Parade, Sistem Anti-Drone Olimpiade Paris 2024 yang Gagal
Kamis, 09 Mei 2024 - 09:47 WIB
loading...
Gelaran Olimpiade Paris 2024 ditata dengan sistem keamanan canggih anti-drone, Parade. (Foto: Reuters)
A
A
A
JAKARTA - Gelaran Olimpiade Paris 2024 ditata dengan sistem keamanan canggih anti-drone, Parade. Meski canggih, nampaknya ada sistem yang gagal.
Kekhawatiran muncul mengenai sistem anti-drone baru senilai €350 juta atau Rp6 miliar. Lantaran saat diuji coba masih gagal membedakan antara pesawat tak berawak teroris dan AC (pendingin ruangan). Hal ini meningkatkan kekhawatiran bagi 500.000 penonton yang dijadwalkan hadir di Olimpiade Paris.
Melansir The Times, Kamis (9/5/20254) sistem Parade yang dipuji sebagai hal penting dalam melawan teror di Olimpiade, ternyata tidak seefektif yang dibayangkan selama pengujian terbaru. Sistem ini hanya dapat mengidentifikasi satu dari setiap tiga drone di daerah perkotaan padat penduduk sejauh 800 meter. Sistem ini juga salah mengidentifikasi baling-baling unit AC sebagai drone.
Seorang perwakilan dari Thales, pembuat Parade, mengatakan bahwa teknologi tersebut, yang didasarkan pada algoritma pemrosesan lanjutan menunjukkan kecanggihannya selama Piala Dunia Rugby 2023.
Baca Juga: Kuota Atlet Olimpiade Paris 2024 Disunat
Kekhawatiran muncul mengenai sistem anti-drone baru senilai €350 juta atau Rp6 miliar. Lantaran saat diuji coba masih gagal membedakan antara pesawat tak berawak teroris dan AC (pendingin ruangan). Hal ini meningkatkan kekhawatiran bagi 500.000 penonton yang dijadwalkan hadir di Olimpiade Paris.
Melansir The Times, Kamis (9/5/20254) sistem Parade yang dipuji sebagai hal penting dalam melawan teror di Olimpiade, ternyata tidak seefektif yang dibayangkan selama pengujian terbaru. Sistem ini hanya dapat mengidentifikasi satu dari setiap tiga drone di daerah perkotaan padat penduduk sejauh 800 meter. Sistem ini juga salah mengidentifikasi baling-baling unit AC sebagai drone.
Seorang perwakilan dari Thales, pembuat Parade, mengatakan bahwa teknologi tersebut, yang didasarkan pada algoritma pemrosesan lanjutan menunjukkan kecanggihannya selama Piala Dunia Rugby 2023.
Baca Juga: Kuota Atlet Olimpiade Paris 2024 Disunat
Lihat Juga :