Elon Musk Siapkan Superkomputer Terbesar untuk Lawan Meta, Google, dan OpenAI

Senin, 27 Mei 2024 - 06:58 WIB
loading...
Elon Musk Siapkan Superkomputer Terbesar untuk Lawan Meta, Google, dan OpenAI
Superkomputer itu akan merangkai 100.000 chip Nvidia dan rencananya bakal beroperasi pada September 2025. Foto: AFP/Firdia Lisnawati
A A A
JAKARTA - Para miliarder dan perusahaan teknologi saat ini sedang berlomba-lomba untuk membuat superkomputer. Termasuk juga Elon Musk. Kepada investor, ia menyebut rencana untuk membangun superkomputer yang dijuluki "gigafactory of compute".

Apa tujuannya? Musk mengatakan, superkomputer itu ditujukan untuk mendukung pengembangan startup kecerdasan buatannya xAI.
Target Musk adalah membuat superkomputer yang akan merangkai 100.000 chip Nvidia dan rencananya bakal beroperasi pada September 2025. Ia sendiri akan memastikan bahwa superkomputer itu benar-benar terwujud tepat waktu.

Superkomputer yang direncanakan Musk setidaknya akan jadi 4x ukuran kluster GPU terbesar yang ada saat ini yang sedang digunakan oleh Meta untuk melatih model AI-nya.

Perang Teknologi AI Generatif

Sejak fitur AI generatif OpenAi ChatGPT meledak di dunia pada 2022, teknologi ini telah menjadi area persaingan sengit antara raksasa teknologi Microsoft dan Google, serta Meta dan startup seperti Anthropic dan Stability AI.

Musk adalah salah satu dari sedikit investor di dunia yang memiliki cukup uang untuk bersaing dengan OpenAI, Google atau Meta dalam bidang AI.

xAI saat ini sedang mengembangkan chatbot bernama Grok, yang dapat mengakses platform media sosial X secara real-time.

Musk ikut mendirikan OpenAI pada 2015 tetapi keluar di 2018. Ia kemudian mengatakan bahwa dia tidak nyaman dengan arah OpenAI yang fokus pada keuntungan di bawah kepemimpinan CEO Sam Altman.



Musk bahkan mengajukan gugatan terhadap perusahaan tersebut pada Maret, menuduhnya melanggar misi nirlaba aslinya untuk membuat penelitian AI tersedia untuk semua orang.

OpenAI berpendapat bahwa gugatan Musk, serta dukungannya terhadap pengembangan open source, hanyalah kasus kecemburuan setelah meninggalkanperusahaan.
(dan)
Dapatkan berita terkini dan kejutan menarik dari SINDOnews.com, Klik Disini untuk mendaftarkan diri anda sekarang juga!
Baca Berita Terkait Lainnya
Copyright ©2024 SINDOnews.com
All Rights Reserved
read/ rendering in 0.4561 seconds (0.1#10.140)
pixels