Hasil Riset Sebut Hand Sanitizers Bisa Merusak Sel Otak Manusia

Minggu, 07 April 2024 - 06:48 WIB
loading...
Hasil Riset Sebut Hand...
Hand Sanitizers. FOTO/ IFL
A A A
LONDON - Bahan kimia berbahaya ditemukan dalam disinfektan hand sanitizers atau pembersih tangan dapat merusak sel pendukung di otak manusia.

BACA JUGA - Jangan Salah Hand Gel dan Hand Sanitizer Itu Tak Sama, Ini Bedanya

Hal ini berdasarkan temuan sebuah studi baru berdasarkan risey 1.823 senyawa toksisitas yang tidak diketahui yang ditemukan di lingkungan, Erin Cohn, ahli biologi molekuler di Case Western Reserve University di Ohio, dan rekannya mengidentifikasi dua kelas bahan kimia yang dapat membunuh atau menghentikan pematangan sel yang disebut oligodendrosit dalam kondisi laboratorium.

Seperti dilansir dari Science Alert, oligodendrosit adalah sejenis sel pendukung neurologis: Mereka membungkus neuron untuk membentuk penutup isolasi yang menjaga sinyal otak tetap bergerak dengan cepat.

Salah satu dari dua kelas kimia yang diidentifikasi adalah senyawa kuaterner. Bahan-bahan ini digunakan dalam semprotan disinfektan, tisu basah dan pembersih tangan, serta produk perawatan pribadi seperti pasta gigi dan obat kumur untuk membunuh bakteri dan virus, dan dapat tertelan atau terhirup jika digunakan secara tidak benar atau di ruangan yang berventilasi buruk.

Golongan senyawa lainnya adalah organofosfat. Berfungsi sebagai penghambat api, bahan ini umumnya ditemukan pada tekstil, lem, dan barang-barang rumah tangga seperti furnitur dan elektronik dan dapat 'mengeluarkan gas' ke udara ruangan yang biasa kita tinggali.

Karena larut dalam lemak, organofosfat dapat diserap melalui kulit dan berpotensi masuk ke otak.

Dalam percobaan pada tikus, anak anjing yang diberi dosis oral salah satu dari tiga senyawa kuaterner dapat mendeteksi kadar bahan kimia tersebut di jaringan otaknya beberapa hari kemudian.
Hal ini menunjukkan bahwa senyawa tersebut dapat melewati penghalang darah-otak, benteng pelindung antara aliran darah dan sel-sel otak.
(wbs)
Dapatkan berita terkini dan kejutan menarik dari SINDOnews.com, Klik Disini untuk mendaftarkan diri anda sekarang juga!
Lanjut Baca Berita Terkait Lainnya
Berita Terkait
Zat Kimia Persisten...
Zat Kimia Persisten Ditemukan dalam 98,8% Darah Warga AS
Jepang Luncurkan Mesin...
Jepang Luncurkan Mesin Cuci Manusia dan Siap Dijual Bebas
WHO Warning Angka Kasus...
WHO Warning Angka Kasus Covid-19 Akibat NB.1.8.1Terus Melonjak Cepat
Covid-19 Ngamuk Lagi,...
Covid-19 Ngamuk Lagi, WHO Umumkan Waspada Varian NB.1.8.1
WHO: NB.1.8.1 Varian...
WHO: NB.1.8.1 Varian Baru Covid-19, Menyebar ke 22 Negara Termasuk Asia Tenggara
Varian Baru Covid-19...
Varian Baru Covid-19 Terdeteksi Sudah Berada di AS
Kepala WHO Peringatkan...
Kepala WHO Peringatkan Lebih Banyak Kasus Hantavirus akan Muncul
WHO: Wabah Hantavirus...
WHO: Wabah Hantavirus Bukan Awal Pandemi Covid-19 Berikutnya
Varian Baru COVID-19...
Varian Baru COVID-19 'Cicada' Muncul Lagi, Apa Bedanya dan Bagaimana Pencegahannya?
Rekomendasi
Harga Pertamax Naik,...
Harga Pertamax Naik, Komisi XII Ingatkan Dampaknya terhadap Daya Beli
Gestur Mesra Sarwendah...
Gestur Mesra Sarwendah dan Gio saat Live Tuai Kritikan, Disebut Tak Sopan
Saat Banyak Kreator...
Saat Banyak Kreator Bersaing Ketat, Refa Ardhi Justru Torehkan Pencapaian Besar
Berita Terkini
Menganalisis Kekuatan...
Menganalisis Kekuatan Pesawat Su-35 dan Rafale setelah Pertemuan di Laut Baltik
4 Teknologi Mutakhir...
4 Teknologi Mutakhir di Piala Dunia 2026, Pesepak Bola Akan Jadi Avatar
OpenAI Luncurkan Fitur...
OpenAI Luncurkan Fitur Penguncian Perlindungan Data untuk ChatGPT
Rayakan Hari Jadi ke-30,...
Rayakan Hari Jadi ke-30, Lexar Padukan Visi Teknologi AI dan Sinergi Global
Gerhana Matahari Total...
Gerhana Matahari Total Terlama Abad Ini Akan Segera Terjadi
Ilmuwan Pastikan AI...
Ilmuwan Pastikan AI Belum Bisa Kalahkan Teori Soal Iklim
Infografis
11 Perang Terlama dalam...
11 Perang Terlama dalam Sejarah Manusia, Ada yang hingga 781 Tahun
Copyright ©2026 SINDOnews.com All Rights Reserved