Israel Temukan Rapid Test COVID-19 Super-Cepat, Harganya Cuma Rp4.000
Minggu, 16 Agustus 2020 - 09:52 WIB
loading...
Seorang siswa mengeluarkan air liur untuk tes COVID-19 virus korona eksperimental untuk orang tanpa gejala. Sekelompok peneliti Israel juga sedang mengerjakan tes deteksi air liur. Foto/UC Berkeley/AP
A
A
A
TEL AVIV - Pusat Medis Israel melaporkan, para penelitinya tengah melakukan pengembangant tes air liur terbaru guna mendeteksi virus COVID-19. Teknologi rapid test yang digunakan diklaim sanggup untuk menentukan dalam waktu kurang dari satu detik (supercepat) apakah seseorang terinfeksi virus Corona baru atau tidak. Menariknya, harga tes itu supermurah, kurang dari Rp4.000.
Caranya pun cukup sederhana. Mulut pasien cukup berkumur dengan larutan garam dan meludah ke dalam tabung kecil. Ini kemudian diperiksa dengan perangkat spektral kecil, secara sederhana, menyinari spesimen dan menganalisis reaksinya untuk melihat apakah konsisten dengan COVID-19. (Baca juga: Peneliti Sebut Ada Indikasi Obat Kucing Sembuhkan Pasien COVID-19 )
Dengan machine learning (pembelajaran mesin), tes ini dipercaya menjadi lebih akurat dari waktu ke waktu. Eli Schwartz dari Center for Geographic Medicine and Tropical Diseases di Sheba Medical Center, yang memimpin uji coba, mengatakan, tes cepat itu lebih mudah digunakan daripada usap PCR yang biasa digunakan untuk mendeteksi COVID-19.
“Sejauh ini kami mendapatkan hasil yang sangat menjanjikan dalam metode baru ini yang akan jauh lebih nyaman dan lebih murah,” kata Eli Schwartz seperti dikutip dari laman Global News.
Center for Geographic Medicine and Tropical Diseases di Sheba Medical Center menyatakan, dalam uji klinis awal yang melibatkan ratusan pasien, perangkat berbasis kecerdasan buatan yang baru mengidentifikasi bukti virus di dalam tubuh dengan tingkat keberhasilan 95%.
Caranya pun cukup sederhana. Mulut pasien cukup berkumur dengan larutan garam dan meludah ke dalam tabung kecil. Ini kemudian diperiksa dengan perangkat spektral kecil, secara sederhana, menyinari spesimen dan menganalisis reaksinya untuk melihat apakah konsisten dengan COVID-19. (Baca juga: Peneliti Sebut Ada Indikasi Obat Kucing Sembuhkan Pasien COVID-19 )
Dengan machine learning (pembelajaran mesin), tes ini dipercaya menjadi lebih akurat dari waktu ke waktu. Eli Schwartz dari Center for Geographic Medicine and Tropical Diseases di Sheba Medical Center, yang memimpin uji coba, mengatakan, tes cepat itu lebih mudah digunakan daripada usap PCR yang biasa digunakan untuk mendeteksi COVID-19.
“Sejauh ini kami mendapatkan hasil yang sangat menjanjikan dalam metode baru ini yang akan jauh lebih nyaman dan lebih murah,” kata Eli Schwartz seperti dikutip dari laman Global News.
Center for Geographic Medicine and Tropical Diseases di Sheba Medical Center menyatakan, dalam uji klinis awal yang melibatkan ratusan pasien, perangkat berbasis kecerdasan buatan yang baru mengidentifikasi bukti virus di dalam tubuh dengan tingkat keberhasilan 95%.
Lihat Juga :