Bikin Israel Kelimpungan, Ini Deretan Persenjataan Mematikan Hizbullah
Rabu, 05 Juni 2024 - 20:13 WIB
loading...
A
A
A
Baca Juga: Mengenal Quadcopter, Drone Israel yang Dibekali Senapan seperti Sniper
Dilansir dari News Week, Kelompok militan Hizbullah muncul selama perang saudara Lebanon pada tahun 1980-an. Kelompok ini awalnya dibentuk sebagai respons terhadap pendudukan Israel. Israel menduduki Lebanon Selatan selama beberapa dekade hingga militer Israel mundur pada tahun 2000.
Sayap militer Hizbullah dianggap lebih kuat daripada tentara nasional Lebanon dan telah terlibat dalam banyak konflik, termasuk dengan Israel. Persenjataan Hizbullah telah menjadi pusat ketegangan dan kekhawatiran bagi aktor regional dan internasional.
Hizbullah mendapat dukungan dan pasokan senjata dari Iran. Tak heran kekuatan militernya cukup mumpuni dengan sokongan roket-roket canggih, drone, serta persenjataan lainnya.
Berikut deretan senjata yang dimiliki Hizbullah, menurut laporan dari Reuters.
Hizbullah diperkirakan memiliki lebih dari 150.000 rudal dan roket. Mulai dari roket artileri tak terarah hingga rudal berpemandu presisi. Mayoritas roket Hizbullah buatan Iran seperti Raad, Fajr, dan Zilzal, serta roket buatan Rusia seperti Katyusha. Hizbullah juga memodifikasi roket tak terarah dengan sistem pemandu presisi, memungkinkan untuk mengenai target spesifik di seluruh Israel.
Baca Juga: Brigade Al-Qassam Hamas Rebut Drone Israel di Jalur Gaza Utara
Hizbullah memiliki rudal anti-tank canggih, termasuk Kornet buatan Rusia dan Toophan buatan Iran, yang merupakan hasil rekayasa ulang dari rudal TOW buatan Amerika. Senjata ini telah digunakan secara efektif melawan militer Israel, termasuk selama Perang Lebanon 2006.
Meskipun Hizbullah kadang-kadang menggunakan rudal permukaan-ke-udara, efektivitasnya masih dipertanyakan. Namun, baru-baru ini, Hizbullah sukses menembak jatuh drone Israel menggunakan rudal semacam itu, menandai potensi peningkatan kemampuan pertahanan udaranya.
Hizbullah telah menunjukkan kemampuan anti-kapal, terutama dengan menembak kapal perang Israel dengan rudal selama konflik 2006. Kelompok ini diyakini memiliki rudal anti-kapal Yakhont buatan Rusia, yang dapat menargetkan infrastruktur lepas pantai dan kapal-kapal angkatan laut.
Baca Juga: Biadab! Drone Israel Jatuhkan Gas Air Mata ke Jamaah Palestina di Masjid Al-Aqsa
Hizbullah menggunakan drone terutama untuk pengintaian dan operasi ofensif. Drone ini, seperti model Ayoub dan Mersad yang dirakit secara lokal, relatif murah untuk diproduksi dan dapat membebani sistem pertahanan Iron Dome Israel.
Hizbullah memiliki model roket dan rudal serangan darat buatan Iran. Hassan Nasrallah, pemimpin Hezbollah, mengatakan pada 2022 bahwa pihaknya memiliki kemampuan untuk memodifikasi roket dengan sistem pemandu untuk menjadikannya rudal presisi. Roket yang telah ditembakkan ke Israel oleh Hizbullah sejak awal konflik Gaza termasuk roket Katyusha dan Burkan.
SejarahHizbullah
Dilansir dari News Week, Kelompok militan Hizbullah muncul selama perang saudara Lebanon pada tahun 1980-an. Kelompok ini awalnya dibentuk sebagai respons terhadap pendudukan Israel. Israel menduduki Lebanon Selatan selama beberapa dekade hingga militer Israel mundur pada tahun 2000.
Sayap militer Hizbullah dianggap lebih kuat daripada tentara nasional Lebanon dan telah terlibat dalam banyak konflik, termasuk dengan Israel. Persenjataan Hizbullah telah menjadi pusat ketegangan dan kekhawatiran bagi aktor regional dan internasional.
Persenjataan Mematikan Hizbullah
Hizbullah mendapat dukungan dan pasokan senjata dari Iran. Tak heran kekuatan militernya cukup mumpuni dengan sokongan roket-roket canggih, drone, serta persenjataan lainnya.
Berikut deretan senjata yang dimiliki Hizbullah, menurut laporan dari Reuters.
1. Roket dan Rudal
Hizbullah diperkirakan memiliki lebih dari 150.000 rudal dan roket. Mulai dari roket artileri tak terarah hingga rudal berpemandu presisi. Mayoritas roket Hizbullah buatan Iran seperti Raad, Fajr, dan Zilzal, serta roket buatan Rusia seperti Katyusha. Hizbullah juga memodifikasi roket tak terarah dengan sistem pemandu presisi, memungkinkan untuk mengenai target spesifik di seluruh Israel.
Baca Juga: Brigade Al-Qassam Hamas Rebut Drone Israel di Jalur Gaza Utara
2. Rudal Anti-Tank
Hizbullah memiliki rudal anti-tank canggih, termasuk Kornet buatan Rusia dan Toophan buatan Iran, yang merupakan hasil rekayasa ulang dari rudal TOW buatan Amerika. Senjata ini telah digunakan secara efektif melawan militer Israel, termasuk selama Perang Lebanon 2006.
3. Rudal Anti-Pesawat
Meskipun Hizbullah kadang-kadang menggunakan rudal permukaan-ke-udara, efektivitasnya masih dipertanyakan. Namun, baru-baru ini, Hizbullah sukses menembak jatuh drone Israel menggunakan rudal semacam itu, menandai potensi peningkatan kemampuan pertahanan udaranya.
4. Rudal Anti-Kapal
Hizbullah telah menunjukkan kemampuan anti-kapal, terutama dengan menembak kapal perang Israel dengan rudal selama konflik 2006. Kelompok ini diyakini memiliki rudal anti-kapal Yakhont buatan Rusia, yang dapat menargetkan infrastruktur lepas pantai dan kapal-kapal angkatan laut.
Baca Juga: Biadab! Drone Israel Jatuhkan Gas Air Mata ke Jamaah Palestina di Masjid Al-Aqsa
5. Drone
Hizbullah menggunakan drone terutama untuk pengintaian dan operasi ofensif. Drone ini, seperti model Ayoub dan Mersad yang dirakit secara lokal, relatif murah untuk diproduksi dan dapat membebani sistem pertahanan Iron Dome Israel.
6. Roket dan Rudal Serangan Darat
Hizbullah memiliki model roket dan rudal serangan darat buatan Iran. Hassan Nasrallah, pemimpin Hezbollah, mengatakan pada 2022 bahwa pihaknya memiliki kemampuan untuk memodifikasi roket dengan sistem pemandu untuk menjadikannya rudal presisi. Roket yang telah ditembakkan ke Israel oleh Hizbullah sejak awal konflik Gaza termasuk roket Katyusha dan Burkan.
(msf)
Lihat Juga :