungkin dapat membuka kunci pemahaman yang lebih baik tentang alam semesta dan tempat kita di dalamnya.

Pembangunan dan pengoperasian CJUL merupakan bukti nyata dari dedikasi dan kecerdikan umat manusia dalam mengungkap misteri alam semesta.

Upaya berkelanjutan di laboratorium ini mungkin suatu hari nanti mengantarkan kita pada penemuan yang revolusioner yang menantang pemahaman kita tentang realitas dan membuka jalan bagi penemuan ilmiah yang lebih luar biasa.
(wbs)
Dapatkan berita terkini dan kejutan menarik dari SINDOnews.com, Klik Disini untuk mendaftarkan diri anda sekarang juga!
Lanjut Baca Berita Terkait Lainnya
Berita Terkait
Menganalisis Kekuatan...
Menganalisis Kekuatan Pesawat Su-35 dan Rafale setelah Pertemuan di Laut Baltik
Gerhana Matahari Total...
Gerhana Matahari Total Terlama Abad Ini Akan Segera Terjadi
Ilmuwan Pastikan AI...
Ilmuwan Pastikan AI Belum Bisa Kalahkan Teori Soal Iklim
Permukiman Prasejarah...
Permukiman Prasejarah Ditemukan di Gurun Yordania
China Diam-diam Simpan...
China Diam-diam Simpan Ribuan Server di Dasar Laut, Apa Tujuannya?
Melihat Lebih Dekat...
Melihat Lebih Dekat Fasilitas Penyimpanan Limbah Nuklir Pertama di Dunia
China Luncurkan Alat...
China Luncurkan Alat Pelacak Kapal Selam Nuklir, Bakal Ubah Perang Masa Depan
Biksu Buddha di China...
Biksu Buddha di China Dilaporkan Ditahan usai Peringati Peristiwa Tiananmen
Respons Aksi China,...
Respons Aksi China, Jepang Perkuat Pertahanan Sisi Barat Daya
Rekomendasi
Perindo Sulut Rampungkan...
Perindo Sulut Rampungkan Struktur Kecamatan, Bidik 3 Kursi DPRD
Harga Pertamax Rp16.250...
Harga Pertamax Rp16.250 Bikin Pusing, Pengemudi Ojol dan Warga Teriak
AS Diskriminatif, Cabut...
AS Diskriminatif, Cabut Kuota Tiket Suporter Timnas Iran di Piala Dunia 2026
Berita Terkini
Menganalisis Kekuatan...
Menganalisis Kekuatan Pesawat Su-35 dan Rafale setelah Pertemuan di Laut Baltik
4 Teknologi Mutakhir...
4 Teknologi Mutakhir di Piala Dunia 2026, Pesepak Bola Akan Jadi Avatar
OpenAI Luncurkan Fitur...
OpenAI Luncurkan Fitur Penguncian Perlindungan Data untuk ChatGPT
Rayakan Hari Jadi ke-30,...
Rayakan Hari Jadi ke-30, Lexar Padukan Visi Teknologi AI dan Sinergi Global
Gerhana Matahari Total...
Gerhana Matahari Total Terlama Abad Ini Akan Segera Terjadi
Ilmuwan Pastikan AI...
Ilmuwan Pastikan AI Belum Bisa Kalahkan Teori Soal Iklim
Infografis
Perbandingan Gaji Tentara...
Perbandingan Gaji Tentara AS dengan Rusia, China, dan Inggris
Copyright ©2026 SINDOnews.com All Rights Reserved