Ilmuwan Jepang Bangunkan Mikroba yang Tertidur Selama 100 Juta Tahun
Jum'at, 14 Agustus 2020 - 04:40 WIB
loading...
A
A
A
Hasilnya menunjukkan bahkan sel yang ditemukan dalam sampel sedimen berumur 101,5 juta tahun mampu bangun ketika oksigen dan nutrisi tersedia. "Awalnya, saya skeptis, tetapi kami menemukan bahwa hingga 99,1% mikroba di sedimen yang diendapkan 101,5 juta tahun lalu masih hidup dan siap untuk dimakan," kata Morono.
Mikroba telah menghentikan semua aktivitas yang terlihat. Tetapi ketika "disusupi" nutrisi dan kebutuhan hidup lainnya mereka menjadi aktif kembali. (Baca juga: Pemulung Mencuri di Rumah Mewah, Sebagian Uang Curian Dibagikan ke Fakir Miskin )
Untuk memastikan sampel mereka tidak terkontaminasi mikroba modern, para peneliti membuka sedimen di lingkungan yang sangat steril, memilih sel mikroba yang ada, dan memberi mereka nutrisi secara eksklusif dalam tabung kecil yang dirancang untuk tidak memungkinkan kontaminan.
Sel-sel merespons, banyak di antaranya sangat cepat responsnya. Mereka dengan cepat melahap nitrogen dan karbon. Dalam 68 hari, jumlah sel menjadi empat kali lipat dari yang semula 6.986.
Laman Nature.com melaporkan, bakteri aerobik - penghirup oksigen - adalah sel yang paling kuat dan paling mungkin untuk bangun. Organisme kecil ini bertahan hidup hanya pada gelembung kecil di udara yang turun menjadi sedimen dalam rentang waktu geologi. Tampaknya tingkat metabolisme bakteri aerob cukup lambat untuk memungkinkan mereka bertahan hidup dalam waktu sangat lama. Sekadar informsi, penelitian ini diterbitkan pada 28 Juli lalu di jurnal Nature Communications.
Mikroba telah menghentikan semua aktivitas yang terlihat. Tetapi ketika "disusupi" nutrisi dan kebutuhan hidup lainnya mereka menjadi aktif kembali. (Baca juga: Pemulung Mencuri di Rumah Mewah, Sebagian Uang Curian Dibagikan ke Fakir Miskin )
Untuk memastikan sampel mereka tidak terkontaminasi mikroba modern, para peneliti membuka sedimen di lingkungan yang sangat steril, memilih sel mikroba yang ada, dan memberi mereka nutrisi secara eksklusif dalam tabung kecil yang dirancang untuk tidak memungkinkan kontaminan.
Sel-sel merespons, banyak di antaranya sangat cepat responsnya. Mereka dengan cepat melahap nitrogen dan karbon. Dalam 68 hari, jumlah sel menjadi empat kali lipat dari yang semula 6.986.
Laman Nature.com melaporkan, bakteri aerobik - penghirup oksigen - adalah sel yang paling kuat dan paling mungkin untuk bangun. Organisme kecil ini bertahan hidup hanya pada gelembung kecil di udara yang turun menjadi sedimen dalam rentang waktu geologi. Tampaknya tingkat metabolisme bakteri aerob cukup lambat untuk memungkinkan mereka bertahan hidup dalam waktu sangat lama. Sekadar informsi, penelitian ini diterbitkan pada 28 Juli lalu di jurnal Nature Communications.
(iqb)
Lihat Juga :