Unik, Ilmuwan Temukan Burung Kicau Separuh Jantan dan Separuh Betina
Jum'at, 08 Maret 2024 - 15:09 WIB
loading...
Burung madu hijau yang ditemukan di Kolombia menunjukkan fenomena biologis langka gineandromorfisme bilateral. (Foto: New York Times)
A
A
A
JAKARTA - Seekor burung madu hijau yang ditemukan di sebuah peternakan di Kolombia menunjukkan fenomena biologis langka yang dikenal sebagai gineandromorfisme bilateral. Yaitu, betina di satu sisi dan jantan di sisi lainnya.
"Ini sungguh luar biasa. Kami beruntung bisa melihatnya," kata Dr. Hamish Spencer, ahli biologi evolusi di Universitas Otago di Selandia Baru, dilansir dari New York Times, Jumat (8/3/2024).
Burung kicau kecil ini sejatinya umum ditemui di hutan mulai dari selatan Meksiko hingga Brasil. Namun burung madu hijau tertentu memiliki bulu yang sangat tidak biasa. Sisi kiri tubuhnya tertutup bulu hijau mengkilap, warna klasik untuk betina. Sisi kanannya, berwarna biru berkilau, tanda khas dari jantan. Burung ini betina di satu sisi dan jantan di sisi lainnya.
Gineandromorfisme telah didokumentasikan pada berbagai burung, serta serangga, krustasea, dan organisme lainnya. Namun, ini adalah fenomena yang relatif jarang dan kurang dipahami. Burung yang dilihat Dr. Spencer di Kolombia hanya merupakan kasus kedua yang diketahui dari gineandromorfisme bilateral pada burung madu hijau, yang pertama didokumentasikan di alam liar. "Satu-satunya contoh sebelumnya dilaporkan lebih dari seabad yang lalu dan didasarkan pada spesimen museum," kata Dr. Spencer.
Baca Juga: 5 Fakta Nightjar, Burung Langka Mirip Naga
"Ini sungguh luar biasa. Kami beruntung bisa melihatnya," kata Dr. Hamish Spencer, ahli biologi evolusi di Universitas Otago di Selandia Baru, dilansir dari New York Times, Jumat (8/3/2024).
Burung kicau kecil ini sejatinya umum ditemui di hutan mulai dari selatan Meksiko hingga Brasil. Namun burung madu hijau tertentu memiliki bulu yang sangat tidak biasa. Sisi kiri tubuhnya tertutup bulu hijau mengkilap, warna klasik untuk betina. Sisi kanannya, berwarna biru berkilau, tanda khas dari jantan. Burung ini betina di satu sisi dan jantan di sisi lainnya.
Gineandromorfisme telah didokumentasikan pada berbagai burung, serta serangga, krustasea, dan organisme lainnya. Namun, ini adalah fenomena yang relatif jarang dan kurang dipahami. Burung yang dilihat Dr. Spencer di Kolombia hanya merupakan kasus kedua yang diketahui dari gineandromorfisme bilateral pada burung madu hijau, yang pertama didokumentasikan di alam liar. "Satu-satunya contoh sebelumnya dilaporkan lebih dari seabad yang lalu dan didasarkan pada spesimen museum," kata Dr. Spencer.
Baca Juga: 5 Fakta Nightjar, Burung Langka Mirip Naga
Lihat Juga :