Miris, Ini Jumlah Populasi Harimau Sumatera yang Tersisa di Indonesia

Rabu, 27 Maret 2024 - 07:43 WIB
loading...
Miris, Ini Jumlah Populasi...
Tim rescue Taman Safari Indonesia dikerahkan membantu pencarian dan penangkapan harimau Sumatera yang menyerang warga di Lampung Barat. (Foto/Tangkapan Layar)
A A A
JAKARTA - Berapa jumlah populasi harimau SumateradiIndonesia? jawabannya tidak sampai 1.000 ekor. Faktanya, harimau Sumatera sang raja hutan, masih terancam punah. Populasinya yang terus menurun menjadi alarm bagi kelestarian alam Indonesia.

Menurut data Kementerian Lingkungan Hidup dan Kehutanan Republik Indonesia, harimau Sumatera diperkirakan hanya tersisa kurang lebih 603 ekor di alam liar. Mereka tersebar di 23 wilayah di Sumatera dengan jumlah masing-masing berkisar dari 1 hingga 185 ekor. Wilayah dengan populasi terbanyak harimau Sumatera adalah Provinsi Riau. Jumlahnya hampir sepertiga dari total populasi.

Menurunnya jumlah harimau Sumatera selama beberapa dekade terakhir karena berbagai faktor. Antara lain, perburuan liar, hilangnya habitat, dan konflik dengan manusia. Perburuan liar masih marak lantaran permintaan untuk bagian tubuh harimau di pasar gelap masih tinggi.

Harimau Sumatera juga sering diperdagangkan secara ilegal sebagai hewan peliharaan, meskipun hal itu dilarang. Sementara hilangnya habitat harimau Sumatera lantaran deforestasi yang meluas untuk perkebunan kelapa sawit, pertambangan, dan pembangunan infrastruktur lainnya. Ujung-ujungnya terjadi konflik antara harimau dan manusia.

Baca Juga: 4 Ciri Khas Harimau Sumatera yang Membedakannya dari Jenis Harimau Lain

Di sisi lain, perkembangbiakan harimau Sumatera tidak bisa berlangsung cepat. Selain harus menunggu hingga harimau dewasa untuk mencapai masa kematangan seksual, juga dibutuhkan waktu relatif panjang dari masa kehamilan hingga kelahiran. Harimau membutuhkan waktu sekitar 103 hari untuk masa kehamilan. Biasanya dalam sekali melahirkan, harimau betina mampu melahirkan 2 hingga 3 ekor anak harimau sekaligus.

Selain melindungi harimau Sumatera di habitat aslinya, pemerintah dan para stakeholders juga mengupayakan banyak hal untuk menambah jumlah populasinya, antara lain:

1. Penetapan kawasan lindung


Kementerian Lingkungan Hidup dan Kehutanan Republik Indonesia telah menetapkan beberapa kawasan sebagai habitat lindung harimau, seperti Taman Nasional Bukit Tigapuluh, Taman Nasional Kerinci Seblat, dan Taman Nasional Gunung Leuser. Kawasan ini menjadi tempat yang aman bagi harimau untuk hidup dan berkembang biak.

2. Pengawasan dan patroli


Patroli dan pengawasan di kawasan hutan diperkuat untuk mencegah perburuan liar. Petugas Taman Nasional dan Balai Konservasi Sumber Daya Alam (BKSDA) secara rutin melakukan patroli untuk memastikan keamanan habitat harimau.

Baca Juga: Ini Alasan Kenapa Harimau Berwarna Orange

3. Edukasi masyarakat


Program edukasi dan penyadaran masyarakat tentang pentingnya menjaga kelestarian harimau Sumatera terus dilakukan. Program ini bertujuan untuk meningkatkan pemahaman masyarakat tentang peran penting harimau dalam ekosistem dan mendorong partisipasi mereka dalam upaya pelestarian.

4. Penelitian dan monitoring


Para peneliti melakukan penelitian untuk mempelajari ekologi dan perilaku harimau Sumatera. Hasil penelitian ini digunakan untuk mengembangkan strategi yang lebih efektif untuk melindungi harimau Sumatera.

