Inilah Planet 9 yang Diyakini Ilmuwan Bersembunyi di Tata Surya

Jum'at, 24 Mei 2024 - 18:35 WIB
loading...
Inilah Planet 9 yang...
Tata Surya. FOTO/ IFL SCIENCE
A A A
LONDON - Para ilmuwan menduga keberadaan planet raksasa yang tak terlihat di tata surya kita. Planet ini, yang dijuluki " Planet Sembilan " atau "Planet X", diperkirakan jauh lebih besar dari Bumi dan mengorbit Matahari pada jarak yang sangat jauh.

BACA JUGA - NASA Bongkar Lapisan Dalam Planet Mars, Ditemukan Cairan Pembungkus Inti Planet

Bukti keberadaan Planet Sembilan masih bersifat tidak langsung, didasarkan pada efek gravitasinya pada objek-objek lain di tata surya.

Para astronom mengamati bahwa beberapa objek di Sabuk Kuiper, wilayah di luar Neptunus yang dipenuhi dengan benda-benda es, memiliki orbit yang aneh yang tidak dapat dijelaskan hanya dengan gravitasi dari delapan planet yang diketahui.

Perhitungan menunjukkan bahwa gravitasi planet masif yang tak terlihat di luar Sabuk Kuiper dapat menjelaskan orbit-orbit aneh ini.

Meskipun belum ada pengamatan langsung Planet Sembilan, para astronom terus mencarinya menggunakan teleskop yang kuat di Bumi dan di luar angkasa.

Sampai sekarang, menurut ahli antariksa Sara Webb, ilmuwan masih terus mencari "planet kesembilan" yang misterius. Jarak "planet 9" dari Matahari diperkirakan 20 kali lebih jauh dibandingkan dengan jarak Neptunus dan Matahari.

Kendala yang dihadapi astronom adalah teknologi. Dengan teknologi yang tersedia saat ini, masih mustahil memindai planet yang orbitnya sejauh itu.

Planet raksasa yang masih tersembunyi tersebut diperkirakan 10 kali lebih besar dari Bumi. Untuk sekali mengelilingi Matahari, "planet 9" diduga membutuhkan waktu 10.000 hingga 20.000 "tahun Bumi".

Jika astronom tidak bisa menetapkan posisi "planet 9", kenapa dunia astronomi yakin bahwa planet itu ada di luar sana?

"Astronom punya alasan yang kuat menghabiskan ratusan jam untuk mencari lokasi planet kesembilan. Alasannya, semua yang kita ketahui tentang Tata Surya tidak masuk akal, jika Planet 9 tidak ada," kata Webb dikutip dari Science Alert.

Webb menjelaskan daya tarik gravitasi di Tata Surya adalah bukti terkuat keberadaaan Planet 9.

"Saat kami mengamati objek yang lokasinya jauh, seperti planet kerdil yang lebih jauh dari Pluto, orbit mereka tak sesuai perkiraan. Mereka bergerak di orbit elips (berbentuk oval) yang sangat luas, bergerombol, dan lebih tegak dari objek lain di Tata Surya," jelas Webb.

Semua tanda tersebut, lanjutnya, menunjukkan bahwa ada kekuatan gravitasi lain. Ini juga yang menjadi dasar perkiraan astronom bahwa ukuran Planet 9 paling tidak 10 kali lebih besar dari Bumi.

Sebelumnya, ilmuwan dari Caltech pernah menyatakan Planet 9 paling tidak berukuran 5 kali lebih besar dari Bumi.

Konstantin Batygin mengatakan, "Dengan massa lima kali Bumi, Planet 9 bisa menyerupai Bumi super di luar Tata Surya."

Bumi Super adalah objek langit yang diselimuti batu, seperti Bumi, tetapi jauh lebih besar.

Planet 9 diperkirakan sulit dicapai cahaya Matahari sehingga permukaannya sangat redup. Jaraknya yang sangat jauh berarti pengamat di Bumi baru bisa melihat posisi planet pada 1.000 tahun yang lalu.

