Babi Barbie, Spesies Baru Laut Dalam

Sabtu, 30 Maret 2024 - 09:20 WIB
loading...
Babi Barbie, Spesies...
Babi Barbie berwarna merah muda cerah di laut dalam. (Foto: Smartex Project)
A A A
JAKARTA - Hamparan lautan yang luas masih menjadi misteri dan palung terdalamnya menyimpan rahasia yang belum terungkap. Ekspedisi penelitian baru-baru ini di Clarion-Clipperton Zone (CCZ) di Samudera Pasifik telah mengungkap harta karun berupa data spesies laut dalam.

Di antara penemuan-penemuan ini terdapat dua makhluk yang sangat menarik perhatian, yakni Babi Barbie berwarna merah muda cerah dan unicumbers berbentuk runcing dan transparan.

Babi Barbie, yang secara ilmiah dikenal sebagai Amperima rosea, adalah sejenis teripang tembus pandang yang memiliki warna merah jambu memukau. Makhluk halus ini berkembang biak di kedalaman lebih dari 4.000 meter tanpa sinar matahari.

Tubuh tembus pandang mereka bertindak sebagai kamuflase alami, memungkinkan untuk berbaur dengan lingkungannya dan menghindari predator dalam kegelapan.

Baca Juga : Monster Penghuni Laut Dalam Mati Terdampar di Pantai

Sementara unicumbers adalah spesies spons kaca yang baru ditemukan. Spons kaca merupakan penghuni laut dalam yang penting secara ekologis, memainkan peran penting dalam menyaring air dan menyediakan surga bagi kehidupan laut lainnya. Strukturnya yang rumit dan berbentuk bintang terbentuk dari silika, bahan kaca yang membuat transparansinya sama. Unicumbers memiliki eksterior yang runcing.

Dailymail melansir, Sabtu (30/3/2024), Penemuan makhluk-makhluk ini menggarisbawahi keanekaragaman hayati luar biasa yang tumbuh subur di kedalaman lautan yang belum dijelajahi. Hewan-hewan yang tampak seperti alien ini berfungsi sebagai pengingat bahwa masih banyak yang belum diketahui tentang dunia bawah laut yang luas.

Bayangkan seluruh ekosistem berada di bawah tekanan besar dan kegelapan abadi, penuh dengan bentuk kehidupan yang telah beradaptasi untuk bertahan hidup dalam kondisi ekstrem ini.

Lokasi penemuan ini, CCZ, menambah wawasan bahwa wilayah ini terkenal dengan kekayaan mineral seperti kobalt dan litium. Keduanya merupakan komponen penting dari banyak teknologi modern seperti baterai untuk kendaraan listrik dan telepon pintar. Namun, kehadiran sumber daya berharga ini juga telah memicu minat terhadap penambangan laut dalam, sehingga meningkatkan kekhawatiran serius mengenai potensi dampaknya terhadap ekosistem laut dalam yang rapuh.

Baca Juga : Ini Penyebab Ikan Laut Dalam Kebanyakan Mirip Alien

“Penemuan spesies unik ini memperkuat pentingnya melindungi laut dalam,” kata Dr. Anya Petrova, peneliti utama ekspedisi tersebut.

Eksplorasi laut dalam dapat menimbulkan konsekuensi buruk bagi ekosistem yang rentan ini dan makhluk hidup yang menghuninya. Jaringan kehidupan yang rumit di laut dalam masih belum terkuak, dan mengganggu ekosistem tersebut tanpa pemahaman penuh mengenai potensi konsekuensinya dapat menjadi sebuah bencana besar.

Temuan-temuan ini juga menyoroti kebutuhan mendesak untuk mencapai keseimbangan antara eksplorasi sumber daya dan perlindungan lingkungan. Para ilmuwan menganjurkan penelitian ekstensif mengenai lingkungan laut dalam sebelum operasi penambangan skala besar dimulai. Memahami ekosistem yang kompleks dan bentuk kehidupan unik yang menghuninya sangat penting untuk memastikan kelestariannya untuk generasi mendatang.

MG/Muhammad Rauzan Ranupane Ramadan
(msf)
Dapatkan berita terkini dan kejutan menarik dari SINDOnews.com, Klik Disini untuk mendaftarkan diri anda sekarang juga!
Lanjut Baca Berita Terkait Lainnya
Berita Terkait
Inilah Dinosaurus Berjuluk...
Inilah Dinosaurus Berjuluk Pedang Naga, Monster Apakah Itu?
Ilmuwan Temukan Makhluk...
Ilmuwan Temukan Makhluk Tak Dikenal Bersembunyi di Gua Terpanjang di Dunia
Alasan Menyeramkan Mengapa...
Alasan Menyeramkan Mengapa Tidak Ada Narwhal di Akuarium
Ini Penyebab Lautan...
Ini Penyebab Lautan Pertama di Bumi Tidak Berwarna Biru
Misteri Monster Laut...
Misteri Monster Laut Kuno Mosasaurus Maroko: Fosil Asli atau Hanya Rekayasa?
Penyebab Hiu Berukuran...
Penyebab Hiu Berukuran Besar Jarang Muncul ke Permukaan Laut Terkuak
Misteri Monster Laut...
Misteri Monster Laut Kuno Mosasaurus Maroko: Fosil Asli atau Hanya Rekayasa?
Penyebab Hiu Berukuran...
Penyebab Hiu Berukuran Besar Jarang Muncul ke Permukaan Laut Terkuak
Di Balik Keunikan Kerang...
Di Balik Keunikan Kerang Berbentuk Penis, Ilmuwan Temukan Fakta Luar Biasa
Rekomendasi
Namanya Terseret Kasus...
Namanya Terseret Kasus Dugaan Suap Impor Bea Cukai, Raffi Ahmad Buka Suara
Mitsubishi Triton Ralliart...
Mitsubishi Triton Ralliart Merapat, Nissan Tendang Navara Nismo
3 Guru Besar Kedokteran...
3 Guru Besar Kedokteran Bakal Jadi Saksi Ahli Dokter Tifa
Berita Terkini
Menganalisis Kekuatan...
Menganalisis Kekuatan Pesawat Su-35 dan Rafale setelah Pertemuan di Laut Baltik
4 Teknologi Mutakhir...
4 Teknologi Mutakhir di Piala Dunia 2026, Pesepak Bola Akan Jadi Avatar
OpenAI Luncurkan Fitur...
OpenAI Luncurkan Fitur Penguncian Perlindungan Data untuk ChatGPT
Rayakan Hari Jadi ke-30,...
Rayakan Hari Jadi ke-30, Lexar Padukan Visi Teknologi AI dan Sinergi Global
Gerhana Matahari Total...
Gerhana Matahari Total Terlama Abad Ini Akan Segera Terjadi
Ilmuwan Pastikan AI...
Ilmuwan Pastikan AI Belum Bisa Kalahkan Teori Soal Iklim
Infografis
Piala Dunia 2026: Panggung...
Piala Dunia 2026: Panggung Terakhir Messi-Ronaldo dan Lahirnya Era Baru
Copyright ©2026 SINDOnews.com All Rights Reserved