Kehebatan KAAN, Jet Tempur Siluman Turki yang Sukses Terbang Perdana
Jum'at, 01 Maret 2024 - 22:05 WIB
loading...
A
A
A
Dari sisi persenjataan, jet tempur KAAN dilengkapi dengan pod pengintaian dan senjata presisi jarak jauh. Di antaranya misil standar NATO seperti Meteor dan persenjataan produksi Turki seperti misil Bozdogan, misil Gokdogan, misil jelajah SOM dan misil anti-tank MAM-T.
Baca Juga: Terungkap, Jet Siluman F-22 AS Senilai Rp1,9 Triliun Jatuh setelah Dicuci
Kokpit KAAN berbasis kaca dengan autopilot AI voice-command yang dapat mendaratkan pesawat jika pilot tidak sadarkan diri dan kursi lontar British Martin-Baker. Pihak pengembang akan memasang radar galium-nitrida AESA, sensor inframerah di hidung pesawat, dan sistem penargetan elektro-optik 360-derajat di bawah badan pesawat. Kemudian sistem misi arsitektur terbuka, visir berbasis helm, dan kemampuan untuk mengendalikan drone tempur Anka-3 yang menyertainya.
Jet tempur siluman KAAN masih jauh dari sempurna, prototipe saat ini belum memiliki sistem misi. Dua prototipe berikutnya, yang direncanakan terbang pada 2025 dan 2026, akan dilengkapi dengan sistem tersebut.
Setelah memproduksi antara 7 dan 10 prototipe secara total, pengiriman 10 pesawat Block 1 pertama yang ditujukan untuk dinas militer dijadwalkan pada 2030-2033. Setelah itu baru produksi massal akan dimulai dengan jumlah 24 unit pesawat per tahun untuk secara bertahap menggantikan armada F-16 Turki dan melayani hingga tahun 2070.
Baca Juga: Terungkap, Jet Siluman F-22 AS Senilai Rp1,9 Triliun Jatuh setelah Dicuci
Kokpit KAAN berbasis kaca dengan autopilot AI voice-command yang dapat mendaratkan pesawat jika pilot tidak sadarkan diri dan kursi lontar British Martin-Baker. Pihak pengembang akan memasang radar galium-nitrida AESA, sensor inframerah di hidung pesawat, dan sistem penargetan elektro-optik 360-derajat di bawah badan pesawat. Kemudian sistem misi arsitektur terbuka, visir berbasis helm, dan kemampuan untuk mengendalikan drone tempur Anka-3 yang menyertainya.
Jet tempur siluman KAAN masih jauh dari sempurna, prototipe saat ini belum memiliki sistem misi. Dua prototipe berikutnya, yang direncanakan terbang pada 2025 dan 2026, akan dilengkapi dengan sistem tersebut.
Setelah memproduksi antara 7 dan 10 prototipe secara total, pengiriman 10 pesawat Block 1 pertama yang ditujukan untuk dinas militer dijadwalkan pada 2030-2033. Setelah itu baru produksi massal akan dimulai dengan jumlah 24 unit pesawat per tahun untuk secara bertahap menggantikan armada F-16 Turki dan melayani hingga tahun 2070.
(msf)
Lihat Juga :