China Diam-diam Bangun Kapal Induk Drone Pertama di Dunia

Kamis, 16 Mei 2024 - 09:45 WIB
loading...
A A A
"Dek penerbangan cukup lebar untuk mengoperasikan pesawat terbang atau drone dengan lebar sayap sekitar 20 meter (65 kaki) seperti drone sejenis Predator buatan China. Namun, keberadaan dek penerbangan menunjukkan bahwa pesawat terbang berniat untuk mendarat di sana.”

Baca Juga: China Ciptakan Senjata Pembunuh Drone, Ini Kehebatannya

Di sisi lain, Amerika Serikat menuai kritik tajam lantaran tetap bersikukuh berinvestasi pada kapal induk, yang sekarang dianggap sangat rentan terhadap teknologi rudal hipersonik modern.

Ketergantungan Angkatan Laut AS pada kapal induk berasal dari Perang Dunia II. Saat itu, kapal-kapal ini memainkan peran penting di Pasifik setelah penghancuran kapal perang di Pearl Harbor. Kapal induk, sebagai peluncur pesawat perang bergerak, menjadi pusat strategi AS dan menunjukkan keefektifannya, selama beberapa dekade. Saat ini, biaya pembangunan kapal induk bertenaga nuklir, seperti kelas Gerald R. Ford, mencapai lebih dari USD13,3 miliar. Dan perlu ratusan juta dolar tambahan untuk pemeliharaan. AS memiliki 11 kapal induk semacam itu, armada terbesar dan tercanggih di dunia.

Namun, kapal induk ini sekarang mirip dengan kapal perang usang yang pernah mereka gantikan. Peperangan modern telah memperkenalkan persenjataan besar-besaran rudal jarak jauh dan menengah yang dapat memborbardir pertahanan kapal induk. China, khususnya, telah mengembangkan kemampuan anti-kapal yang signifikan yang dapat membuat kapal induk AS tidak efektif dalam potensi konflik di Taiwan. Selain itu, Pemberontak Houthi di Yaman telah menunjukkan ancaman asimetris yang ditimbulkan oleh rudal anti-kapal yang lebih murah, yang mampu mengganggu operasi laut AS dan perdagangan maritim.
(msf)
Dapatkan berita terkini dan kejutan menarik dari SINDOnews.com, Klik Disini untuk mendaftarkan diri anda sekarang juga!
Lanjut Baca Berita Terkait Lainnya
Berita Terkait
Berpengalaman di Perang...
Berpengalaman di Perang Ukraina, Sky-Watch Luncurkan Drone Jarak Jauh RQ-70 Dainn
Amankan Piala Dunia...
Amankan Piala Dunia 2026, AS Kerahkan Sistem Pertahanan Anti-drone
China Diam-diam Simpan...
China Diam-diam Simpan Ribuan Server di Dasar Laut, Apa Tujuannya?
Nvidia Siap Gandeng...
Nvidia Siap Gandeng Perusahaan China demi Kembangkan Robot Super Humanoid
China Kenalkan Sistem...
China Kenalkan Sistem Identitas Digital untuk Robot Humanoid
Jepang Siap Bangun Kapal...
Jepang Siap Bangun Kapal Perang Super Terbesar dalam Sejarah
Taiwan, Identitas, dan...
Taiwan, Identitas, dan Politik Pengakuan: Membaca Ulang Perdebatan Lintas Selat
Purbaya Temui Menkeu...
Purbaya Temui Menkeu China, Perkuat Kerja Sama Pembiayaan dan Investasi
China Tangkap 2 Pemimpin...
China Tangkap 2 Pemimpin Gereja Bawah Tanah yang Berpengaruh, Apa Pemicunya?
Rekomendasi
Solusi Praktis Pengurusan...
Solusi Praktis Pengurusan Paspor dan Visa untuk Perjalanan Bisnis
Polisi Tahan 2 Tersangka...
Polisi Tahan 2 Tersangka Baru Kasus TPPU Tambang Emas Ilegal
Dikhianati Suami, Shiena...
Dikhianati Suami, Shiena Bangkit Bongkar Perselingkuhan di Microdrama V+Short Replaceable
Berita Terkini
Trump T1 Phone Ternyata...
Trump T1 Phone Ternyata HTC U24 Pro Buatan China: Ini Bukti Teardown-nya
Kantongi Laba Rp33,72...
Kantongi Laba Rp33,72 Miliar, Elitery (ELIT) Fokus Kembangkan AI dan Cybersecurity
Perkuat Transformasi...
Perkuat Transformasi dan ESG, TelkomGroup Rilis Laporan Keberlanjutan 2025 untuk Masa Depan Digital
Fasilitasi Pasar Sekunder...
Fasilitasi Pasar Sekunder Esports, HIDDEN SUPPLY Kelola Transaksi Aset Tak Berwujud
Perkuat Transformasi...
Perkuat Transformasi Industri, Hypernet Technologies Perkokoh Kemitraan Strategis di Bravo 500 Summit 2026
Facebook Luncurkan Mode...
Facebook Luncurkan Mode Pencarian AI, Begini Cara Pakainya
Infografis
10 Wonderkid Calon Bintang...
10 Wonderkid Calon Bintang di Piala Dunia 2026
Copyright ©2026 SINDOnews.com All Rights Reserved