Ilmuwan Temukan Ciuman Pertama di Dunia yang Dilakukan 4.500 Tahun Lalu
Kamis, 22 Februari 2024 - 07:45 WIB
loading...
A
A
A
“Di Mesopotamia kuno, yang merupakan nama untuk kebudayaan manusia purba yang ada di antara Sungai Efrat dan Tigris pada masa kini Irak dan Suriah, orang-orang menulis dengan aksara paku [tanda berbentuk baji] di atas loh tanah liat,'' tutur
Dr. Troels Pank Arbøll, pakar sejarah medis di Mesopotamia di Universitas Kopenhagen di Denmark seperti dilansir dari The SUN.
“Ribuan lempengan tanah liat ini masih bertahan hingga saat ini, dan berisi contoh jelas bahwa berciuman dianggap sebagai bagian dari keintiman romantis di zaman dahulu, sama seperti berciuman dapat menjadi bagian dari persahabatan dan hubungan anggota keluarga,''
Penelitian terpisah menunjukkan bahwa bonobo juga berciuman dengan niat romantis, sementara simpanse terlihat berciuman secara platonis.
Para ilmuwan mengatakan praktik-praktik ini, dari hubungan biologis terdekat kita, menunjukkan bahwa manusia mungkin telah melakukannya sejak lama.
“Oleh karena itu, berciuman tidak boleh dianggap sebagai kebiasaan yang berasal secara eksklusif di suatu wilayah dan menyebar dari sana, melainkan tampaknya telah dipraktikkan di berbagai budaya kuno selama beberapa milenium.” tegas Dr. Troels Pank Arbøll.
Dr. Troels Pank Arbøll, pakar sejarah medis di Mesopotamia di Universitas Kopenhagen di Denmark seperti dilansir dari The SUN.
“Ribuan lempengan tanah liat ini masih bertahan hingga saat ini, dan berisi contoh jelas bahwa berciuman dianggap sebagai bagian dari keintiman romantis di zaman dahulu, sama seperti berciuman dapat menjadi bagian dari persahabatan dan hubungan anggota keluarga,''
Penelitian terpisah menunjukkan bahwa bonobo juga berciuman dengan niat romantis, sementara simpanse terlihat berciuman secara platonis.
Para ilmuwan mengatakan praktik-praktik ini, dari hubungan biologis terdekat kita, menunjukkan bahwa manusia mungkin telah melakukannya sejak lama.
“Oleh karena itu, berciuman tidak boleh dianggap sebagai kebiasaan yang berasal secara eksklusif di suatu wilayah dan menyebar dari sana, melainkan tampaknya telah dipraktikkan di berbagai budaya kuno selama beberapa milenium.” tegas Dr. Troels Pank Arbøll.
Lihat Juga :