Pemujaan Cermin Darah Menjadi Dasar Kekuatan Kekaisaran Pra-Aztec

Jum'at, 15 Maret 2024 - 11:25 WIB
loading...
Pemujaan Cermin Darah...
Bangunan Kekaisaran Pra-Aztec. FOTO/ DAILY
A A A
LIMA - Negara kota terbesar yang pernah ada di Mesoamerika ini mungkin mendapatkan kekuatannya dari benda berkilau dan darah manusia.

BACA JUGA - Arkeolog Mesir Temukan Alat Ritual Kuno di Situs Alexandria

Kedua hal ini dapat dipenuhi oleh obsidian, kaca vulkanik setajam silet yang memantulkan cahaya. Menurut analisis terbaru terhadap kuil pengorbanan di kota Teotihuacan pra-Columbus, ketertarikan masyarakat terhadap bahan reflektif ini melahirkan obsesi seperti pemujaan terhadap cermin dan pertumpahan darah. Kedua hal ini kemudian erat kaitannya dengan perluasan kerajaan.

Lebih dari 1.000 tahun sebelum peradaban Aztec, kota metropolitan kuno Teotihuacan berkembang pesat di Meksiko tengah dari tahun 100 SM hingga 800 M.

Sama seperti di banyak budaya Mesoamerika lainnya, para elit di Teotihuacan terobsesi dengan apa yang oleh para sarjana disebut sebagai "kompleks permukaan reflektif".

Mereka secara rutin menggunakan cermin pirit dan obsidian sebagai alat ramalan untuk melihat masa depan dan berkomunikasi dengan para dewa.

Namun, menurut penelitian baru yang dilakukan oleh Dr. Trenton D. Barnes dari Williams College, ketertarikan mereka terhadap permukaan berkilau ini lebih dari sekadar ramalan. Hal ini melahirkan beberapa praktik mengerikan. Bukti dari pemujaan cermin berdarah ini, kata Barnes, dapat ditemukan di Piramida Ular Berbulu, bangunan terbesar ketiga di kota kuno yang ikonik ini.

Menurut Barnes, kuil itu dihiasi dengan ratusan "patung monumental yang menggambarkan cermin". Dari cermin-cermin ini muncullah dewa Ular Berbulu, yang kemudian dikenal sebagai Quetzalcoatl di kalangan suku Aztec Mexica yang berbahasa Nahuatl.

Sayangnya, situs tersebut telah berulang kali digeledah sejak dibangun sekitar tahun 200 M. Namun, salah satu patung masih mempertahankan cakram obsidian reflektif yang awalnya tertanam di rongga matanya.

"Kemungkinan ratusan cermin seperti ini awalnya dimasukkan ke dalam fasad Piramida Ular Berbulu," tulis Barnes.

"Menjelang akhir hari yang cerah, saat matahari mendekati ufuk barat, mata hitam kepala patung itu akan terbakar karena cahaya yang dipantulkan."

Namun, kuil itu lebih dari sekadar bola disko raksasa. Di bawah piramida, para arkeolog telah menemukan kerangka sekitar 200 pengorbanan manusia, menjadikannya ritual pembunuhan terbesar yang pernah terjadi di Mesoamerika pada saat itu.

Di antara sisa-sisa pengorbanan ini terdapat sejumlah besar bilah obsidian dan ujung proyektil. Hal ini menunjukkan bahwa obsidian digunakan sebagai alat untuk menumpahkan darah dan secara ritual memusnahkan kehidupan manusia. Melalui obsidian, hubungan yang jelas antara cermin dan darah terjalin.

Pemujaan cermin darah di Teotihuacan kemungkinan besar memiliki dampak yang signifikan pada budaya dan masyarakatnya. Berikut beberapa kemungkinan pengaruhnya:

Penguatan Kekuatan Elit: Ritual pengorbanan manusia dan obsesi dengan benda berkilau mungkin digunakan oleh para elit untuk memperkuat kekuasaan dan kontrol mereka atas masyarakat.

