Hadir di Indonesia, Inilah Kelemahan Starlink yang Tak Bisa Dibantah

Minggu, 19 Mei 2024 - 11:47 WIB
loading...
A A A
Peristiwa ini menjadi pengingat akan kerapuhan infrastruktur luar angkasa terhadap fenomena alam ini. Badai geomagnetik yang kuat dapat menyebabkan kerusakan signifikan pada satelit, mengganggu komunikasi, dan bahkan memicu pemadaman listrik.

Perangkat internet Starlink sebuah inovasi dari SpaceX, merupakan penyedia layanan internet yang mengandalkan konstelasi satelit untuk menyediakan konektivitas global. Jaringan ini beroperasi di orbit rendah Bumi bernama Low Earth Orbit atau LEO dengan tujuan utama menyediakan akses internet di daerah-daerah terpencil maupun pedesaan yang tidak dilengkapi infrastruktur kabel seperti hutan atau padang pasir.

Pengembangan jaringan Starlink sendiri dimulai sejak tahun 2015, ketika dilakukan peluncuran satelit prototipe pertama ke orbit pada tahun 2018. Kini, dengan ribuan satelit telah diorbitkan oleh SpaceX, Starlink telah menjadi salah satu penyedia layanan internet berbasis satelit terkemuka, membawa akses internet yang cepat dan andal ke tempat-tempat di seluruh dunia yang sebelumnya sulit dijangkau.

Beberapa peristiwa nyaris tabrakan atau near-miss baru-baru ini melibatkan satelit Starlink, bahkan dengan stasiun antariksa China. Dr. King dari Portsmouth University, menyatakan bahwa jika terlalu banyak pecahan puing terjadi, orbit rendah Bumi mungkin akan menjadi tidak aman untuk digunakan di masa depan.

Hal ini dapat menghambat kemampuan kita untuk meluncurkan satelit ke orbit yang lebih tinggi, seperti orbit navigasi dan telekomunikasi. Para ahli astronomi telah memunculkan berbagai kekhawatiran terhadap satelit LEO, termasuk Starlink, yang menghadapi tantangan besar terkait lalu lintas di ruang angkasa dan meningkatnya jumlah sampah antariksa.
Halaman :
Dapatkan berita terkini dan kejutan menarik dari SINDOnews.com, Klik Disini untuk mendaftarkan diri anda sekarang juga!
Lanjut Baca Berita Terkait Lainnya
Berita Terkait
SpaceX Berganti Nama...
SpaceX Berganti Nama Jadi SpaceXAI Bukti Fokus pada AI
SpaceX: IPO Terbesar...
SpaceX: IPO Terbesar Sejarah, Eforia Tercepat yang Menguap
Saham SpaceX Ludes,...
Saham SpaceX Ludes, Rebutan Harta Karun Luar Angkasa Dimulai
Resmi Melantai, IPO...
Resmi Melantai, IPO SpaceX Cetak Sejarah dan Jadikan Elon Musk Triliuner Dunia Pertama
X Luncurkan Fitur Reaksi...
X Luncurkan Fitur Reaksi Video untuk Pengguna iOS
Ambisi Gila IPO SpaceX:...
Ambisi Gila IPO SpaceX: Kejar Rp1.350 Triliun dalam Semalam
Prabowo: Yang Merasa...
Prabowo: Yang Merasa Indonesia Suram, Silakan kalau Mau Cari Negara Lain
Orang Super Kaya Indonesia...
Orang Super Kaya Indonesia Diramal Melonjak Tercepat di Dunia, tapi Kelas Menengah Menyusut
Pemerintah Bakal Bangun...
Pemerintah Bakal Bangun Pusat Finansial di Bali, PP Ditargetkan Rampung Agustus
Rekomendasi
Pemain Kolombia Jaminton...
Pemain Kolombia Jaminton Campaz Diancam Dibunuh Usai Tersingkir dari Piala Dunia 2026
GWM Siap Luncurkan Ora...
GWM Siap Luncurkan Ora Ballet Cat Facelift Bertenaga 201 hp
Baleg DPR Sangkal Kabar...
Baleg DPR Sangkal Kabar RUU Perampasan Aset Dicoret dari Prolegnas Prioritas 2026
Berita Terkini
Titik Balik yang Mengubah...
Titik Balik yang Mengubah Ukuran Manusia Purba Ditemukan
SpaceX Berganti Nama...
SpaceX Berganti Nama Jadi SpaceXAI Bukti Fokus pada AI
China Ciptakan Baterai...
China Ciptakan Baterai Nuklir yang Bisa Bertahan Ribuan Tahun
Kontroversi Meletus...
Kontroversi Meletus antara Apple dan OpenAI, Apakah Itu?
Membawa Udara Bersih...
Membawa Udara Bersih ke Dalam Rumah, Bentuk Kepedulian Terbaik Saat Polusi Melanda
Berbasis Open Source,...
Berbasis Open Source, Equnix Dorong Ekosistem PostgreSQL
Infografis
Skuad Timnas Spanyol...
Skuad Timnas Spanyol di Piala Dunia 2026, Tak Ada Pemain Real Madrid
Copyright ©2026 SINDOnews.com All Rights Reserved