160 Tahun Lalu, Kamar Mayat di Paris Jadi Tempat Wisata

Rabu, 27 Maret 2024 - 10:49 WIB
loading...
160 Tahun Lalu, Kamar...
Kamar Mayat di Paris Jadi Tempat Wisata. FOTO/ IFL SCIENCE
A A A
PARIS - Pada tahun 1860-an, Kamar Mayat Paris bukan hanya tempat untuk menyimpan jenazah, tetapi juga tempat wisata yang mengerikan dan menarik bagi para flâneurs orang-orang yang suka menjelajahi kota tanpa tujuan.

BACA JUGA - Kamar Mayat Penuh, Belasan Mayat Membusuk di RS Papua Nugini

Seperti dilansir dari IFL Science, Rabu (27/3/2024), budaya "melihat" ini mendorong banyak orang untuk mengunjungi kamar mayat dan melihat orang mati.

Kamar Mayat Paris memiliki ruang pamer yang disebut salle d'exposition. Di sana, jenazah yang tidak dikenal dan tidak diklaim dipajang untuk diidentifikasi.

Era Revolusi Industri membawa banyak orang ke kota untuk mencari pekerjaan, dan banyak yang mengalami kecelakaan fatal. Jenazah mereka yang jauh dari rumah akan dipajang di kamar mayat ini.

Kamar Mayat Paris menjadi begitu populer sehingga dijuluki "Le Musée de la Mort" (Museum Kematian) dalam panduan wisata Inggris.

Terletak di belakang Katedral Notre-Dame, kamar mayat ini memamerkan jenazah di balik jendela bertirai teatrikal. Jumlah pengunjungnya bisa mencapai puluhan hingga ratusan ribu orang, tergantung pada siapa yang dipamerkan.

Kamar Mayat Paris menawarkan pengalaman yang mengerikan sekaligus memuaskan rasa ingin tahu. Bagi masyarakat pada masa itu, melihat orang mati di kamar mayat merupakan cara untuk memahami kematian dan menjelajahi sisi gelap kehidupan.
(wbs)
Dapatkan berita terkini dan kejutan menarik dari SINDOnews.com, Klik Disini untuk mendaftarkan diri anda sekarang juga!
Lanjut Baca Berita Terkait Lainnya
Berita Terkait
Israel Temukan Batu...
Israel Temukan Batu Suci Berusia 2.700 Tahun yang Tertulis dalam Alkitab
Facebook Luncurkan Mode...
Facebook Luncurkan Mode Pencarian AI, Begini Cara Pakainya
NASA Temukan Planet...
NASA Temukan Planet Raksasa dengan Suhu seperti di Bumi dan Dipenuhi Gas Metana
Fenomena Titik Dingin...
Fenomena Titik Dingin Atlantik Utara Terdeteksi, Tanda-tanda Bumi Sekarat Kian Nyata
Kuburan Paus Terbesar...
Kuburan Paus Terbesar dalam Sejarah Ditemukan di dasar Samudra Hindia
Iran Temukan Pangkalan...
Iran Temukan Pangkalan Angkatan Laut Berusia 2.000 Tahun di Selat Hormuz
Prancis Naik Pitam!...
Prancis Naik Pitam! Siap Jegal Iran soal Tarif Tol di Selat Hormuz
PM Kanada Akui G7 Tidak...
PM Kanada Akui G7 Tidak Lagi Kendalikan Dunia
Inggris, Prancis, Jerman,...
Inggris, Prancis, Jerman, dan Italia Siap Cabut Sanksi Teheran setelah Kesepakatan Damai AS-Iran
Rekomendasi
Korban Tewas Gempa Magnitudo...
Korban Tewas Gempa Magnitudo 6,7 di Sulteng Bertambah Jadi 3 Orang
Terluka saat Hadang...
Terluka saat Hadang Eksekusi Hotel Sultan, Kivlan Zen: Darah Saya untuk Perjuangan
Jangan Lewatkan! Kejar...
Jangan Lewatkan! Kejar Promo Rumah, Kendaraan, & Liburan di BRI Consumer Expo 2026 Makassar
Berita Terkini
Israel Temukan Batu...
Israel Temukan Batu Suci Berusia 2.700 Tahun yang Tertulis dalam Alkitab
Samsung Berencana Bangun...
Samsung Berencana Bangun Pusat Data Terapung di Laut
Trump T1 Phone Ternyata...
Trump T1 Phone Ternyata HTC U24 Pro Buatan China: Ini Bukti Teardown-nya
Kantongi Laba Rp33,72...
Kantongi Laba Rp33,72 Miliar, Elitery (ELIT) Fokus Kembangkan AI dan Cybersecurity
Perkuat Transformasi...
Perkuat Transformasi dan ESG, TelkomGroup Rilis Laporan Keberlanjutan 2025 untuk Masa Depan Digital
Fasilitasi Pasar Sekunder...
Fasilitasi Pasar Sekunder Esports, HIDDEN SUPPLY Kelola Transaksi Aset Tak Berwujud
Infografis
6 Pulau yang Jadi Target...
6 Pulau yang Jadi Target Invasi Darat AS di Iran
Copyright ©2026 SINDOnews.com All Rights Reserved