Webb optimistis Planet 9 permasalahan tersebut bisa diatasi seiring perkembangan teknologi teleskop.

"Kita hanya punya waktu sangat sebentar pada malam hari, dan kondisinya harus tepat. Secara spesifik, kita harus menunggu waktu pada malam dengan langit tanpa bulan, dan lokasi tempat pengamatan juga harus menghadap titik yang tepat di langit," katanya.

Webb mengatakan dalam satu dekade ke depan, teleskop baru akan dibangun dan survei langit baru pun bisa dimulai. Teleskop baru ini bisa membantu astronom memastikan keberadaan Planet 9.

Penemuannya akan menjadi tonggak sejarah dalam pemahaman kita tentang tata surya dan bisa membuka kemungkinan adanya planet lain di luar sana.
(wbs)
Dapatkan berita terkini dan kejutan menarik dari SINDOnews.com, Klik Disini untuk mendaftarkan diri anda sekarang juga!
Lanjut Baca Berita Terkait Lainnya
Berita Terkait
NASA Temukan Sesuatu...
NASA Temukan Sesuatu yang Misterius saat Perubahan Waktu Siang ke Malam
NASA Temukan Planet...
NASA Temukan Planet Raksasa dengan Suhu seperti di Bumi dan Dipenuhi Gas Metana
SpaceX Siap Luncurkan...
SpaceX Siap Luncurkan Pusat Data AI di Orbit Paling Cepat Tahun 2027
Korea Selatan Kembangkan...
Korea Selatan Kembangkan Teknologi Mesin Metana untuk Roket Luar Angkasa
China Melakukan Penelitian...
China Melakukan Penelitian Reproduksi Manusia di Luar Angkasa
Apakah Kehidupan di...
Apakah Kehidupan di Planet Mirip Bumi K2-18b Memang Ada?
Selamat Tinggal 24 Jam...
Selamat Tinggal 24 Jam Sehari? Penghuni Bumi akan Mengalami 25 Jam Sehari
3 Astronot Terjebak...
3 Astronot Terjebak di Stasiun Luar Angkasa, China Luncurkan Misi Penyelamatan
Meteor Cirebon Jadi...
Meteor Cirebon Jadi Alarm Bahaya, Fisikawan IPB Ungkap Ancaman Asteroid hingga Badai Matahari
Rekomendasi
OTT KPK di Kuansing...
OTT KPK di Kuansing Riau Diduga Terkait Suap Jual Beli Jabatan Sekda
Usia 30-an Lutut Mulai...
Usia 30-an Lutut Mulai Rewel? Mengapa Welmove Bukan Hanya Suplemen untuk Orang Tua
Investasi Hijau, Pertamina...
Investasi Hijau, Pertamina Port & Logistics Tanam 600 Mangrove di Balikpapan
Berita Terkini
Rudal AGM-188A Rusty...
Rudal AGM-188A Rusty Dagger, Membentuk Masa Depan Medan Perang
Ilmuwan Temukan Penyebab...
Ilmuwan Temukan Penyebab Baru di Balik Peningkatan Lemak Perut Seiring Bertambahnya Usia
Korea Selatan Izinkan...
Korea Selatan Izinkan Robot AI Otonom untuk Memeriksa Pesawat Terbang
Telkom Pacu Pertumbuhan...
Telkom Pacu Pertumbuhan Berkelanjutan Melalui Penguatan Tata Kelola Korporasi dan Kapabilitas Manajerial
Tak Perlu Ganti SIM...
Tak Perlu Ganti SIM Card saat Liburan ke Luar Negeri, Ini Caranya
Jepang Gunakan Polisi...
Jepang Gunakan Polisi Wanita Berbasis AI untuk Memerangi Penipuan Identitas
Infografis
10 Bendera Negara Paling...
10 Bendera Negara Paling Unik di Dunia, Ada yang Bergambar Naga
Copyright ©2026 SINDOnews.com All Rights Reserved