Suhu Bumi Panas, ESA Tangkap Prilaku Tak Biasa Matahari
Minggu, 05 Mei 2024 - 21:19 WIB
loading...
A
A
A
Di cakrawala Matahari, kita dapat melihat spikula, tonjolan plasma yang memanjang dari kromosfer ke korona di atasnya. Mereka mencapai ketinggian 10.000 kilometer (6.200 mil) di atmosfer Matahari yang lebih tinggi.
Kita juga dapat melihat "lumut" koronal, pola plasma mirip renda yang ditemukan di dasar lengkungan koronal, struktur melengkung yang terlihat memanjang jauh di atas permukaan Matahari.
Video ini memberikan wawasan baru tentang proses yang terjadi di korona Matahari, yang masih belum sepenuhnya dipahami. Para ilmuwan berharap dengan mempelajari fitur-fitur ini lebih lanjut, mereka dapat lebih memahami bagaimana Matahari bekerja dan bagaimana ia memengaruhi lingkungan di sekitarnya.
Video terbaru dari Solar Orbiter milik Badan Antariksa Eropa (ESA) menunjukkan aktivitas yang luar biasa di lapisan bawah atmosfer Matahari, yang disebut korona. Video ini memberikan pandangan yang belum pernah dilihat sebelumnya tentang fenomena matahari yang menarik ini, termasuk:
Spikula: Semburan plasma panjang yang menjulur dari kromosfer ke korona, mencapai ketinggian hingga 10.000 kilometer (6.200 mil).
Kita juga dapat melihat "lumut" koronal, pola plasma mirip renda yang ditemukan di dasar lengkungan koronal, struktur melengkung yang terlihat memanjang jauh di atas permukaan Matahari.
Video ini memberikan wawasan baru tentang proses yang terjadi di korona Matahari, yang masih belum sepenuhnya dipahami. Para ilmuwan berharap dengan mempelajari fitur-fitur ini lebih lanjut, mereka dapat lebih memahami bagaimana Matahari bekerja dan bagaimana ia memengaruhi lingkungan di sekitarnya.
Video terbaru dari Solar Orbiter milik Badan Antariksa Eropa (ESA) menunjukkan aktivitas yang luar biasa di lapisan bawah atmosfer Matahari, yang disebut korona. Video ini memberikan pandangan yang belum pernah dilihat sebelumnya tentang fenomena matahari yang menarik ini, termasuk:
Spikula: Semburan plasma panjang yang menjulur dari kromosfer ke korona, mencapai ketinggian hingga 10.000 kilometer (6.200 mil).
Lihat Juga :