Hujan Meteor Terindah 2024 Terjadi Akhir April hingga Awal Mei

Rabu, 17 April 2024 - 06:49 WIB
loading...
A A A
Belahan bumi wilayah selatan khatulistiwa cenderung melihat akan lebih banyak bintang jatuh karena letaknya lebih tinggi dan akan terlihat jelas pada tengah malam saat sumber konstelasi Aquarius berada pada titik tertinggi di langit.

Eta Aquariids tahun ini dikatakan yang terbaik karena malam puncaknya terjadi saat bulan terbenam. Eta Aquariids akan berlangsung hanya beberapa malam sebelum bulan baru . Pada malam puncak, bulan hanya akan terlihat seperti bulan sabit dengan pencahayaan 14 persen saat ia terbit beberapa jam sebelum matahari terbit, sehingga banyak hal yang tidak akan mengganggu pengamatan. Tahun lalu puncak Eta Aquariids kurang memukau karena terganggu oleh bulan purnama.

Baca Juga: Apakah Hujan Meteor Itu Berbahaya? Simak Ulasannya

Untuk menyaksikan bintang jatuh tidak memerlukan peralatan khusus. Namun akan lebih baik jika melihat dari tempat yang minim penerangan. Langit akan terlihat sangat jelas ketika tidak ada awan yang menutupi dan tempat terbaik biasanya adalah pedesaan. Sebelum menyaksikan pemandangan bintang jatuh penting untuk menyesuaikan pengelihatan dengan kegelapan, jangan menggunakan ponsel pada saat waktu tersebut karena akan terdistraksi oleh perbedaan kecerahan.

MG/Maulana Kusumadewa Iskandar
(msf)
Dapatkan berita terkini dan kejutan menarik dari SINDOnews.com, Klik Disini untuk mendaftarkan diri anda sekarang juga!
Lanjut Baca Berita Terkait Lainnya
Berita Terkait
4 Wilayah AS Dihujani...
4 Wilayah AS Dihujani Cahaya Hijau dari Langit, Warga: Serangan Alien
Komet Super Terang akan...
Komet Super Terang akan Melintasi Bumi Akhir Bulan Ini
Selain Komet A3 di Bali,...
Selain Komet A3 di Bali, Ini 8 Peristiwa Langit yang Siap Memanjakan Mata
12 Meteorit Paling Unik...
12 Meteorit Paling Unik yang Pernah Ditemukan di Dunia
Saksikan Hujan Meteor...
Saksikan Hujan Meteor Terindah pada 11 Agustus, Ada Perseid dan Delta Aquariid
Akhir Juli, Tiga Hujan...
Akhir Juli, Tiga Hujan Meteor Sekaligus Bakal Mengguyur Bumi
Meteor Cirebon Jadi...
Meteor Cirebon Jadi Alarm Bahaya, Fisikawan IPB Ungkap Ancaman Asteroid hingga Badai Matahari
Batu Ini Terjual Rp86,5...
Batu Ini Terjual Rp86,5 Miliar karena Asalnya dari Mars
4 Wilayah AS Dihujani...
4 Wilayah AS Dihujani Cahaya Hijau dari Langit, Warga: Serangan Alien
Rekomendasi
Suara Ledakan Terdengar...
Suara Ledakan Terdengar di Bandar Abbas dan Pulau Qeshm, Iran Segera Balas Serangan AS
Pramono Perintahkan...
Pramono Perintahkan Investigasi Kasus Pemotongan Kabel Lift JPO Lenteng Agung
China Luncurkan Alat...
China Luncurkan Alat Pelacak Kapal Selam Nuklir, Bakal Ubah Perang Masa Depan
Berita Terkini
Menganalisis Kekuatan...
Menganalisis Kekuatan Pesawat Su-35 dan Rafale setelah Pertemuan di Laut Baltik
4 Teknologi Mutakhir...
4 Teknologi Mutakhir di Piala Dunia 2026, Pesepak Bola Akan Jadi Avatar
OpenAI Luncurkan Fitur...
OpenAI Luncurkan Fitur Penguncian Perlindungan Data untuk ChatGPT
Rayakan Hari Jadi ke-30,...
Rayakan Hari Jadi ke-30, Lexar Padukan Visi Teknologi AI dan Sinergi Global
Gerhana Matahari Total...
Gerhana Matahari Total Terlama Abad Ini Akan Segera Terjadi
Ilmuwan Pastikan AI...
Ilmuwan Pastikan AI Belum Bisa Kalahkan Teori Soal Iklim
Infografis
Fasilitas Pengolahan...
Fasilitas Pengolahan Sampah RDF Rorotan Beroperasi Akhir 2024
Copyright ©2026 SINDOnews.com All Rights Reserved