Inovatif, OpenAI Kembangkan Fitur Ubah Teks ke Video Realistis
Sabtu, 17 Februari 2024 - 09:19 WIB
loading...
Sora dapat meningkatkan standar manfaat AI generatif dalam dunia kreatif. (Foto: Gizchina)
A
A
A
JAKARTA - OpenAI semakin inovatif dengan kemampuan mengubah teks ke video yang sangat realistis. Fitur baru yang disebut Sora itu dapat meningkatkan standar manfaat AI generatif dalam dunia kreatif.
Melansir CNet, Sabtu (17/2/2024), seperti pengubah teks kevvideo Google, Lumiere, ketersediaan Sora terbatas. Namun, berbeda dengan Lumiere, Sora dapat menghasilkan video berdurasi hingga 1 menit.
Fitur mengubah teks ke video kini menjadi daya tarik terbaru dalam pengembangan AI generatif OpenAI, Google, Microsoft, dan lainnya. Tren generasi teks dan gambar diyakini memantapkan posisi pendapatan ketiga provider tadi hingga mencapai 1,3 triliun dollar AS atau sekira Rp 16 triliun pada 2032 mendatang.
Sebuah unggahan resmi dari OpenAI menerangkan bahwa Sora akan berguna bagi segmen kreator visual, desainer, dan pembuat film. Pengujiannya dianggap sangat penting untuk mengatasi potensi deepfake dalam penggunaan AI untuk membuat gambar dan video.
Selain mendapatkan umpan balik dari luar organisasi, startup AI tersebut ingin membagikan kemampuanya untuk eksplorasi AI lebih lanjut.
Baca Juga: OpenAI Tingkatkan Kemampuan ChatGPT dengan Fitur Suara dan Gambar
Melansir CNet, Sabtu (17/2/2024), seperti pengubah teks kevvideo Google, Lumiere, ketersediaan Sora terbatas. Namun, berbeda dengan Lumiere, Sora dapat menghasilkan video berdurasi hingga 1 menit.
Fitur mengubah teks ke video kini menjadi daya tarik terbaru dalam pengembangan AI generatif OpenAI, Google, Microsoft, dan lainnya. Tren generasi teks dan gambar diyakini memantapkan posisi pendapatan ketiga provider tadi hingga mencapai 1,3 triliun dollar AS atau sekira Rp 16 triliun pada 2032 mendatang.
Sebuah unggahan resmi dari OpenAI menerangkan bahwa Sora akan berguna bagi segmen kreator visual, desainer, dan pembuat film. Pengujiannya dianggap sangat penting untuk mengatasi potensi deepfake dalam penggunaan AI untuk membuat gambar dan video.
Selain mendapatkan umpan balik dari luar organisasi, startup AI tersebut ingin membagikan kemampuanya untuk eksplorasi AI lebih lanjut.
Baca Juga: OpenAI Tingkatkan Kemampuan ChatGPT dengan Fitur Suara dan Gambar
Lihat Juga :