Letusan Gunung Berapi Toba Ungkap Misteri Evolusi Manusia
Jum'at, 22 Maret 2024 - 10:57 WIB
loading...
A
A
A
Letusan Toba dahsyat, mengeluarkan minimal 2.000 kilometer kubik material. Dibandingkan letusan Tambora yang jauh lebih kecil dan menghasilkan "tahun tanpa musim panas" akibat debu dan abu, Toba kemungkinan besar menyebabkan pendinginan selama beberapa tahun.
Perkiraan menunjukkan penurunan suhu hingga 5°C (9°F), mengembalikan kondisi planet ke zaman es dalam waktu singkat.
Meskipun iklim pulih dalam beberapa tahun, sumber makanan nenek moyang kita kemungkinan besar terancam punah.
Hal ini melahirkan teori bencana Toba, yang menyatakan bahwa kondisi pasca letusan gunung berapi ini mampu mereduksi populasi manusia menjadi kurang dari 10.000 jiwa, menciptakan hambatan genetik.
Teori ini masih diperdebatkan, dengan beberapa pihak berpendapat bahwa dampak iklimnya lebih kecil dan waktu kemacetan populasi tidak tepat.
Profesor Curtis Marean dari Arizona State University menghubungkan kedua misteri tersebut berdasarkan penggalian di Tanduk Afrika, khususnya di Shinfa-Metema 1 di barat laut Ethiopia. Marean dan timnya menemukan pecahan kaca vulkanik kecil (cryptotephra) di situs tempat tinggal manusia, dan pendudukan situs tersebut berlanjut setelah lapisan tempat partikel ditemukan diendapkan.
Perkiraan menunjukkan penurunan suhu hingga 5°C (9°F), mengembalikan kondisi planet ke zaman es dalam waktu singkat.
Meskipun iklim pulih dalam beberapa tahun, sumber makanan nenek moyang kita kemungkinan besar terancam punah.
Hal ini melahirkan teori bencana Toba, yang menyatakan bahwa kondisi pasca letusan gunung berapi ini mampu mereduksi populasi manusia menjadi kurang dari 10.000 jiwa, menciptakan hambatan genetik.
Teori ini masih diperdebatkan, dengan beberapa pihak berpendapat bahwa dampak iklimnya lebih kecil dan waktu kemacetan populasi tidak tepat.
Profesor Curtis Marean dari Arizona State University menghubungkan kedua misteri tersebut berdasarkan penggalian di Tanduk Afrika, khususnya di Shinfa-Metema 1 di barat laut Ethiopia. Marean dan timnya menemukan pecahan kaca vulkanik kecil (cryptotephra) di situs tempat tinggal manusia, dan pendudukan situs tersebut berlanjut setelah lapisan tempat partikel ditemukan diendapkan.
Lihat Juga :