Mengenal SIMA, AI Google DeepMind yang Siap Temani Bermain Video Game
Sabtu, 16 Maret 2024 - 14:07 WIB
loading...
A
A
A
Program komputernya dianggap super cerdas sebagai penjelajah digital, serta memiliki kemampuan untuk memahami apa yang pengguna inginkan dan membantu mewujudkannya di dunia virtual.
SIMA memahami perintah karena telah dilatih untuk memproses bahasa manusia. Jadi, ketika pengguna memintanya untuk membangun kastil atau menemukan peti harta karun, ia mengerti persis apa arti perintah tersebut.
Salah satu ciri khas dari Agen AI ini, yaitu kemampuannya untuk belajar dan beradaptasi. SIMA melakukan ini melalui interaksi yang dimilikinya dengan pengguna. Semakin banyak berinteraksi, SIMA semakin pintar karena belajar dari pengalamannya dan meningkat dari waktu ke waktu. Hal ini membuatnya lebih baik dalam memahami dan memenuhi permintaan pengguna.
Berdasarkan tahap perkembangan AI saat ini, SIMA berpotensi memperkenalkan agen AI yang lebih membantu untuk lingkungan.
Penelitian terbaru dari Google DeepMind menunjukkan bahwa kemampuan model AI canggih dapat diterjemahkan menjadi tindakan dunia nyata yang berguna melalui antarmuka bahasa. Google berharap SIMA dan agen AI lainnya dapat menggunakan video game sebagai sandbox untuk memahami bagaimana sistem AI bisa lebih membantu.
Baca Juga: Samsung Kembangkan Model AI Generatif, Targetkan Peluncuran Tahun 2024
"Kami bermitra dengan pengembang game untuk melatih SIMA pada berbagai video game. Penelitian ini menandai pertama kalinya agen menunjukkan kemampuan untuk memahami dunia game yang luas dan mengikuti instruksi bahasa natural untuk melaksanakan tugas di dalamnya, seperti yang mungkin dilakukan manusia," tulis Google Deepmind dalam web resminya.
Untuk menerapkan agen AI ke lingkungan yang berbeda, Google Deepmind bekerja sama dengan delapan studio game untuk menguji SIMA pada sembilan video game berbeda, termasuk Teardown oleh Tuxedo Labs dan No Man's Sky oleh Hello Games.
Bagaimana cara kerja SIMA?
SIMA memahami perintah karena telah dilatih untuk memproses bahasa manusia. Jadi, ketika pengguna memintanya untuk membangun kastil atau menemukan peti harta karun, ia mengerti persis apa arti perintah tersebut.
Salah satu ciri khas dari Agen AI ini, yaitu kemampuannya untuk belajar dan beradaptasi. SIMA melakukan ini melalui interaksi yang dimilikinya dengan pengguna. Semakin banyak berinteraksi, SIMA semakin pintar karena belajar dari pengalamannya dan meningkat dari waktu ke waktu. Hal ini membuatnya lebih baik dalam memahami dan memenuhi permintaan pengguna.
Berdasarkan tahap perkembangan AI saat ini, SIMA berpotensi memperkenalkan agen AI yang lebih membantu untuk lingkungan.
Penelitian terbaru dari Google DeepMind menunjukkan bahwa kemampuan model AI canggih dapat diterjemahkan menjadi tindakan dunia nyata yang berguna melalui antarmuka bahasa. Google berharap SIMA dan agen AI lainnya dapat menggunakan video game sebagai sandbox untuk memahami bagaimana sistem AI bisa lebih membantu.
Baca Juga: Samsung Kembangkan Model AI Generatif, Targetkan Peluncuran Tahun 2024
Bagaimana SIMA dilatih?
"Kami bermitra dengan pengembang game untuk melatih SIMA pada berbagai video game. Penelitian ini menandai pertama kalinya agen menunjukkan kemampuan untuk memahami dunia game yang luas dan mengikuti instruksi bahasa natural untuk melaksanakan tugas di dalamnya, seperti yang mungkin dilakukan manusia," tulis Google Deepmind dalam web resminya.
Untuk menerapkan agen AI ke lingkungan yang berbeda, Google Deepmind bekerja sama dengan delapan studio game untuk menguji SIMA pada sembilan video game berbeda, termasuk Teardown oleh Tuxedo Labs dan No Man's Sky oleh Hello Games.
Lihat Juga :