Ilmuwan Sebut Kehidupan Adalah Konsekuensi Entropi

Kamis, 25 April 2024 - 20:30 WIB
loading...
Ilmuwan Sebut Kehidupan...
Kehidupan Adalah Konsekuensi Entropi. FOTO/ DAILY
A A A
LONDON - Pertanyaan tentang bagaimana kehidupan pertama kali muncul di Bumi masih menjadi misteri besar.

BACA JUGA - Arkeolog Israel Menemukan 'Wajah Tuhan'

Para ilmuwan memiliki beberapa teori tentang bagaimana kehidupan dimulai, seperti di dekat lubang hidrotermal yang menyediakan energi untuk reaksi kimia yang menghasilkan organisme hidup pertama.

Seperti dilansir dari IFL Science, namun, beberapa ilmuwan berpendapat bahwa ada penjelasan yang lebih fundamental, yaitu bahwa kehidupan merupakan konsekuensi dari entropi.

Entropi adalah ukuran ketidakteraturan suatu sistem. Ketika suatu sistem memiliki entropi tinggi (atau ketidakteraturan tinggi), komponennya dapat diganti dan hasilnya akan hampir sama.

Namun, di alam semesta ada benda-benda, seperti kehidupan, yang memiliki entropi rendah. Hal ini mungkin tampak melanggar hukum kedua termodinamika (yang menyatakan bahwa entropi dalam sistem tertutup selalu meningkat, atau segala sesuatu cenderung tidak teratur).

Tetapi kenyataannya tidak demikian. Kehidupan tidak melanggar hukum kedua karena ia mengambil energi dari lingkungan, mengeluarkan energi untuk sementara waktu menurunkan entropinya, seperti ketika Anda mendorong salju ke dalam bentuk manusia salju, menciptakan keteraturan sementara, hingga entropi menariknya kembali ke dalam kekacauan.

Ketika keseluruhan sistem (termasuk sumber energi untuk kehidupan, dan panas yang dikeluarkan oleh kehidupan) diperhitungkan, keseluruhan sistem terus menuju entropi.

Hukum statistik alam semesta ini pertama kali ditemukan oleh Rudolf Clausius, yang mengamati bahwa panas mengalir dari benda bersuhu lebih tinggi ke benda bersuhu lebih rendah, dan bukan sebaliknya. Menurut Inggris, kehidupan dan struktur mirip kehidupan dapat muncul di lingkungan yang kompleks dan kacau dengan cara yang lebih baik dalam mendistribusikan panas ke lingkungan.

Dengan kata lain, kehidupan dan struktur mirip kehidupan muncul sebagai konsekuensi entropi, karena kemampuannya mendistribusikan panas.

Dalam sebuah makalah, Inggris menyimulasikan sup kompleks yang terdiri dari 25 bahan kimia pada konsentrasi bervariasi dengan berbagai tingkat energi yang diterapkan pada sistem untuk "memaksa" terjadinya reaksi kimia, seperti halnya sinar matahari dapat memicu produksi ozon di atmosfer kita (terima kasih, entropi).

Gagasan bahwa kehidupan adalah konsekuensi entropi adalah ide yang menarik dan menantang. Ini menunjukkan bahwa kehidupan mungkin bukan hanya hasil dari peristiwa acak, tetapi merupakan hasil dari hukum fundamental fisika.

Meskipun penelitian ini masih dalam tahap awal, penelitian ini dapat membantu kita untuk lebih memahami asal-usul kehidupan di Bumi dan di tempat lain di alam semesta.
(wbs)
Dapatkan berita terkini dan kejutan menarik dari SINDOnews.com, Klik Disini untuk mendaftarkan diri anda sekarang juga!
Lanjut Baca Berita Terkait Lainnya
Berita Terkait
Fenomena Titik Dingin...
Fenomena Titik Dingin Atlantik Utara Terdeteksi, Tanda-tanda Bumi Sekarat Kian Nyata
Kuburan Paus Terbesar...
Kuburan Paus Terbesar dalam Sejarah Ditemukan di dasar Samudra Hindia
Iran Temukan Pangkalan...
Iran Temukan Pangkalan Angkatan Laut Berusia 2.000 Tahun di Selat Hormuz
Menganalisis Kekuatan...
Menganalisis Kekuatan Pesawat Su-35 dan Rafale setelah Pertemuan di Laut Baltik
Gerhana Matahari Total...
Gerhana Matahari Total Terlama Abad Ini Akan Segera Terjadi
Ilmuwan Pastikan AI...
Ilmuwan Pastikan AI Belum Bisa Kalahkan Teori Soal Iklim
Lithuania Siap Luncurkan...
Lithuania Siap Luncurkan Mobil yang Bisa Berubah Jadi Robot
Audi Nuvolari Spyder...
Audi Nuvolari Spyder versi Konvertibel Akan segera Diluncurkan
Angkat Pangan dan Nutrisi,...
Angkat Pangan dan Nutrisi, Peneliti Indonesia Masuk Daftar Asian Scientist 100
Rekomendasi
Hasil Seleksi Pelatihan...
Hasil Seleksi Pelatihan Vokasi Batch 2 Diumumkan 18 Juni 2026, Begini Cara Aksesnya
Putin Mengamuk! Serangan...
Putin Mengamuk! Serangan Rusia Tewaskan 11 Orang dan Hancurkan Katedral Bersejarah
FA Simpan Tiket Murah...
FA Simpan Tiket Murah Piala Dunia 2026 untuk Fans Inggris
Berita Terkini
Mau Traveling Keluarga...
Mau Traveling Keluarga Lebih Menyenangkan? Ikuti 5 Tips ala Tika Nurjanah
Beda Jauh dengan GPS,...
Beda Jauh dengan GPS, Kenapa AirTag dan Smart Tag Sering Telat Update Lokasi?
Di Balik Pemblokiran...
Di Balik Pemblokiran AI Tercanggih Anthropic Fable 5: Berantem dengan Pemerintah AS
Ridho Sadewo Bongkar...
Ridho Sadewo Bongkar 7 Strategi Free Fire yang Bikin Peluang Booyah Lebih Besar
Selebriti Pakai Earphone...
Selebriti Pakai Earphone Kabel, Pasar IEM Chi-Fi Diam-Diam Meledak
Begini Cara kerja AirTag...
Begini Cara kerja AirTag dan SmartTag, Pelacak Bluetooth Murah untuk Android dan iPhone
Infografis
Ilmuwan Swiss Berhasil...
Ilmuwan Swiss Berhasil Ciptakan Baterai Hidup dari Jamur
Copyright ©2026 SINDOnews.com All Rights Reserved