Pertama di Dunia, Rusia Ciptakan Sistem Pemantau Arktik dari Luar Angkasa
Senin, 29 April 2024 - 08:32 WIB
loading...
Samudera Arktik memiliki cadangan sumber daya berlimpah berupa hidrokarbon, hasil laut dan pertambangan. (The Moscow Times)
A
A
A
JAKARTA - Badan antariksa Rusia, Roscosmos menyatakan bahwa komisi negara bagian telah menerima satelit Arktika-M No. 2 untuk beroperasi. Hal ini menjadikan Rusia sebagai negara pertama di dunia yang menciptakan sistem luar angkasa untuk memantau wilayah Arktik.
"Komisi negara untuk pengujian penerbangan kompleks luar angkasa untuk tujuan sosial-ekonomi, ilmiah, dan komersial meninjau hasil pengujian penerbangan sistem luar angkasa hidrometeorologi elips yang sangat tinggi Arktika-M dengan pesawat ruang angkasa Arktika-M No. 2. Berdasarkan hasil peninjauan, komisi negara memutuskan untuk menyelesaikan pengujian dengan commissioning pesawat ruang angkasa Arktika-M No. 2," kata Roscosmos dalam sebuah pernyataan dilansir dari Sputnik, Senin (29/4/2024).
Teknologi inovatif berupa sistem hidrometeorologi berbasis luar angkasa ini memungkinkan pengamatan terus menerus terhadap wilayah Arktik.
Baca Juga: Rusia Temukan Deposit Minyak Sangat Besar di Arktik
Wilayah Arktik di belahan bumi bagian utara merupakan samudera terkecil dan terdangkal di antara lima samudera di dunia. Samudra Arktik ditutupi oleh es sepanjang tahun. Namun wilayah ini memiliki cadangan sumber daya yang berlimpah berupa hidrokarbon, hasil laut dan pertambangan. Hal ini menjadikan Samudera Arktik sebagai objek kompetisi antar negara dalam memperebutkan sumber daya alam seperti minyak dan gas.
"Komisi negara untuk pengujian penerbangan kompleks luar angkasa untuk tujuan sosial-ekonomi, ilmiah, dan komersial meninjau hasil pengujian penerbangan sistem luar angkasa hidrometeorologi elips yang sangat tinggi Arktika-M dengan pesawat ruang angkasa Arktika-M No. 2. Berdasarkan hasil peninjauan, komisi negara memutuskan untuk menyelesaikan pengujian dengan commissioning pesawat ruang angkasa Arktika-M No. 2," kata Roscosmos dalam sebuah pernyataan dilansir dari Sputnik, Senin (29/4/2024).
Teknologi inovatif berupa sistem hidrometeorologi berbasis luar angkasa ini memungkinkan pengamatan terus menerus terhadap wilayah Arktik.
Baca Juga: Rusia Temukan Deposit Minyak Sangat Besar di Arktik
Wilayah Arktik di belahan bumi bagian utara merupakan samudera terkecil dan terdangkal di antara lima samudera di dunia. Samudra Arktik ditutupi oleh es sepanjang tahun. Namun wilayah ini memiliki cadangan sumber daya yang berlimpah berupa hidrokarbon, hasil laut dan pertambangan. Hal ini menjadikan Samudera Arktik sebagai objek kompetisi antar negara dalam memperebutkan sumber daya alam seperti minyak dan gas.
Lihat Juga :