Upaya pelestarian di atas belakangan membuahkan hasil, sehingga jumlah harimau Sumatera bertambah. Tercatat, di Taman Nasional Bukit Tigapuluh Jambi, populasi harimau Sumatera meningkat dari 40 ekor pada tahun 2004 menjadi 80 ekor pada 2023.

Hasil pemantauan harimau Sumatera melalui kamera juga menunjukkan populasinya stabil di Sumatera Barat. Program ini diinisiasi oleh Kerinci Seblat Tiger Project.

Dengan memahami berapa jumlah harimau Sumatera di Indonesia secara akurat, pemerintah, masyarakat, dan organisasi konservasi dapat bekerja sama untuk melindungi habitat mereka, mengurangi konflik dengan manusia, dan memberlakukan hukum yang lebih ketat terhadap perburuan ilegal.

MG/Muhammad Rauzan Ranupane Ramadan
(msf)
Dapatkan berita terkini dan kejutan menarik dari SINDOnews.com, Klik Disini untuk mendaftarkan diri anda sekarang juga!
Lanjut Baca Berita Terkait Lainnya
Berita Terkait
Perdagangan Harimau...
Perdagangan Harimau Semakin Merajalela, Indonesia Termasuk Penyumbang Terbesar
10 Spesies Hewan Terancam...
10 Spesies Hewan Terancam Punah di Dunia, Terbanyak Ada di Indonesia
Nenek Moyang Harimau...
Nenek Moyang Harimau Jawa Ditemukan dalam Keadaan Utuh
Urin Harimau untuk Pengobatan...
Urin Harimau untuk Pengobatan Radang Sendi, China Dikritik
Keunikan Macan Tutul,...
Keunikan Macan Tutul, Elang Jawa, dan Lutung Jawa di Taman Nasional Bromo Tengger Semeru
3 Perbedaan Harimau...
3 Perbedaan Harimau Jawa dan Harimau Sumatera yang Sangat Mencolok
Kemenhut Bongkar Perdagangan...
Kemenhut Bongkar Perdagangan 100 Satwa Dilindungi dari Papua, 2 Oknum Aparat Ditangkap
Kapolda Riau Namai Anak...
Kapolda Riau Namai Anak Gajah Tesso Nilo Nona Seroja, Simbol Harapan Baru Konservasi
Jaga Keseimbangan Ekosistem...
Jaga Keseimbangan Ekosistem Hutan, BCA Dukung Eksistensi Macan Tutul Jawa
Rekomendasi
Peringati Tahun Baru...
Peringati Tahun Baru Islam, DPP PSI Santuni 100 Anak Yatim dan Duafa
Gempa Magnitudo 6,7...
Gempa Magnitudo 6,7 Guncang Sulteng, 1 Warga Sigi Meninggal Dunia
Kenapa Perdamaian Iran...
Kenapa Perdamaian Iran Tak Semudah Membalikkan Telapak Tangan?
Berita Terkini
NASA Temukan Planet...
NASA Temukan Planet Raksasa dengan Suhu seperti di Bumi dan Dipenuhi Gas Metana
Mengapa iPhone 11 Masih...
Mengapa iPhone 11 Masih Didukung iOS 27? Ini Jawabannya
Berpengalaman di Perang...
Berpengalaman di Perang Ukraina, Sky-Watch Luncurkan Drone Jarak Jauh RQ-70 Dainn
Pembaruan Windows 11...
Pembaruan Windows 11 Menyebabkan Serangkaian Bug Serius
Padukan Semangat Sepak...
Padukan Semangat Sepak Bola dan Teknologi, Lexar Rilis Seri Penyimpanan Resmi AFA Berdesain Ikonik Nomor 10
Komputer Kuantum Optik...
Komputer Kuantum Optik Bakal Jadi Kebutuhan Energi AI
Infografis
Virus Hanta Merebak!...
Virus Hanta Merebak! Ini 5 Gejalanya yang Perlu Diwaspadai
Copyright ©2026 SINDOnews.com All Rights Reserved