Waspada Operasi Rahasia Pro Israel, Pakai Akun Palsu hingga Gaet Politisi
Jum'at, 07 Juni 2024 - 15:00 WIB
loading...
A
A
A
Hubungan antara pemerintah Israel dengan kampanye pro Israel tadi terkuak dari dokumen empat pejabat Kementerian Diaspora. Temuan ini diperkuat oleh pernyataan pihak Meta pekan lalu yang mengelola Facebook dan Instagram, serta OpenAI, yang mengembangkan ChatGPT bahwa telah menemukan indikasi kampanye tadi di platformnya.
Operasi rahasia ini menunjukkan seberapa jauh Israel memengaruhi opini publik Amerika Serikat mengenai perang Gaza. Apalagi Amerika Serikat telah menjadi salah satu sekutu terkuat Israel selama bertahun-tahun.
Pakar media sosial mengatakan operasi tersebut menjadi kasus pertama yang didokumentasikan dalam kampanye pemerintah Israel untuk mempengaruhi pemerintah AS. Kampanye terorganisir yang disponsori pemerintah bukanlah hal yang jarang terjadi, namun biasanya sulit dibuktikan. Iran, Korea Utara, Tiongkok, Rusia dan Amerika Serikat diyakini secara luas mendukung upaya serupa di seluruh dunia, namun seringkali menyembunyikan keterlibatan mereka melalui subkontrak ke perusahaan swasta atau melakukan outsourcing pekerjaan melalui negara ketiga. “Israel dalam hal ini ceroboh dan kemungkinan besar tidak efektif. Sangatlah tidak bertanggung jawab jika Israel menjalankan operasi untuk mencampuri politik AS,” kata Atiyah Shatz, direktur eksekutif Fake Reporter.
Baca Juga: Zionis Israel: Mulanya Kampanye Tanah Tanpa Bangsa untuk Bangsa Tanpa Tanah
Kementerian Urusan Diaspora Israel membantah terlibat dalam operasi tersebut dan mengatakan pihaknya tidak memiliki hubungan dengan Stoic. Stoic tidak menanggapi permintaan komentar.
Operasi tersebut dimulai hanya beberapa minggu setelah perang dimulai pada Oktober 2023. Lusinan startup teknologi Israel menerima email dan pesan WhatsApp yang mengundang mereka ke pertemuan darurat untuk menjadi tentara digital. Pertemuan pertama berlangsung di Tel Aviv pada pertengahan Oktober.
Operasi rahasia ini menunjukkan seberapa jauh Israel memengaruhi opini publik Amerika Serikat mengenai perang Gaza. Apalagi Amerika Serikat telah menjadi salah satu sekutu terkuat Israel selama bertahun-tahun.
Pakar media sosial mengatakan operasi tersebut menjadi kasus pertama yang didokumentasikan dalam kampanye pemerintah Israel untuk mempengaruhi pemerintah AS. Kampanye terorganisir yang disponsori pemerintah bukanlah hal yang jarang terjadi, namun biasanya sulit dibuktikan. Iran, Korea Utara, Tiongkok, Rusia dan Amerika Serikat diyakini secara luas mendukung upaya serupa di seluruh dunia, namun seringkali menyembunyikan keterlibatan mereka melalui subkontrak ke perusahaan swasta atau melakukan outsourcing pekerjaan melalui negara ketiga. “Israel dalam hal ini ceroboh dan kemungkinan besar tidak efektif. Sangatlah tidak bertanggung jawab jika Israel menjalankan operasi untuk mencampuri politik AS,” kata Atiyah Shatz, direktur eksekutif Fake Reporter.
Baca Juga: Zionis Israel: Mulanya Kampanye Tanah Tanpa Bangsa untuk Bangsa Tanpa Tanah
Kementerian Urusan Diaspora Israel membantah terlibat dalam operasi tersebut dan mengatakan pihaknya tidak memiliki hubungan dengan Stoic. Stoic tidak menanggapi permintaan komentar.
Operasi tersebut dimulai hanya beberapa minggu setelah perang dimulai pada Oktober 2023. Lusinan startup teknologi Israel menerima email dan pesan WhatsApp yang mengundang mereka ke pertemuan darurat untuk menjadi tentara digital. Pertemuan pertama berlangsung di Tel Aviv pada pertengahan Oktober.
Lihat Juga :