Militerisme: Pemujaan terhadap dewa Ular Berbulu, yang sering digambarkan sebagai prajurit yang ganas, mungkin mendorong budaya militeristik dan ekspansi kekaisaran.

Ketidaksetaraan Sosial: Ritual brutal dan fokus pada benda-benda berharga mungkin memperburuk ketidaksetaraan sosial antara kelas atas dan bawah.

Penelitian Dr. Barnes tentang Piramida Ular Berbulu memberikan wawasan baru tentang budaya dan praktik masyarakat Teotihuacan. Pemujaan cermin darah menunjukkan kompleksitas peradaban ini dan bagaimana obsesi dengan benda mati dan ritual berdarah dapat membentuk struktur sosial dan politiknya.
(wbs)
Dapatkan berita terkini dan kejutan menarik dari SINDOnews.com, Klik Disini untuk mendaftarkan diri anda sekarang juga!
Lanjut Baca Berita Terkait Lainnya
Berita Terkait
Reservoir Air Kuno Misterius...
Reservoir Air Kuno Misterius Ditemukan di bawah Samudra Atlantik
Makam Berusia 1.800...
Makam Berusia 1.800 Tahun dengan Harta Karun Langka Ditemukan
Altar Berusia 1.700...
Altar Berusia 1.700 Tahun Ditemukan di Kota Maya, Ilmuwan: Itu Tidak Mungkin
Struktur Kuno Rujm el-Hiri...
Struktur Kuno Rujm el-Hiri Diklaim Berkaitan dengan Teknologi Astronomi
Jejak Kaki Berusia 13.000...
Jejak Kaki Berusia 13.000 Tahun Catat Ulang Sejarah Amerika
Alfabet Berusia 4.000...
Alfabet Berusia 4.000 Tahun Ditemukan di Makam Kuno Suriah
Pustunastren UIN Mataram...
Pustunastren UIN Mataram Jadi Pusat Studi Pesantren dan Manuskrip Nusantara
Struktur Kuno Rujm el-Hiri...
Struktur Kuno Rujm el-Hiri Diklaim Berkaitan dengan Teknologi Astronomi
Jejak Kaki Berusia 13.000...
Jejak Kaki Berusia 13.000 Tahun Catat Ulang Sejarah Amerika
Rekomendasi
3 Turnamen Sepak Bola...
3 Turnamen Sepak Bola Putri Bertajuk Womens Soccer Trilogy 2026 Siap Digelar di Kudus
Hore! Stasiun KRL JIS...
Hore! Stasiun KRL JIS Diresmikan Besok
Industri Herbal Andalkan...
Industri Herbal Andalkan Figur Publik Perkuat Kepercayaan Konsumen
Berita Terkini
China Kenalkan Senjata...
China Kenalkan Senjata Laser Genggam Lijian untuk Jatuhkan Drone
AI Impact Challenge,...
AI Impact Challenge, Microsoft, Komdigi, dan Dicoding Tampilkan Karya AI Terbaik Lulusan METC
Kedaulatan Digital Jadi...
Kedaulatan Digital Jadi Sorotan, Solusi AI Terintegrasi Siap Percepat Transformasi Industri
Perang Rusia-Ukraina...
Perang Rusia-Ukraina Memicu Perlombaan Senjata AI
Intel dan Nvidia Memulai...
Intel dan Nvidia Memulai Pertempuran Global Baru
Game Paling Ditunggu...
Game Paling Ditunggu Sedunia GTA 6 Akhirnya bisa Dipesan, Harganya Rp1,4 Juta
Infografis
Perbandingan Kekuatan...
Perbandingan Kekuatan Militer Pakistan vs Afghanistan: Bak David vs Goliath
Copyright ©2026 SINDOnews.com All Rights Reserved